TUBAN-Becek mentok dari warung Sor Sawo di Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur dinobatkan sebagai juara favorit Gelar Masakan Khas Daerah Tuban pada 19 November 2008.
Gelar masakan tersebut berlangsung di Pujasera Tuban, Jalan Sunan Kalijaga.
Becek mentok adalah nama masakan sejenis kare dari mentok, sejenis unggas.
Selain dibecek, pemasaknya juga menyuguhkan sate mentok.
Masakan ndeso khas Tuban inilah yang menarik para juri dari ahli tata boga dan kuliner.
Kuliner ini mengalahkan kuliner chief hotel dan restoran yang ikut berlomba.
Becek dan sate mentok Sor Sawo sebenarnya sudah lama go nasional.
Pada pameran wisata kuliner di Bali pada Juli 2007, masakan ini masuk dalam katerogi terfavorit dan banyak diserbu pengunjung.
Santini Rochli, ahli tata boga Tuban yang juga salah satu juri pada event tersebut mengatakan, masakan ini benar-benar khas Tuban.
Pemasaknya, kata dia, bisa menyuguhkan masakan tersebut seoriginal mungkin.
Dia menyampaikan, originalitas masakan ini karena semua rasanya dari bumbu dan tidak ada tambahan penyedap rasa buatan.
''Rasanya betul-betul khas,'' ujarnya.
Dengan kepiawaian juru masaknya Supri dan istrinya Sutik, mentok yang selama ini berdaging kenyal bisa lembut.
Aroma bumbunya yang khas juga merasuk hingga ke daging bagian dalam.
Titiek Marhati, ketua panitia gelar masakan mengatakan, event tersebut bertujuan melestarikan masakan khas Tuban yang resepnya diwariskan leluhur agar tidak punak.
Dengan melestarikan masakan tersebut, kata dia, pemerintah daerah berharap agar resep khas Tuban memiliki cita rasa di tingkat nasional hingga internasional.
Kalau kuliner kita dikenal, lanjut Titiek, secara otomatis mendongkrak ekonomi.
''Imbasnya, meningkatkan daya tarik wisata melalui wisata kuliner,'' tegasnya. (*)
Editor : Amin Fauzie