TUBAN-Welut Cemplon di Tuban, Jawa Timur benar-benar melegenda.
Sumarmi, pemilik warung mengatakan, menggeluti usaha kuliner tersebut sejak 1990 atau sekitar 34 tahun silam.
Ketika mengawali usaha, perempuan yang membuka usaha di rumahnya di Desa Tuwiriwetan, Kecamatan Merakurak itu hanya menghabiskan
belut 9 kilogram (kg) per hari.
‘’Sekarang, sehari habis 40 kg,’’ ujarnya.
Mulanya, Sumarmi tidak menyangka warungnya akan bertahan hingga sekarang.
Agar menu belutnya jadi favorit, dia memasaknya dengan teknis pengolahan khusus. Begitu juga bumbunya khas.
‘’Tentunya disesuaikan dengan cita rasa lidah masyarakat Tuban yang suka pedas dan berani bumbu,’’ ujarnya.
Seiring dengan berjalannya waktu, kini ibu dua anak itu memiliki banyak pelanggan setia.
Tidak hanya dari Tuban, namun juga Bojonegoro, Lamongan, Blora, dan Rembang.
Bahkan, tidak sedikit dari Surabaya dan Malang.
‘’Kalau pelanggan lama yang datang kembali, itu pasti mengatakan bahwa rasanya tidak berubah dan tetap sama seperti dulu,’’ ujarnya. (*)