Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Pelas Palang Tuban, Gorengan Legendaris dengan Cita Rasa Pedas yang Menggugah Selera

M. Afiqul Adib • Rabu, 23 Oktober 2024 | 19:30 WIB
Pelas Palang termasuk salah satu kuliner khas Tuban. Banyak dijumpai di Kecamatan Palang, makanan tradisional ini berbahan dasar jagung yang ditumbuk halus.
Pelas Palang termasuk salah satu kuliner khas Tuban. Banyak dijumpai di Kecamatan Palang, makanan tradisional ini berbahan dasar jagung yang ditumbuk halus.

RADARBONANG.ID - Pelas Palang adalah salah satu kuliner khas yang dapat dengan mudah ditemukan di Kabupaten Tuban, khususnya di Kecamatan Palang.

Makanan tradisional ini berbahan dasar jagung yang ditumbuk halus, dicampur sedikit tepung terigu, serta dipadukan dengan aneka bumbu dan rempah untuk menciptakan cita rasa yang lezat.

Meski sekilas tampilan Pelas Palang mirip dengan dadar jagung, bakwan jagung, atau gimbal jagung yang dikenal di daerah lain, dari segi rasa, Pelas Palang memiliki keunikan tersendiri.

Makanan ini khas dengan rasa pedas yang nikmat, yang membuatnya berbeda dari olahan jagung serupa.

Selain itu, irisan daun bawang ditambahkan ke dalam adonan untuk menambah aroma dan rasa yang lebih kaya.

Kuliner yang termasuk gorengan legendaris ini dapat dijumpai dengan mudah di sepanjang jalan Kecamatan Palang, terutama pada sore hingga malam hari.

Itulah alasan mengapa makanan ini dinamakan Pelas Palang, karena banyaknya pedagang yang menjajakannya di wilayah tersebut.

Kudapan ini sering dijadikan lauk pendamping nasi oleh warga setempat, namun tidak jarang juga dinikmati sebagai camilan ringan pengganjal perut.

Menurut Siti, seorang penjual Pelas Palang yang telah berjualan lebih dari 30 tahun, pembelinya tidak hanya datang dari warga sekitar, tetapi juga dari luar kota.

Siti bahkan mengaku bahwa beberapa pembelinya telah melakukan pre-order sebelum ia membuka warungnya.

"Kan, eman toh, udah jauh-jauh, tapi pas sampai malah diambil orang lain," jelasnya.

Siti menambahkan, pembelinya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga pegawai kantoran.

Tak jarang, wisatawan dari kota-kota terdekat seperti Bojonegoro, Gresik, hingga Rembang pun turut antre untuk membeli Pelas Palang sebagai oleh-oleh.

Dengan harga yang sangat terjangkau, hanya Rp 1.000 per biji, Siti mampu menjual hingga 500 pelas setiap hari.

Rasa Pelas Palang yang khas, yaitu perpaduan antara pedas dan asin, menciptakan sensasi unik yang membuatnya digemari sebagai lauk atau camilan.

Ahmad Heriyanto, salah seorang pembeli dari warga setempat, mengungkapkan bahwa nelayan sering membawa Pelas Palang saat melaut sebagai pendamping nasi dan ikan.

"Rasa pedas dan asin yang kuat cocok dengan selera masyarakat pesisir yang menyukai makanan berbumbu," ujarnya.

Kuliner yang telah ada sejak Ahmad kecil ini masih tetap eksis hingga sekarang.

Pelas Palang tidak hanya dijual di pinggir jalan, tetapi juga dapat ditemukan di pemukiman warga.

Sebagai salah satu kuliner khas Tuban, diharapkan Pelas Palang semakin berkembang dan tetap diminati oleh banyak orang. (*)

Pelantikan pemimpin definitif DPRD Sleman periode 2024-2029
Pelantikan pemimpin definitif DPRD Sleman periode 2024-2029
Editor : Amin Fauzie
#pengganjal perut #Gorengan Legendaris #kuliner khas #kudapan #camilan ringan #pedas dan asin #selera masyarakat pesisir #pendamping nasi #pelas palang #tuban