RADARBONANG.ID - Bangun tidur dengan leher kaku atau punggung terasa pegal nyatanya tidak selalu berkaitan dengan kualitas kasur dan bantal.
Posisi tubuh saat tidur juga dapat memengaruhi kenyamanan dan kondisi tubuh ketika bangun pada pagi hari.
Setiap orang bisa memiliki kebutuhan berbeda. Karena itu, posisi tidur yang nyaman bagi satu orang belum tentu cocok bagi orang lain.
Beberapa posisi yang umum dilakukan antara lain telentang, miring, hingga tengkurap.
Hal tersebut di bahas dalam video unggahan kanal Youtube Kok Bisa? berjudul Lebih Baik Mana: Tidur Tengkurep vs Terlentang?.
Tidur tengkurap, misalnya, dianggap sebagian orang membuat pernapasan terasa lebih lega.
Posisi tersebut dapat membantu membuka saluran pernapasan dan pada beberapa orang berpotensi mengurangi dengkuran.
Teknik tengkurap atau proning juga dikenal dalam dunia medis.
Metode ini sempat digunakan pada sebagian pasien dengan gangguan pernapasan berat, termasuk dalam penanganan pasien Covid-19.
Namun, tengkurap juga memiliki kekurangan karena kepala harus diputar ke salah satu sisi dalam waktu cukup lama.
Hal itu tentu dapat memberikan tekanan pada leher dan punggung, yang mana pada sebagian orang dapat menyebabkan leher terasa kaku, otot nyeri, hingga punggung pegal setelah bangun.
Telentang atau Miring, Mana yang Lebih Nyaman?
Berbeda dengan tengkurap, tidur telentang kerap dianggap membantu menjaga posisi tulang belakang tetap sejajar.
Kepala, leher, dan punggung berada dalam posisi yang relatif lurus sehingga tekanan tubuh dapat tersebar dengan lebih merata.
Untuk menambah kenyamanan, bantal kecil dapat ditempatkan di bawah lutut. Penyangga tersebut dapat membantu mengurangi tekanan pada bagian bawah punggung.
Meski begitu, tidur telentang tidak selalu menjadi pilihan terbaik.
Pada orang yang sering mendengkur atau mengalami sleep apnea, posisi ini justru dapat membuat saluran napas lebih mudah menyempit.
Hal tersebut terjadi karena lidah dan jaringan di sekitar tenggorokan dapat bergerak ke arah belakang ketika tubuh berada dalam posisi telentang.
Sementara itu, tidur menyamping atau miring menjadi pilihan yang cukup banyak digunakan.
Posisi ini dapat membantu menjaga saluran pernapasan tetap terbuka sehingga sering dianggap lebih baik bagi orang yang mudah mendengkur.
Tidur miring ke kiri juga kerap dikaitkan dengan kondisi refluks asam lambung.
Posisi tersebut membuat lambung berada lebih rendah dibandingkan kerongkongan sehingga asam lambung lebih sulit naik.
Di sisi lain, terdapat pembahasan mengenai posisi miring ke kanan bagi sebagian orang dengan gangguan jantung.
"Kalau miring ke kanan lebih disarankan buat orang yang punya gangguan jantung soalnya bentuk jantung yang mencong ke kiri jadi lebih bebas dari tekanan paru-paru," bunyi narasi dalam tayangan video tersebut.
Meski demikian, penderita penyakit jantung tetap perlu menyesuaikan posisi tidur dengan kondisi masing-masing dan mengikuti anjuran tenaga medis.
Tidur miring juga bukan tanpa kekurangan. Berat badan yang terus bertumpu pada satu sisi dalam waktu lama dapat membuat bahu atau pinggul terasa nyeri.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menggunakan guling atau bantal di antara kedua lutut.
Penyangga tersebut membantu menjaga panggul dan tulang belakang tetap sejajar sekaligus mengurangi tekanan pada persendian.
Tubuh Bisa Mengubah Posisi Saat Tidur
Tubuh ternyata memiliki mekanisme alami untuk mengurangi tekanan akibat berada dalam satu posisi terlalu lama.
Tanpa disadari, seseorang dapat mengubah posisi tidurnya beberapa kali sepanjang malam.
"Sebenarnya tubuh kita juga pintar, tanpa sadar kita bakal gonta-ganti posisi pas tidur bahkan bisa sampai 20 sampai 30 kali dalam semalam demi ngilangin rasa pegal-pegal," lanjut narasi dalam tayangan itu.
Perubahan posisi tersebut merupakan respons alami tubuh untuk mengurangi tekanan pada otot dan persendian selama tidur.
Dengan demikian, tidak ada satu posisi tidur yang dapat disebut paling sempurna untuk semua orang.
Pilihan posisi ideal perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan, kenyamanan, serta keluhan yang dialami.
Menggunakan bantal atau guling sebagai penyangga juga dapat membantu tubuh mempertahankan posisi yang lebih nyaman.
Dengan mengenali kebutuhan tubuh, kualitas tidur diharapkan dapat lebih baik dan keluhan seperti pegal atau nyeri saat bangun dapat diminimalkan. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari