Jangan Dianggap Sepele, Kebiasaan Menelan Rambut Bisa Membentuk Gumpalan di Dalam Lambung

Defy Maulida Puspaaji • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 11:32 WIB
Rambut yang tertelan ternyata tidak selalu berakhir begitu saja. Jika dilakukan berulang, helai rambut bisa menumpuk menjadi gumpalan keras di lambung hingga menjalar ke usus. (ilustrasi)
Rambut yang tertelan ternyata tidak selalu berakhir begitu saja. Jika dilakukan berulang, helai rambut bisa menumpuk menjadi gumpalan keras di lambung hingga menjalar ke usus. (ilustrasi) 

RADARBONANG.ID – Rambut yang tidak sengaja ikut tertelan biasanya tidak langsung menimbulkan masalah serius.

Namun, ceritanya berbeda jika seseorang memiliki kebiasaan menelan rambut secara berulang.

Rambut bukan seperti makanan yang dapat dipecah dan dicerna oleh sistem pencernaan.

Ketika masuk ke lambung dalam jumlah kecil, rambut umumnya dapat melewati saluran pencernaan.

Akan tetapi, jika terus masuk dalam jumlah banyak, helai rambut bisa berkumpul dan saling melilit hingga membentuk massa padat.

Gumpalan rambut yang berada di dalam lambung tersebut dikenal sebagai trikobezoar.

Baca Juga: Jadi Model Jersey Tim Indonesia untuk Asian Games 2026, Ini Sosok Putra Maudy dan Diah Permatasari

Dalam kondisi tertentu, ukurannya dapat terus membesar dan mengganggu fungsi saluran pencernaan.

Yang lebih perlu diperhatikan, gumpalan tersebut bahkan dapat memanjang dari lambung menuju usus halus. Kondisi langka ini dikenal sebagai Sindrom Rapunzel.

Rambut Tidak Mudah Diuraikan oleh Lambung

Sistem pencernaan manusia dirancang untuk memproses makanan, bukan rambut.

Struktur rambut membuatnya relatif sulit dihancurkan oleh proses pencernaan normal.

Ketika rambut masuk ke lambung, helai tersebut tidak diproses seperti protein, karbohidrat, atau lemak dari makanan.

Jika hanya sedikit dan masuk secara tidak sengaja, rambut biasanya dapat bergerak melalui saluran pencernaan.

Masalah mulai muncul ketika rambut tertelan berulang kali.

Helai demi helai dapat tertahan dan berkumpul di dalam lambung.

Seiring waktu, rambut yang terus masuk dapat saling melilit, bercampur dengan lendir serta isi lambung, kemudian menjadi semakin padat.

Proses tersebut dapat menghasilkan trikobezoar.

Ukuran gumpalan dapat berbeda pada setiap orang.

Semakin banyak rambut yang tertelan dan semakin lama kebiasaan tersebut berlangsung, semakin besar pula kemungkinan terbentuknya massa rambut di dalam lambung.

Kebiasaan Menelan Rambut Bisa Berkaitan dengan Trikofagia

Kebiasaan mengunyah atau menelan rambut dikenal sebagai trikofagia.

Perilaku tersebut dapat terjadi secara berulang dan dalam sejumlah kasus berkaitan dengan trikotilomania, yakni dorongan untuk mencabut rambut sendiri secara berulang.

Ketika rambut yang dicabut kemudian dimasukkan ke mulut dan ditelan, jumlah rambut yang masuk ke saluran pencernaan dapat terus bertambah.

Persoalannya, seseorang belum tentu langsung menyadari adanya gumpalan rambut di dalam lambung.

Trikobezoar dapat berkembang secara perlahan sehingga keluhannya baru muncul ketika massa sudah cukup besar.

Gejalanya juga tidak selalu spesifik.

Seseorang dapat mengalami sakit atau rasa tidak nyaman di perut, mual, muntah, cepat merasa kenyang, hingga gangguan pencernaan lainnya.

Keluhan semacam itu dapat menyerupai masalah lambung atau pencernaan yang lebih umum.

Karena itu, kebiasaan menelan rambut menjadi informasi penting yang perlu disampaikan ketika seseorang menjalani pemeriksaan medis.

Gumpalan Rambut Bisa Menjalar ke Usus

Pada kasus tertentu, trikobezoar tidak berhenti berada di lambung.

Massa rambut dapat berkembang dan memanjang melewati saluran keluar lambung hingga masuk ke usus halus.

Kondisi inilah yang dikenal sebagai Sindrom Rapunzel.

Namanya memang terdengar seperti cerita dongeng, tetapi kondisi medis tersebut dapat menimbulkan persoalan serius.

Gumpalan rambut yang memanjang dapat mengganggu pergerakan isi saluran pencernaan dan berpotensi menyebabkan penyumbatan.

Jika tidak ditangani, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi komplikasi yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Risiko komplikasi juga bergantung pada ukuran, lokasi, serta kondisi gumpalan yang terbentuk di dalam saluran pencernaan.

Pemeriksaan Diperlukan untuk Mengetahui Gumpalan

Trikobezoar tidak dapat diketahui hanya dengan melihat gejala.

Dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan tertentu berdasarkan keluhan dan kondisi pasien.

Salah satu pemeriksaan yang dapat digunakan adalah endoskopi.

Melalui prosedur tersebut, dokter dapat melihat kondisi bagian dalam saluran pencernaan dan mengetahui keberadaan massa rambut.

Penanganannya kemudian disesuaikan dengan ukuran dan lokasi trikobezoar.

Pada massa yang relatif kecil dan kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan metode pengeluaran melalui prosedur endoskopi.

Namun, jika gumpalan sudah berukuran besar atau menimbulkan komplikasi, tindakan operasi dapat diperlukan untuk mengeluarkannya.

Artinya, penanganan tidak bisa disamakan untuk setiap kasus.

Dokter perlu menilai kondisi secara menyeluruh sebelum menentukan tindakan yang paling tepat.

Jangan Anggap Sepele Kebiasaan Menelan Rambut

Rambut memang tampak sebagai benda ringan dan tidak berbahaya.

Menelan satu atau beberapa helai secara tidak sengaja juga berbeda dengan kebiasaan menelan rambut secara terus-menerus.

Yang perlu diwaspadai adalah pola berulang yang menyebabkan rambut terus masuk ke saluran pencernaan dalam jumlah banyak.

Jika seseorang memiliki kebiasaan tersebut dan mulai mengalami sakit perut, mual, muntah, mudah kenyang, atau gangguan pencernaan yang tidak kunjung membaik, pemeriksaan medis sebaiknya dipertimbangkan.

Baca Juga: Bukan dengan Marah, Ini 9 Cara Efektif Mengajarkan Disiplin Anak Tanpa Kekerasan di Rumah

Terlebih apabila kebiasaan mencabut, mengunyah, atau menelan rambut sulit dikendalikan.

Kondisi tersebut juga perlu mendapat perhatian agar penyebab perilakunya dapat ditangani, bukan hanya dampak fisiknya.

Pada akhirnya, tubuh memang memiliki kemampuan luar biasa dalam memproses berbagai jenis makanan. Namun, kemampuan tersebut memiliki batas.

Rambut yang masuk ke saluran pencernaan secara terus-menerus dapat menumpuk menjadi trikobezoar.

Dalam kasus tertentu, massa tersebut bahkan dapat memanjang hingga usus halus dan menyebabkan Sindrom Rapunzel.

Karena itu, kebiasaan menelan rambut sebaiknya tidak dianggap sekadar perilaku aneh atau sepele.

Jika dilakukan berulang kali, kebiasaan tersebut dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang membutuhkan penanganan serius.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : Radar Bonang
menelan rambut trikobezoar Sindrom Rapunzel trikofagia bahaya menelan rambut