TUBAN-Belum diketahui pasti sejak kapan pasar grosir jajanan di salah satu titik Jalan Pemuda, Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur muncul.
Belum ada satu pun literasi yang menulis pasar yang tidak punya nama dan tidak ubahnya seperti pasar krempyeng tersebut.
Dedy Priyo Wicatur Indra menyebut pasar jajanan tersebut sangat legendaris.
Warga Kelurahan Ronggomulyo, Kecamatan Tuban itu tidak mengetahui persis sejak kapan pasar tersebut muncul.
‘’Sejak 1980-an, tiap pagi, bapak membonceng sepeda pancal untuk beli jajan di pasar itu,’’ tutur Respon, panggilan akrabnya.
Di era tersebut, dia masih mengingat jelas sebagian besar penjualnya menggunakan tenong atau tempat makanan dari almunium.
Di pasar yang buka setelah subuh, sekitar pukul 04.30 dan buyar sekitar pukul 07.30 itu, dia paling suka bongko mentuk dan nasi kebuli.
‘’Panganan tradisional yang sulit dicari, ada di sini,’’ ujar pria kelahiran 1976 itu.
Auraful Minan, warga Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban menyampaikan, meski pasar grosir jajanan tersebut sudah berlangsung puluhan tahun, namun baru ramai pada era 2000-an.
Bang Mat, salah satu warga setempat menambahkan, mulanya, sebagian besar penjual di pasar tersebut berasal dari kawasan Kelurahan Kutorejo dan Gang Watu Lumur, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban.
Lambat laun, kata dia, penjual berkembang dari sejumlah daerah di Tuban.
‘’Awalnya hanya satu-dua pedagang yang menggelar dagangannya di atas
trotoar setelah subuh. Sekarang sangat banyak,’’ ujarnya. (*)