Sering Stres karena Beban Kerja dan Urusan Rumah? Yoga serta Zumba Bisa Jadi Pilihan

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 18:09 WIB
Beban kerja dan urusan rumah bisa membuat perempuan pekerja rentan mengalami stres. Studi menunjukkan yoga dan zumba dapat menjadi pilihan aktivitas fisik untuk membantu mengelolanya. (ilustrasi)
Beban kerja dan urusan rumah bisa membuat perempuan pekerja rentan mengalami stres. Studi menunjukkan yoga dan zumba dapat menjadi pilihan aktivitas fisik untuk membantu mengelolanya. (ilustrasi)

RADARBONANG.ID – Menjadi perempuan pekerja sering kali berarti harus membagi perhatian antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Tuntutan menyelesaikan tugas di kantor bisa berjalan bersamaan dengan tanggung jawab mengurus rumah dan keluarga.

Jika tidak dikelola dengan baik, berbagai tuntutan tersebut dapat menjadi sumber stres.

Pikiran pun bisa terus bekerja meski tubuh sudah berada di rumah dan seharusnya beristirahat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam sebuah penelitian yang dilakukan terhadap perempuan pekerja di Indonesia.

Studi itu menemukan bahwa aktivitas fisik seperti yoga dan zumba dapat membantu mengurangi stres sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.

Baca Juga: Tak Bisa Mengenali Emosi Sendiri? Bisa Jadi Mengalami Alexithymia

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Pedagogy of Physical Culture and Sports tersebut melibatkan 159 perempuan pekerja berusia 20 hingga 50 tahun.

Para peserta dibagi menjadi kelompok yoga, zumba, dan kelompok kontrol yang mendapatkan edukasi kesehatan. Program berlangsung selama 12 minggu.

Beban Pekerjaan Bisa Bertemu dengan Tanggung Jawab Rumah

Tekanan yang dirasakan perempuan pekerja tidak selalu berasal dari tempat kerja.

Bagi mereka yang sudah berkeluarga, tuntutan pekerjaan dapat bertemu dengan tanggung jawab di rumah.

Target pekerjaan, tenggat waktu, perjalanan, hingga persoalan dengan rekan kerja dapat menguras energi.

Setelah pulang, masih ada pekerjaan rumah, mengurus anak, atau kebutuhan keluarga yang harus diperhatikan.

Penelitian lain mengenai perempuan pekerja di Indonesia juga menemukan bahwa beban ganda dapat muncul dalam bentuk tekanan fisik, emosional, hingga kognitif.

Kurangnya pembagian tugas domestik dan minimnya dukungan juga dapat memperberat tekanan tersebut.

Karena itu, menjaga kesehatan mental tidak hanya berkaitan dengan bagaimana seseorang menyelesaikan pekerjaan.

Waktu untuk memulihkan tubuh dan pikiran juga menjadi bagian penting.

Salah satu caranya dapat dilakukan melalui aktivitas fisik.

Yoga untuk Memberi Jeda bagi Pikiran

Yoga menjadi salah satu pilihan yang diteliti dalam penelitian tersebut.

Aktivitas ini menggabungkan gerakan tubuh, pengaturan napas, serta perhatian terhadap kondisi tubuh dan pikiran.

Bagi perempuan yang menjalani rutinitas padat, yoga dapat menjadi aktivitas untuk memperlambat ritme sejenak.

Gerakan yang dilakukan dengan kesadaran membuat seseorang memiliki kesempatan untuk lebih memperhatikan napas dan kondisi tubuh.

Dalam penelitian tersebut, kelompok yoga menunjukkan penurunan tingkat stres yang signifikan setelah mengikuti program selama 12 minggu.

Kelompok ini juga mengalami peningkatan kepuasan terhadap tubuh dan self-esteem.

Yoga pun tidak harus selalu dilakukan dengan sesi yang panjang.

Bagi pemula, aktivitas tersebut dapat dimulai secara bertahap sesuai kemampuan tubuh.

Yang terpenting bukan sekadar mengikuti tren olahraga, tetapi menemukan aktivitas yang bisa dilakukan secara konsisten.

Zumba untuk yang Suka Bergerak Lebih Energik

Jika yoga menawarkan aktivitas dengan ritme yang lebih tenang, zumba memberikan pendekatan berbeda.

Zumba memadukan gerakan aerobik dengan musik sehingga aktivitas olahraga terasa lebih dinamis.

Bagi sebagian orang, suasana seperti ini membuat olahraga terasa lebih menyenangkan.

Penelitian yang sama menunjukkan bahwa kelompok zumba juga mengalami penurunan stres yang signifikan.

Selain itu, self-esteem peserta mengalami peningkatan setelah mengikuti program.

Artinya, manfaat olahraga tidak selalu harus diperoleh melalui aktivitas yang tenang.

Bagi perempuan yang lebih senang bergerak aktif dan mengikuti musik, zumba bisa menjadi alternatif untuk melepas penat setelah menjalani rutinitas.

Aktivitas fisik yang menyenangkan juga berpotensi membuat seseorang lebih mudah mempertahankan kebiasaan olahraga dalam jangka panjang.

Tidak Harus Memilih Olahraga yang Sama

Menariknya, penelitian tersebut tidak menemukan perbedaan signifikan antara yoga dan zumba dalam hasil intervensinya.

Keduanya sama-sama menunjukkan manfaat terhadap penurunan stres dan peningkatan self-esteem.

Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak ada satu jenis olahraga yang otomatis paling cocok untuk semua perempuan.

Ada yang mungkin merasa lebih nyaman dengan suasana tenang melalui yoga.

Ada pula yang justru lebih mudah melepaskan tekanan setelah mengikuti gerakan energik seperti zumba.

Kondisi tubuh, waktu luang, lingkungan, hingga preferensi pribadi dapat menjadi pertimbangan.

Dengan begitu, olahraga sebaiknya tidak dipandang sebagai kewajiban tambahan yang justru membuat seseorang semakin terbebani.

Olahraga Bukan Pengganti Istirahat dan Dukungan

Meski olahraga dapat membantu mengelola stres, aktivitas fisik bukan satu-satunya solusi.

Perempuan pekerja tetap membutuhkan lingkungan kerja yang sehat, pembagian beban yang wajar, waktu istirahat yang cukup, serta dukungan dari keluarga.

Dukungan keluarga juga memiliki peran penting, terutama bagi perempuan yang menjalankan pekerjaan sekaligus tanggung jawab rumah tangga.

Bantuan dalam pekerjaan domestik maupun pengasuhan anak dapat mengurangi beban yang harus ditanggung seorang diri.

Karena itu, menjaga kesehatan mental perempuan pekerja seharusnya tidak hanya menjadi tanggung jawab individu.

Baca Juga: Indonesia Emas 2045 dari Kacamata Gen Alpha, Singgung Pentingnya Kepedulian Anak Muda

Lingkungan kerja dan keluarga juga memiliki peran dalam menciptakan kondisi yang memungkinkan perempuan mendapatkan waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri.

Pada akhirnya, yoga dan zumba bisa menjadi dua pilihan sederhana untuk mulai memberi ruang bagi tubuh dan pikiran.

Bukan soal olahraga mana yang paling populer atau paling berat. Yang lebih penting adalah menemukan aktivitas yang terasa cocok dan dapat dilakukan secara rutin.

Bagi perempuan pekerja yang setiap hari menghadapi berbagai tuntutan, meluangkan waktu untuk bergerak mungkin terlihat sederhana.

Namun, kebiasaan tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk berhenti sejenak, mengurangi tekanan, dan kembali memberi perhatian kepada diri sendiri.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : goodnewsfromindonesia.id
perempuan pekerja stres kerja perempuan yoga untuk stres zumba untuk kesehatan mental kesehatan mental pekerja