RADARBONANG.ID – Bunga lawang dan cengkeh tidak hanya digunakan sebagai bumbu masakan, tetapi juga kerap diolah menjadi minuman herbal.
Kedua rempah tersebut mengandung senyawa yang diteliti karena potensi aktivitas antioksidannya. Namun, klaim bahwa rebusannya dapat membakar lemak atau mengatasi lendir berlebih perlu disikapi secara hati-hati.
Dokter Fery Juliawan membahas kombinasi bunga lawang dan cengkeh dalam video yang diunggah melalui kanal YouTube pribadinya.
Baca Juga: Kunyit Asam Ampuh Redakan Nyeri Haid, Ini Cara Meracik yang Benar Menurut Ahli Herbal
Dia mengaitkan kedua rempah tersebut dengan metabolisme tubuh, proses pencernaan, dan kesehatan saluran pernapasan.
Menurut dr. Fery, bunga lawang atau pekak mengandung anetol, sedangkan cengkeh memiliki senyawa eugenol. Keduanya diketahui memiliki aktivitas biologis yang menjadi objek penelitian, termasuk terkait efek antioksidan.
"Bunga lawang atau pekak mengandung senyawa anetole dan antioksidan tinggi,” ujarnya.
Dia juga menyebut cengkeh berpotensi mendukung termogenesis, yakni proses produksi panas oleh tubuh yang berkaitan dengan penggunaan energi.
Dalam video tersebut, dr. Fery merujuk penelitian yang disebut diterbitkan di Journal of Medicinal Food mengenai konsumsi ekstrak cengkeh dan perubahan komposisi tubuh.
Meski demikian, temuan dari penelitian ekstrak atau senyawa tertentu tidak otomatis membuktikan bahwa air rebusan bunga lawang dan cengkeh memiliki efek yang sama.
Bukti mengenai kemampuan racikan tersebut untuk membakar lemak, menurunkan lingkar pinggang, atau membersihkan lendir pada manusia masih perlu ditelaah berdasarkan penelitian yang sesuai.
Resep Rebusan Bunga Lawang dan Cengkeh
dr. Fery membagikan cara membuat minuman herbal tersebut menggunakan bahan-bahan yang relatif mudah ditemukan di dapur.
Berikut bahan dan langkah pembuatannya sesuai resep yang disampaikan.
Bahan-bahan:
-
2 kuntum bunga lawang
-
3–5 butir cengkeh
-
300 mililiter air
-
Madu secukupnya, jika diinginkan
-
Perasan jeruk nipis secukupnya, jika diinginkan
Cara membuat:
-
Cuci bunga lawang dan cengkeh hingga bersih.
-
Didihkan 300 mililiter air dalam panci.
-
Masukkan bunga lawang dan cengkeh ke dalam air mendidih.
-
Kecilkan api, lalu rebus selama 5–7 menit hingga aroma rempah keluar.
-
Matikan api dan tuangkan air rebusan ke dalam gelas.
-
Tunggu hingga hangat. Tambahkan madu atau perasan jeruk nipis sesuai selera.
dr. Fery menyarankan agar konsumsi minuman herbal tersebut tetap diimbangi pola makan seimbang dan kebiasaan minum air putih yang cukup.
Dia juga menegaskan bahwa herbal sebaiknya digunakan sebagai pendukung, bukan pengganti kebiasaan hidup sehat.
"Herbal adalah pendukung atau booster,” katanya.
Perhatikan Keamanan Sebelum Rutin Mengonsumsi
Meski berasal dari bahan alami, minuman herbal tidak selalu cocok untuk semua orang.
Keamanan konsumsi dapat dipengaruhi kondisi kesehatan, jumlah yang diminum, serta obat-obatan yang sedang digunakan.
dr. Fery mengingatkan ibu hamil, ibu menyusui, dan orang yang mengonsumsi obat pengencer darah dosis tinggi agar berkonsultasi dengan dokter sebelum rutin meminum racikan tersebut.
Cengkeh mengandung eugenol yang dapat memengaruhi pembekuan darah, terutama dalam bentuk minyak atau ekstrak pekat.
Karena itu, penggunaan dalam jumlah besar perlu mendapat perhatian khusus.
Perlu dibedakan pula antara penggunaan rempah sebagai bumbu masakan dan konsumsi dalam bentuk ramuan pekat secara rutin. Keduanya tidak selalu memiliki tingkat paparan senyawa yang sama.
Selain itu, keluhan seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, atau produksi lendir berlebihan tidak sebaiknya hanya ditangani dengan ramuan tradisional.
Gejala tersebut dapat berkaitan dengan berbagai kondisi kesehatan dan memerlukan pemeriksaan tenaga medis, terutama jika semakin berat atau berlangsung terus-menerus.
Dengan demikian, rebusan bunga lawang dan cengkeh dapat menjadi salah satu pilihan minuman berbahan rempah.
Namun, klaim manfaat kesehatannya perlu disesuaikan dengan bukti ilmiah yang tersedia, sementara keamanan konsumsi tetap menjadi pertimbangan utama. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari