Jantung Bukan Cuma Masalah Orang Tua, Kebiasaan Anak Muda Ini Mulai Jadi Perhatian Dokter

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 07:19 WIB
Merasa masih muda berarti jantung pasti aman? Belum tentu. Beberapa kebiasaan yang terlihat sepele ternyata bisa memengaruhi kesehatan jantung jika dilakukan terus-menerus. (ilustrasi)
Merasa masih muda berarti jantung pasti aman? Belum tentu. Beberapa kebiasaan yang terlihat sepele ternyata bisa memengaruhi kesehatan jantung jika dilakukan terus-menerus. (ilustrasi)

RADARBONANG.ID – Penyakit jantung selama ini kerap dianggap sebagai masalah kesehatan yang identik dengan orang berusia lanjut.

Padahal, kesehatan jantung sebenarnya perlu diperhatikan sejak usia muda.

Gaya hidup modern membuat banyak anak muda tanpa sadar menjalani rutinitas yang kurang bersahabat bagi jantung.

Duduk berjam-jam di depan laptop, terlalu lama bermain ponsel, jarang berolahraga, pola makan tidak teratur hingga kebiasaan merokok dapat menjadi bagian dari keseharian.

Masalahnya, dampak kebiasaan tersebut sering kali tidak langsung terasa.

Seseorang bisa tetap merasa sehat dan bugar meski memiliki pola hidup yang kurang aktif.

Baca Juga: Cuma Makan Satu Genggam Sehari, Kacang Ini Dikaitkan dengan Risiko Hipertensi Lebih Rendah

Duduk Lama Jadi Kebiasaan yang Sering Dianggap Sepele

Bekerja di depan komputer, kuliah, bermain gim, menonton film hingga scrolling media sosial membuat waktu duduk semakin panjang.

Perilaku seperti ini dikenal sebagai sedentary behavior, yaitu aktivitas dengan pengeluaran energi rendah ketika seseorang duduk atau berbaring saat terjaga.

WHO menyebut perilaku sedentari dan kurang aktivitas fisik dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan.

Kurang bergerak juga berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit tidak menular, termasuk penyakit jantung dan stroke.

American Heart Association juga menyoroti hubungan antara terlalu banyak duduk dengan kesehatan jantung.

Organisasi tersebut mendorong masyarakat untuk mengurangi waktu duduk dan lebih sering bergerak sepanjang hari.

Artinya, persoalannya bukan hanya apakah seseorang pergi ke gym atau tidak.

Aktivitas kecil sepanjang hari juga menjadi bagian penting dari gaya hidup aktif.

Usia Muda Bukan Berarti Bebas Risiko

Merasa masih muda memang bukan alasan untuk mengabaikan kesehatan jantung.

WHO mencatat faktor perilaku seperti kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, penggunaan tembakau dan konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Faktor-faktor tersebut dapat berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi, kadar gula darah, kadar lemak darah dan berat badan berlebih.

Kondisi tersebut bisa berkembang secara perlahan. Karena itu, seseorang mungkin tidak merasakan keluhan berarti pada awalnya.

Kebiasaan yang dilakukan bertahun-tahun kemudian dapat menjadi bagian dari masalah kesehatan ketika usia bertambah.

Bukan Berarti Harus Langsung Olahraga Berat

Kabar baiknya, memperbaiki kebiasaan tidak harus selalu dimulai dengan olahraga berat.

WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan setidaknya 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang dalam satu minggu atau 75 menit aktivitas fisik intensitas berat, atau kombinasi keduanya.

WHO juga menekankan bahwa melakukan aktivitas fisik dalam jumlah tertentu tetap lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali.

Jalan kaki, bersepeda, naik turun tangga, melakukan pekerjaan rumah atau olahraga ringan bisa menjadi awal.

Bagi mereka yang sehari-hari bekerja sambil duduk, kebiasaan sederhana seperti berdiri dan berjalan sebentar secara berkala juga dapat membantu mengurangi waktu sedentari.

Mulai Perhatikan Kebiasaan Sehari-hari

Menjaga kesehatan jantung sejak muda bukan berarti harus menjalani kehidupan yang penuh larangan.

Kuncinya adalah membangun kebiasaan yang bisa dilakukan secara konsisten.

Baca Juga: Lebih dari 200 Posisi di Apple Dipangkas, Fokus Vision Pro dan Siri Kini Bergeser ke AI

Mulailah dengan memperbanyak aktivitas fisik, mengatur pola makan, menjaga berat badan, tidak merokok serta memperhatikan tekanan darah, gula darah dan kadar kolesterol.

American Heart Association menyarankan orang dewasa mendapatkan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggu atau 75 menit aktivitas intensitas berat. Aktivitas tersebut idealnya dilakukan secara rutin sepanjang minggu.

Jika memiliki faktor risiko atau keluhan tertentu, pemeriksaan medis tetap penting.

Jangan menunggu usia tua untuk mulai peduli terhadap organ yang bekerja tanpa henti tersebut.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan jantung bukan hanya urusan ketika seseorang sudah sakit.

Kebiasaan yang dibangun sejak muda justru menjadi salah satu investasi penting untuk menjaga kualitas hidup di masa mendatang.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : Radar Bonang
risiko penyakit jantung kesehatan jantung anak muda penyakit jantung usia muda kebiasaan buruk anak muda gaya hidup sehat