Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Banyak Ditumbuhi Pohon Siwalan, Tak Salah Tuban Dijuluki Kota Legen

Dwi Setiyawan • Rabu, 24 Januari 2024 | 18:00 WIB

Penderes pohon siwalan di Desa Tunah, Kecamatan Semanding memasang bumbung pada ujung manggar pohon bogor.
Penderes pohon siwalan di Desa Tunah, Kecamatan Semanding memasang bumbung pada ujung manggar pohon bogor.

 
TUBAN-Menjuluki Kabupaten Tuban, Jawa Timur sebagai Kota Legen bukan sesuatu yang berlebihan.

Sejak tumbuh ratusan tahun silam, pohon bogor, nama lain pohon siwalan, menghasilkan legen, tuak, dan gula aren, yang melimpah.

Tanaman ini masih banyak dibudidayakan masyarakat di tengah menjamurnya budidaya tanaman lain dan alih fungsi lahan.

Baca Juga: Syekh Subakir yang Makamnya Diyakini di Tuban. Kisah Fenomenalnya Bertempur dengan Raja Jin Tanah Jawa Sabdo Palon

Kepala Bidang Penyuluhan dan Prasarana Pertanian Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Tuban Sri Yuniati mengungkapkan, pada 2022, tercatat 1.821 hektare lahan siwalan di Bumi Ronggolawe yang ditanami ribuan pohon bogor.

Lahan tersebut tersebar pada sembilan kecamatan. Kesembilan kecamatan tersebut, Semanding, Palang, Tuban, Bancar, Jatirogo, Grabagan, Plumpang, Kerek, dan Singgahan.

Jumlah yang terlibat dalam pengelolaan tegalan tersebut sekitar 2.608 orang.

Berdasarkan data di instansinya, lahan terluas yang ditanami pohon bogor ini di Kecamatan Semanding.

Luas lahannya sekitar 1.195 hektare. Disusul Kecamatan Tuban 244 hektare.

Dia mengemukakan, dari tahun ke tahun luas tegalan pohon bogor mengalami penyusutan. Namun, penyusutan tersebut tidak banyak.

Yuni, panggilan akrabnya memaparkan, penyebab berkurangnya luas area tegalan  pohon bogor rata-rata disebabkan karena alih fungsi lahan untuk pemukiman. Itu terjadi di wilayah kota.

Sementara penyusutan lahan pohon bogor di desa dipicu pembukaan lahan pertanian dan holtikultura.

Karena berkurangnya sedikit, kata dia, produksi siwalan dan legen di Tuban tidak berkurang banyak. Tahun lalu, produksi buah siwalan mencapai 7.000 ton per tahun.

Sedangkan legennya tidak bisa diperkirakan karena tidak masuk daftar pencatatan.

Terkait penambahan populasi pohon bogor, dia menyampaikan, hal itu tidak terlalu banyak dilakukan pemilik lahan karena masa pertumbuhan pohon jenis palem ini terlalu lama.

Yuni menyebut, satu pohon bogor baru bisa berbuah jika usianya minimal sudah 8-10 tahun.

Dia menyebut, saat ini yang mendapat perhatian dari pohon bogor adalah pengelolaan lanjutan produknya.

Seperti diketahui, pohon bogor ini mempunyai segudang manfaat.

Hampir semua bagian pohon bisa dimanfaaatkan. Terutama bagian atas, yakni daun dan pelepahnya untuk kerajinan, serta buah dan niranya untuk dikonsumsi atau diolah lagi.

Dia juga mengemukakan, banyaknya populasi pohon bogor di Tuban sekarang ini membuatnya optimistis bahwa legen dan buah siwalan sebagai komoditas yang paling dikenal dan tidak mudah lekang.

Siwalan dan legen juga melekat dengan Tuban. ‘’Utamanya orang-orang dari luar Tuban,’’ pungkasnya.(*)

Editor : Amin Fauzie
#gula aren #pohon siwalan #tuak #kota legen #tuban #legen