Matcha Bikin Pikiran Lebih Tenang dari Kopi? Ini Peran L-Theanine yang Jarang Diketahui

Siska Yudianti • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 11:13 WIB
Kopi bikin melek, tapi malah bikin pikiran ikut ngebut? Matcha punya cerita berbeda. Kandungan L-theanine di dalamnya dikaitkan dengan rasa rileks sekaligus tetap fokus. (Ilustrasi matcha)
Kopi bikin melek, tapi malah bikin pikiran ikut ngebut? Matcha punya cerita berbeda. Kandungan L-theanine di dalamnya dikaitkan dengan rasa rileks sekaligus tetap fokus. (Ilustrasi matcha)

RADARBONANG.ID – Pernah merasa kopi berhasil membuat mata lebih melek, tetapi pikiran justru terasa semakin aktif?

Bagi sebagian orang, kafein memang bisa memberikan dorongan energi dan kewaspadaan dengan cepat.

Namun, pada orang yang sensitif terhadap kafein, efek tersebut terkadang justru disertai rasa gelisah atau jantung berdebar.

Di sisi lain, ada minuman yang belakangan semakin populer karena menawarkan pengalaman berbeda, yaitu matcha.

Minuman berwarna hijau ini tetap mengandung kafein, tetapi juga memiliki L-theanine, yaitu senyawa alami yang terdapat pada daun teh.

Baca Juga: Sarapan Ala Jepang Bukan Cuma Estetik, Ini Rahasia di Balik Menu yang Terlihat Sederhana

Kombinasi tersebut membuat matcha sering dikaitkan dengan kondisi yang disebut calm alertness, yakni keadaan ketika seseorang tetap merasa waspada dan fokus tanpa sensasi stimulasi yang terlalu kuat.

Namun, apakah benar matcha lebih ampuh menenangkan pikiran dibandingkan kopi?

Jawabannya tidak sesederhana itu.

L-Theanine Jadi Salah Satu Pembeda Matcha

L-theanine merupakan asam amino yang secara alami ditemukan terutama pada tanaman teh.

Senyawa ini menarik perhatian para peneliti karena dikaitkan dengan relaksasi, perhatian, respons terhadap stres, dan sejumlah aspek fungsi kognitif.

Berbeda dengan kafein yang bersifat stimulan, L-theanine memiliki karakter yang lebih berkaitan dengan kondisi rileks tanpa harus membuat seseorang langsung mengantuk.

Inilah salah satu alasan mengapa matcha memiliki karakter yang berbeda dari minuman berkafein lainnya.

Matcha sendiri dibuat dengan menggiling daun teh menjadi bubuk sangat halus.

Ketika dikonsumsi, bubuk tersebut ikut masuk ke dalam minuman sehingga komponen alami dari daun teh turut dikonsumsi.

Hal tersebut berbeda dengan teh seduh biasa yang umumnya hanya menggunakan air untuk mengekstraksi sebagian senyawa dari daun.

Matcha Tetap Mengandung Kafein

Jangan sampai menganggap matcha sebagai minuman bebas kafein.

Matcha tetap mengandung kafein, sehingga tetap dapat memberikan efek meningkatkan kewaspadaan dan membantu mengurangi rasa lelah.

Yang membuatnya menarik adalah adanya kombinasi antara kafein dan L-theanine.

Kafein memberikan efek stimulan, sedangkan L-theanine dalam penelitian dikaitkan dengan kondisi relaksasi dan perhatian.

Kombinasi tersebut menjadi alasan mengapa efek matcha sering digambarkan sebagai calm focus.

Artinya, seseorang bisa tetap mendapatkan dorongan untuk berkonsentrasi tanpa selalu merasakan sensasi “ngegas” seperti yang mungkin dirasakan setelah mengonsumsi kafein dalam jumlah tertentu.

Kenapa Kopi Bisa Bikin Sebagian Orang Gelisah?

Kopi menjadi salah satu sumber kafein yang paling populer di dunia.

Dalam jumlah yang sesuai dengan toleransi tubuh, kafein dapat membantu meningkatkan kewaspadaan, perhatian, dan energi.

Namun, respons tubuh terhadap kafein berbeda-beda.

Orang yang lebih sensitif dapat mengalami rasa gugup, gelisah, tangan gemetar, jantung berdebar, atau kesulitan tidur setelah mengonsumsi terlalu banyak kafein.

Besarnya efek juga dipengaruhi oleh jumlah kafein yang dikonsumsi, waktu konsumsi, kebiasaan minum kafein, serta kondisi tubuh masing-masing.

Karena itu, tidak tepat jika semua orang dianggap akan mendapatkan pengalaman yang sama setelah minum kopi.

Matcha Bukan Berarti Lebih Ampuh untuk Semua Orang

Popularitas L-theanine membuat matcha sering mendapatkan label sebagai minuman yang mampu “menenangkan kecemasan”.

Padahal, klaim tersebut perlu disikapi dengan hati-hati.

Penelitian mengenai L-theanine memang menunjukkan potensi dalam membantu relaksasi dan beberapa aspek perhatian atau stres.

Namun, hasil penelitian tidak berarti bahwa matcha dapat digunakan sebagai pengobatan gangguan kecemasan.

Efek yang dirasakan juga dapat berbeda antara satu orang dengan orang lainnya.

Jadi, istilah yang lebih tepat adalah matcha berpotensi memberikan kombinasi antara kewaspadaan dan rasa rileks.

Bukan berarti matcha merupakan obat anti-kecemasan.

Matcha Murni dan Matcha Latte Tidak Sama

Ada hal lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan.

Tidak semua minuman yang menggunakan nama matcha memiliki kandungan dan komposisi yang sama.

Matcha murni umumnya mempunyai rasa khas yang cenderung vegetal, sedikit pahit, dan memiliki karakter umami.

Sementara itu, minuman matcha kekinian sering dicampur dengan susu, krimer, gula, sirup, atau berbagai topping.

Akibatnya, kandungan nutrisi dan jumlah gula dalam minuman tersebut bisa sangat berbeda dibandingkan matcha yang diseduh tanpa banyak tambahan.

Jika tujuan mengonsumsi matcha adalah mendapatkan karakter alami daun teh, perhatikan komposisi produk yang digunakan.

Jangan hanya terpaku pada warna hijau atau nama “matcha” yang tertera pada menu.

Mana yang Lebih Cocok untuk Fokus?

Kopi dan matcha sama-sama dapat menjadi pilihan bagi orang yang membutuhkan tambahan kewaspadaan.

Kopi cenderung memberikan efek kafein yang lebih terasa bagi banyak orang, sehingga sering dipilih ketika membutuhkan dorongan energi.

Matcha menawarkan kombinasi yang sedikit berbeda karena selain kafein, terdapat pula L-theanine di dalamnya.

Bagi sebagian orang, kombinasi tersebut terasa lebih lembut dan tidak terlalu membuat tubuh “terdorong” oleh kafein.

Namun, pengalaman tersebut bukan aturan mutlak.

Ada orang yang tetap merasa lebih nyaman dengan kopi, sementara orang lainnya merasa lebih cocok dengan matcha.

Jangan Lupa Perhatikan Jumlah Kafein

Meski memiliki L-theanine, konsumsi matcha tetap perlu memperhatikan jumlahnya.

Terlalu banyak kafein tetap dapat menyebabkan efek yang tidak menyenangkan, terutama pada orang yang sensitif.

Konsumsi kafein terlalu dekat dengan waktu tidur juga dapat mengganggu kualitas tidur.

Karena itu, memilih antara kopi dan matcha bukan hanya soal minuman mana yang sedang populer.

Pertimbangkan juga seberapa banyak kafein yang dikonsumsi dan bagaimana tubuh memberikan respons setelahnya.

Fokus Tanpa Terlalu “Ngegas”

Pada akhirnya, daya tarik matcha bukan karena minuman ini bisa menggantikan kopi atau otomatis membuat seseorang bebas dari rasa cemas.

Yang membuatnya menarik adalah kombinasi alami antara kafein dan L-theanine.

Kafein dapat membantu meningkatkan kewaspadaan, sementara L-theanine menjadi salah satu senyawa yang diteliti karena potensinya mendukung kondisi rileks dan perhatian.

Baca Juga: Mobil Listrik Bekas Makin Murah, September 2026 Ada yang Dibanderol Rp 124 Jutaan

Perpaduan tersebut membuat matcha terasa berbeda bagi sebagian orang.

Jadi, jika kopi membuat mata lebih terbuka tetapi pikiran terasa terlalu aktif, matcha mungkin bisa menjadi alternatif yang menarik untuk dicoba.

Namun, tidak perlu menganggapnya sebagai minuman yang pasti lebih baik.

Pada akhirnya, tubuh setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap kafein dan L-theanine.

Karena itu, pilihan terbaik tetap bergantung pada kebutuhan, toleransi kafein, komposisi minuman, serta bagaimana tubuh meresponsnya.

Sebab, mendapatkan fokus bukan hanya tentang membuat mata tetap terbuka.

Terkadang, yang dicari justru kemampuan untuk tetap terjaga tanpa merasa terlalu “ngegas”.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : Radar Bonang
matcha dan L-theanine manfaat L-theanine matcha vs kopi matcha untuk fokus kandungan matcha