RADARBONANG.ID – Telur mentah kerap dikonsumsi untuk menambah asupan protein dan membantu pembentukan otot.
Namun, anggapan bahwa telur mentah lebih bergizi daripada telur matang tidak sepenuhnya benar.
Selain tidak memberikan keunggulan gizi yang jelas, konsumsi telur mentah juga berisiko menyebabkan infeksi bakteri Salmonella.
Telur merupakan sumber protein hewani yang mudah ditemukan dan relatif terjangkau.
Bahan pangan ini mengandung protein berkualitas tinggi, vitamin B12, vitamin D, kolin, serta sejumlah zat gizi yang dibutuhkan tubuh.
Baca Juga: ISPU Tabalong Sempat Tembus 938, Kualitas Udara Kalsel Memburuk akibat Kabut Asap Karhutla
Sebagian orang memilih meminum telur mentah atau mencampurkannya ke dalam minuman karena dianggap lebih alami.
Padahal, proses memasak tidak serta-merta menghilangkan manfaat telur. Sebaliknya, pemanasan membantu tubuh mencerna protein telur dengan lebih efisien.
Lantas, apa saja manfaat telur bagi tubuh dan mengapa konsumsi telur mentah perlu diwaspadai?
Manfaat Telur untuk Kesehatan Tubuh
Manfaat telur berasal dari kandungan gizinya, baik ketika diolah dengan cara yang tepat maupun dikonsumsi sebagai bagian dari menu sehari-hari.
Protein telur berperan dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, termasuk otot.
Kandungan kolin membantu mendukung fungsi otak dan sistem saraf, sedangkan vitamin B12 berperan dalam pembentukan sel darah merah serta pemeliharaan fungsi saraf.
Telur juga mengandung vitamin D yang membantu penyerapan kalsium dan mendukung kesehatan tulang.
Sementara itu, lutein dan zeaksantin, terutama pada kuning telur, merupakan senyawa yang berperan dalam menjaga kesehatan mata.
Beragam kandungan tersebut membuat telur dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang.
Meski demikian, manfaatnya tidak menjadi alasan untuk mengonsumsi telur dalam keadaan mentah.
Telur matang tetap dapat menyediakan protein dan zat gizi penting bagi tubuh.
Cara pengolahan yang tepat justru membantu mengurangi risiko kesehatan akibat mikroorganisme berbahaya.
Benarkah Telur Mentah Lebih Baik untuk Membentuk Otot?
Anggapan bahwa telur mentah lebih efektif untuk membentuk otot perlu dicermati.
Protein dalam telur matang dapat dicerna dan dimanfaatkan tubuh dengan lebih efisien dibandingkan protein dalam telur mentah.
Proses pemanasan mengubah struktur protein sehingga lebih mudah dicerna oleh sistem pencernaan.
Karena itu, meminum telur mentah bukan cara yang lebih unggul untuk memenuhi kebutuhan protein.
Bagi orang yang rutin berolahraga, telur matang dapat menjadi pilihan sumber protein yang praktis.
Namun, pembentukan otot tidak hanya bergantung pada satu jenis makanan.
Asupan protein yang cukup perlu diimbangi dengan energi yang memadai, pola makan seimbang, latihan yang sesuai, dan waktu pemulihan yang cukup.
Dengan demikian, mengonsumsi telur mentah tidak diperlukan hanya untuk mengejar hasil latihan.
Telur yang dimasak hingga matang dapat membantu memenuhi kebutuhan protein sekaligus mengurangi risiko infeksi.
Waspadai Risiko Bakteri pada Telur Mentah
Salah satu risiko utama mengonsumsi telur mentah adalah infeksi Salmonella.
Bakteri ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan dengan gejala berupa diare, demam, kram perut, mual, hingga muntah.
Telur yang terlihat bersih dan memiliki cangkang utuh belum tentu bebas dari kontaminasi.
Keberadaan bakteri juga tidak selalu dapat diketahui melalui warna, bau, atau rasa telur.
Risiko infeksi perlu menjadi perhatian khusus bagi anak-anak, ibu hamil, lansia, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Kelompok tersebut lebih rentan mengalami komplikasi akibat infeksi.
Selain risiko bakteri, putih telur mentah mengandung avidin, protein yang dapat mengikat biotin atau vitamin B7.
Konsumsi putih telur mentah dalam jumlah besar secara berulang berpotensi mengganggu penyerapan vitamin tersebut.
Meski demikian, risiko gangguan biotin ini terutama berkaitan dengan konsumsi putih telur mentah dalam jumlah besar secara terus-menerus, bukan berarti setiap konsumsi telur mentah langsung menyebabkan kekurangan vitamin.
Cara Aman Mengonsumsi Telur
Untuk mendapatkan manfaat telur sekaligus mengurangi risiko kesehatan, cara pengolahan dan penyimpanannya perlu diperhatikan.
Pertama, masak telur hingga matang. Pastikan bagian putih dan kuning telur matang dengan baik.
Pemanasan yang memadai membantu mengurangi risiko paparan bakteri penyebab penyakit.
Kedua, pilih telur yang telah dipasteurisasi untuk resep tertentu.
Jika resep mengharuskan penggunaan telur mentah atau setengah matang, telur yang telah dipasteurisasi dapat menjadi pilihan dengan risiko mikrobiologis lebih rendah.
Meski begitu, telur tetap harus ditangani dan disimpan sesuai petunjuk.
Ketiga, jaga kebersihan saat mengolah telur. Cuci tangan dan bersihkan peralatan serta permukaan dapur yang digunakan.
Simpan telur sesuai petunjuk pada kemasan dan hindari menggunakan telur yang retak atau menunjukkan tanda kerusakan.
Keempat, variasikan sumber protein. Jangan hanya mengandalkan telur untuk memenuhi kebutuhan protein.
Ikan, daging tanpa lemak, susu, tahu, dan tempe dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi melalui pola makan yang lebih beragam.
Jika setelah mengonsumsi telur mentah seseorang mengalami diare, demam, muntah, atau nyeri perut yang berat, perhatian medis mungkin diperlukan.
Segera cari pertolongan apabila muncul tanda dehidrasi, gejala berat, atau kondisi tidak kunjung membaik.
Telur Matang Tetap Menjadi Pilihan Bergizi
Telur tetap menjadi pilihan pangan bergizi dan ekonomis.
Baca Juga: Harga Coret dan Flash Sale Belum Tentu Murah, Ini Tips Belanja Online agar Tidak Boros
Kandungan proteinnya membantu memenuhi kebutuhan tubuh, sementara berbagai vitamin dan mineral di dalamnya mendukung fungsi tubuh sehari-hari.
Namun, mengonsumsinya dalam keadaan mentah tidak terbukti memberikan keunggulan gizi yang sebanding dengan risikonya.
Protein telur matang lebih mudah dicerna, sedangkan proses pemasakan yang memadai membantu mengurangi risiko infeksi bakteri.
Karena itu, tidak perlu memaksakan diri meminum telur mentah untuk mendapatkan manfaat protein atau mendukung pembentukan otot.
Mengolah telur hingga matang, menjaga kebersihan, dan menerapkan pola makan seimbang merupakan langkah sederhana untuk memperoleh manfaatnya sekaligus menjaga keamanan pangan.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : Radar Bonang