Sering Minum Kopi Setelah Jam 2 Siang? Waspada, Ini Dampaknya bagi Kualitas Tidur

Dya Laras Miftaqu Rohmah • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 13:27 WIB
Secangkir kopi sore kerap menjadi pilihan untuk melawan kantuk, tetapi kafein dapat mengganggu kualitas tidur. (pinterest)
Secangkir kopi sore kerap menjadi pilihan untuk melawan kantuk, tetapi kafein dapat mengganggu kualitas tidur. (pinterest)

RADARBONANG.ID - Minum kopi pada sore hari mungkin sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian orang, terutama untuk menjaga tubuh tetap terjaga di tengah aktivitas.

Namun, kebiasaan tersebut ternyata dapat berdampak pada kualitas tidur jika dilakukan terlalu dekat dengan waktu istirahat malam.

Sleep Coach Vishal Dasani mengingatkan, konsumsi kafein setelah pukul 14.00 dapat membuat tubuh tetap terpapar efek kafein hingga berjam-jam kemudian.

Kondisi tersebut berpotensi mengganggu fase tidur nyenyak atau deep sleep yang dibutuhkan tubuh untuk memulihkan diri.

Baca Juga: Kenapa Kopi Gajah Berbeda dari Kopi Biasa? Biji Kopinya Melewati Sistem Pencernaan Gajah

"Kafein setelah jam 2 siang bertahan 8 jam di tubuh dan menghancurkan deep sleep. Banyak orang merasa tidur 8 jam tapi kualitasnya rusak," tegas Vishal Dasani.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa durasi tidur bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan.

Seseorang bisa saja tidur selama delapan jam, tetapi belum tentu mendapatkan kualitas tidur yang optimal apabila tubuh masih terpengaruh kafein.

Kafein Sore Bisa Ganggu Kualitas Tidur

Kafein dikenal sebagai zat stimulan yang membuat seseorang lebih waspada dan tidak mudah mengantuk.

Karena efek tersebut, kopi kerap menjadi pilihan ketika tubuh mulai merasa lelah pada siang hingga sore hari.

Masalahnya, efek kafein tidak langsung hilang setelah rasa kantuk berkurang.

Sisa kafein masih dapat berada di dalam tubuh ketika seseorang mulai bersiap tidur pada malam hari.

Akibatnya, seseorang mungkin tetap dapat tertidur, tetapi kualitas istirahatnya tidak maksimal.

Salah satu fase penting yang dapat terganggu adalah deep sleep, yakni tahap tidur nyenyak yang berperan dalam proses pemulihan tubuh.

Kondisi tersebut juga membuat kebiasaan minum kopi sore berpotensi membentuk pola berulang.

Tubuh yang tidak memperoleh istirahat berkualitas dapat terasa lelah pada keesokan harinya sehingga seseorang kembali mengandalkan kopi untuk membantu menjaga energi dan konsentrasi.

Jangan Abaikan Kebutuhan Tubuh untuk Beristirahat

Kebiasaan mengandalkan kafein untuk melawan rasa lelah perlu diimbangi dengan perhatian terhadap kebutuhan tubuh untuk beristirahat.

Tidur bukan sekadar aktivitas untuk menghilangkan rasa kantuk.

Tubuh membutuhkan waktu istirahat untuk menjalankan berbagai proses pemulihan sehingga kualitas tidur juga perlu menjadi perhatian.

Karena itu, menikmati kopi tetap dapat menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari, tetapi waktu konsumsinya perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang sensitif terhadap kafein atau mengalami gangguan tidur.

Mengurangi konsumsi kopi pada sore hari juga dapat menjadi salah satu langkah untuk membantu menjaga kualitas tidur malam.

Dengan begitu, tubuh memiliki kesempatan lebih baik untuk beristirahat setelah menjalani aktivitas sepanjang hari.

Pada akhirnya, menjaga produktivitas tidak harus selalu dilakukan dengan menambah asupan kafein.

Mengenali batas kemampuan tubuh dan memberikan waktu istirahat yang cukup juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dan keseimbangan aktivitas sehari-hari. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
deep sleep waktu istirahat kualitas tidur kafein kopi