RADARBONANG.ID – Kayu manis selama ini lebih dikenal sebagai bumbu dapur untuk menambah aroma dan cita rasa makanan. Padahal, rempah ini mengandung senyawa yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan, termasuk terkait aktivitas antioksidan dan pengaturan kadar gula darah.
Salah satu cara mengonsumsinya adalah dengan menyeduh atau merebus kayu manis menjadi minuman herbal.
Kebiasaan ini kerap dikaitkan dengan gaya hidup sehat, termasuk ketika diminum pada malam hari sebelum tidur. Namun, manfaatnya perlu dipahami berdasarkan bukti ilmiah, bukan sekadar klaim yang beredar.
Baca Juga: Kunyit Asam Ampuh Redakan Nyeri Haid, Ini Cara Meracik yang Benar Menurut Ahli Herbal
Dalam ulasan di kanal edukasi kesehatan Dokter Fery TV, kayu manis dibahas sebagai rempah yang memiliki kandungan senyawa aktif dan berpotensi mendukung fungsi tubuh.
Meski demikian, bukti ilmiah mengenai manfaat kayu manis masih memiliki keterbatasan, sehingga minuman ini tidak dapat dianggap sebagai pengobatan untuk penyakit tertentu.
Kandungan Antioksidan dan Potensi Menjaga Gula Darah
Kayu manis mengandung senyawa polifenol yang memiliki aktivitas antioksidan.
Senyawa ini dapat membantu melawan radikal bebas, yaitu molekul yang jika berlebihan dapat berkontribusi terhadap kerusakan sel.
Selain itu, sejumlah penelitian telah mengkaji potensi kayu manis dalam membantu mengatur kadar gula darah.
Beberapa hasil penelitian menunjukkan kemungkinan adanya efek terhadap pengendalian glukosa, tetapi temuan tersebut belum cukup untuk menjadikan kayu manis sebagai pengganti obat diabetes atau terapi medis yang diresepkan dokter.
Respons tubuh terhadap kayu manis juga dapat berbeda-beda, bergantung pada kondisi kesehatan, jumlah konsumsi, dan jenis kayu manis yang digunakan.
Karena itu, mengonsumsi air rebusannya tidak menjamin kadar gula darah menjadi stabil.
Kayu manis juga memiliki sifat antiinflamasi yang diteliti dalam berbagai kajian.
Namun, klaim bahwa meminum air rebusan kayu manis sebelum tidur dapat mengoptimalkan pemulihan tubuh secara signifikan masih membutuhkan bukti klinis yang lebih kuat.
Cara Mengonsumsi Kayu Manis dengan Lebih Bijak
Air rebusan kayu manis dapat menjadi pilihan minuman herbal bagi orang yang menyukai aromanya.
Meski demikian, waktu konsumsi sebelum tidur belum terbukti memberikan manfaat khusus yang lebih besar dibandingkan waktu lainnya.
Pengolahan yang bersih dan penggunaan bahan dalam jumlah wajar tetap perlu diperhatikan. Konsumsi berlebihan, terutama dalam jangka panjang, dapat menimbulkan risiko tertentu.
Kayu manis jenis cassia, misalnya, mengandung kumarin yang dalam jumlah tinggi dapat berdampak buruk bagi hati.
Orang yang memiliki penyakit tertentu, sedang mengonsumsi obat untuk mengendalikan gula darah, memiliki gangguan hati, atau sedang menjalani pengobatan rutin sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi kayu manis secara teratur dalam jumlah besar.
Hal penting lainnya, minuman herbal tidak menggantikan pola makan seimbang, aktivitas fisik, tidur yang cukup, maupun pengobatan yang diperlukan.
Jika tujuan konsumsi kayu manis adalah membantu mengendalikan gula darah, pemeriksaan kesehatan dan saran tenaga medis tetap menjadi acuan utama.
Dengan memahami potensi sekaligus keterbatasannya, kayu manis dapat dinikmati sebagai bagian dari kebiasaan makan yang beragam.
Kuncinya bukan mengandalkan satu rempah sebagai solusi kesehatan, melainkan menerapkan pola hidup sehat secara konsisten. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari