Cuma Makan Satu Genggam Sehari, Kacang Ini Dikaitkan dengan Risiko Hipertensi Lebih Rendah

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:29 WIB
Kacang ternyata bukan sekadar camilan! Penelitian terbaru menemukan konsumsi sekitar 30 gram kacang sehari dikaitkan dengan risiko hipertensi yang lebih rendah. Tapi jangan asal pilih, karena kacang tinggi garam justru bisa jadi masalah. (ilustrasi)
Kacang ternyata bukan sekadar camilan! Penelitian terbaru menemukan konsumsi sekitar 30 gram kacang sehari dikaitkan dengan risiko hipertensi yang lebih rendah. Tapi jangan asal pilih, karena kacang tinggi garam justru bisa jadi masalah. (ilustrasi)

RADARBONAG.ID – Hipertensi sering disebut sebagai salah satu masalah kesehatan yang perlu diwaspadai karena tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Menariknya, upaya menjaga tekanan darah ternyata tidak selalu harus dimulai dari perubahan besar.

Salah satu kebiasaan sederhana yang mulai mendapat perhatian adalah mengonsumsi kacang-kacangan secara rutin.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Nutrition pada 4 Agustus 2026 menemukan bahwa konsumsi kacang berkaitan dengan risiko hipertensi yang lebih rendah.

Dalam penelitian tersebut, konsumsi sekitar 28–30 gram kacang per hari atau kurang lebih satu genggam dikaitkan dengan penurunan risiko hipertensi.

Baca Juga: Karhutla Kalimantan belum Selesai, Sekarang Kampung Adat Sade Lombok Dilalap Api

Namun, ada catatan penting. Penelitian tersebut belum membuktikan bahwa makan kacang secara langsung dapat mencegah hipertensi.

Kacang lebih tepat dipandang sebagai salah satu bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung.

Satu Genggam Kacang Setiap Hari Jadi Sorotan

Penelitian tersebut merupakan tinjauan sistematis dan meta-analisis terhadap delapan penelitian prospektif dengan total 143.380 orang dewasa berusia 18–87 tahun.

Selama periode pemantauan, tercatat lebih dari 20 ribu kasus hipertensi.

Ketika peneliti membandingkan kelompok dengan konsumsi kacang paling tinggi dan paling rendah, mereka menemukan kelompok yang lebih banyak mengonsumsi kacang memiliki risiko hipertensi sekitar 16 persen lebih rendah.

Bahkan, setiap tambahan konsumsi sekitar 28 gram kacang per hari dikaitkan dengan risiko hipertensi 20 persen lebih rendah.

Ketika jumlah konsumsi berada di sekitar 30 gram per hari, risikonya dikaitkan lebih rendah hingga 26 persen dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi kacang.

Meski demikian, menambah konsumsi kacang dalam jumlah jauh lebih banyak tidak menunjukkan bukti bahwa manfaatnya otomatis semakin besar.

Artinya, bukan berarti semakin banyak kacang yang dimakan maka semakin kecil kemungkinan seseorang mengalami hipertensi.

Mengapa Kacang Bisa Berkaitan dengan Tekanan Darah?

Kacang-kacangan memiliki sejumlah kandungan nutrisi yang mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Di dalamnya terdapat serat, lemak tak jenuh, magnesium, kalium, protein nabati, vitamin, serta berbagai senyawa antioksidan.

Magnesium diketahui berperan dalam fungsi pembuluh darah, sementara kalium dapat membantu mengimbangi efek natrium terhadap tekanan darah.

Hal ini sejalan dengan anjuran pola makan sehat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Asupan natrium yang terlalu tinggi berkaitan dengan peningkatan tekanan darah, sedangkan konsumsi makanan yang mengandung kalium, termasuk buah dan sayuran, dapat membantu mengurangi dampak tersebut.

Beberapa jenis kacang seperti almond, kacang tanah, dan kenari juga mengandung L-arginine yang dapat berperan dalam proses pelebaran pembuluh darah.

Karena itu, memasukkan kacang sebagai bagian dari pola makan sehari-hari bisa menjadi salah satu pilihan camilan yang lebih mendukung kesehatan kardiometabolik.

Jangan Salah Pilih Kacang, Garamnya Justru Bisa Jadi Masalah

Ada satu hal yang sering luput ketika membicarakan manfaat kacang: cara mengonsumsinya.

Kacang yang dikonsumsi tanpa tambahan garam atau dengan kadar garam rendah lebih disarankan dibandingkan kacang yang sangat asin.

Pasalnya, kacang kemasan dengan tambahan garam dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan asupan natrium.

Padahal, terlalu banyak natrium merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan meningkatnya tekanan darah.

WHO merekomendasikan orang dewasa membatasi konsumsi natrium hingga kurang dari 2.000 miligram per hari atau setara kurang dari 5 gram garam.

Jadi, jangan sampai niat mencari camilan yang lebih sehat justru membuat konsumsi garam ikut melonjak.

Kacang panggang tanpa garam, kacang rebus, atau jenis kacang dengan kandungan natrium rendah dapat menjadi pilihan yang lebih masuk akal.

Hipertensi Tidak Bisa Dicegah Hanya dengan Kacang

Meski hasil penelitian tersebut menarik, kacang bukanlah makanan ajaib yang bisa membuat seseorang terbebas dari hipertensi.

Penelitian yang menjadi dasar temuan tersebut bersifat observasional sehingga belum dapat memastikan hubungan sebab-akibat secara langsung.

Artinya, belum bisa dikatakan bahwa konsumsi kacang sendirilah yang menyebabkan risiko hipertensi menjadi lebih rendah.

Tekanan darah dipengaruhi banyak faktor.

Pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, berat badan, konsumsi garam, kebiasaan merokok, alkohol, faktor usia, hingga riwayat keluarga dapat berperan.

WHO juga menyebut pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, berat badan berlebih atau obesitas, konsumsi alkohol, dan asupan garam berlebihan sebagai sejumlah faktor yang meningkatkan risiko hipertensi.

Karena itu, menambahkan kacang ke dalam menu sebaiknya dibarengi kebiasaan lain seperti memperbanyak buah dan sayuran, aktif bergerak, membatasi makanan tinggi garam, serta rutin memeriksa tekanan darah.

Kebiasaan Kecil yang Bisa Dimulai dari Sekarang

Konsumsi satu genggam kacang tanpa banyak garam mungkin terlihat sebagai perubahan kecil.

Namun, kebiasaan tersebut bisa menjadi bagian dari pola makan yang lebih sehat jika dilakukan secara konsisten dan diimbangi dengan pilihan makanan lainnya.

Tidak perlu pula terpaku pada satu jenis kacang.

Almond, kenari, kacang tanah, pistachio, dan berbagai jenis kacang lainnya dapat menjadi pilihan, selama cara pengolahannya tidak membuat kandungan garam, gula, atau lemak tambahan menjadi berlebihan.

Baca Juga: 3.704 Titik Panas Terdeteksi di Kalbar, Prabowo Langsung Turun Cek Penanganan Karhutla

Yang paling penting adalah melihat pola makan secara keseluruhan.

Sebab, menjaga tekanan darah bukan tentang mencari satu makanan yang dianggap paling ampuh, melainkan membangun kebiasaan yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Jadi, kalau selama ini kacang hanya dianggap sebagai camilan teman nonton atau pelengkap makanan, mungkin sudah waktunya melihatnya dari sudut pandang berbeda.

Satu genggam kacang memang bukan jaminan bebas hipertensi.

Tetapi jika dipilih dengan tepat dan menjadi bagian dari pola makan seimbang, kebiasaan sederhana ini bisa ikut mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : health.detik.com
kacang untuk hipertensi cara mencegah hipertensi manfaat kacang untuk kesehatan makanan penurun tekanan darah tekanan darah tinggi