RADARBONAG.ID – Inggris tengah berada di jalur menuju sebuah pencapaian besar dalam dunia kesehatan.
Negara tersebut berpotensi menjadi salah satu negara pertama di dunia yang berhasil mengeliminasi hepatitis C dari populasinya.
Kemajuan ini didorong oleh program pengobatan yang semakin efektif serta kemampuan sistem kesehatan Inggris dalam menemukan dan menangani pasien yang terinfeksi.
Data terbaru menunjukkan tingkat pengobatan terhadap kasus hepatitis C yang telah diketahui di Inggris kini mencapai 84,6 persen. Angka tersebut semakin mendekati target nasional sebesar 90 persen pada 2030.
Jika tren tersebut terus berlanjut, Inggris berpeluang mencatat sejarah dalam upaya mengendalikan salah satu penyakit infeksi yang selama ini menjadi persoalan kesehatan masyarakat.
Target Besar Inggris untuk Hepatitis C
Pemerintah Inggris sebelumnya menetapkan target ambisius untuk mengatasi hepatitis C.
Negara tersebut menargetkan pengobatan terhadap 90 persen kasus yang telah diketahui pada 2030.
Selain itu, angka kematian akibat penyakit tersebut juga ditargetkan turun sebesar 65 persen dibandingkan kondisi pada 2015.
Perjalanan menuju target tersebut kini menunjukkan perkembangan positif.
Tingkat pengobatan telah mencapai 84,6 persen. Sementara itu, angka kematian akibat hepatitis C juga dilaporkan telah mengalami penurunan sekitar 36 persen dibandingkan periode acuan 2015.
Dengan capaian tersebut, target yang sebelumnya terlihat sangat besar kini mulai semakin realistis.
Pengobatan Modern Jadi Kunci
Salah satu faktor penting di balik kemajuan Inggris adalah perkembangan pengobatan hepatitis C.
Berbeda dengan kondisi beberapa dekade lalu, hepatitis C kini dapat ditangani dengan obat antivirus yang bekerja secara langsung terhadap virus.
Terapi modern tersebut dikenal sebagai Direct-Acting Antivirals (DAA).
Pengobatan biasanya diberikan dalam bentuk tablet selama sekitar delapan hingga 12 minggu.
Pada pasien yang mendapatkan terapi sesuai kondisi medisnya, tingkat kesembuhan dapat mencapai sekitar 95 persen.
Kemajuan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa eliminasi hepatitis C kini bukan lagi sekadar target di atas kertas.
Namun, keberhasilan pengobatan tetap sangat bergantung pada kemampuan menemukan penderita yang belum terdiagnosis dan memastikan mereka mendapatkan terapi.
Tantangan Terbesarnya Justru Mencari Pasien
Obat yang efektif tidak akan banyak membantu jika seseorang tidak mengetahui dirinya terinfeksi.
Hepatitis C kerap menjadi persoalan karena infeksi dapat berlangsung tanpa gejala yang jelas pada tahap awal.
Seseorang dapat terlihat sehat, tetapi virus tetap berada di dalam tubuh dan perlahan berpotensi menyebabkan kerusakan hati.
Karena itu, pemeriksaan atau skrining menjadi bagian penting dari strategi eliminasi.
Setelah seseorang teridentifikasi positif, pasien dapat diarahkan mendapatkan pengobatan sehingga virus dapat dibasmi dan risiko komplikasi serius dapat ditekan.
Strategi semacam inilah yang membuat pencapaian target eliminasi membutuhkan lebih dari sekadar penyediaan obat.
Angka Kematian Juga Mulai Menurun
Kemajuan Inggris tidak hanya terlihat dari jumlah pasien yang mendapatkan pengobatan.
Angka kematian terkait hepatitis C juga mengalami penurunan.
Data terbaru menunjukkan penurunannya telah mencapai sekitar 36 persen dibandingkan angka pada 2015.
Pemerintah Inggris menargetkan penurunan tersebut dapat mencapai 65 persen pada 2030.
Jika pengobatan terus diperluas dan pasien yang terinfeksi semakin cepat ditemukan, angka kematian diharapkan dapat terus ditekan.
Hal tersebut memperlihatkan bagaimana kombinasi antara deteksi, pengobatan dan pemantauan pasien dapat memberikan dampak besar terhadap penyakit yang sebelumnya sulit dikendalikan.
Apa Sebenarnya Arti "Eliminasi"?
Istilah eliminasi perlu dipahami dengan tepat.
Menjadi negara yang "bebas hepatitis C" bukan berarti virus tersebut secara ajaib menghilang dan tidak akan pernah ditemukan lagi.
Dalam konteks kesehatan masyarakat, eliminasi lebih berkaitan dengan keberhasilan menekan infeksi dan dampaknya hingga berada pada tingkat yang sangat rendah sesuai indikator yang telah ditetapkan.
Artinya, keberhasilan Inggris nantinya tidak hanya ditentukan oleh jumlah pasien yang sembuh, tetapi juga kemampuan negara mencegah penularan baru dan menemukan kasus yang masih tersembunyi.
Program kesehatan harus tetap berjalan agar pencapaian tersebut dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Inggris Disebut Memimpin Upaya Eliminasi
Direktur medis nasional NHS, Profesor Frankie Swords, menilai Inggris saat ini berada di posisi terdepan dalam upaya menghilangkan hepatitis C sebagai masalah kesehatan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya mempertahankan momentum agar target yang telah ditetapkan dapat benar-benar tercapai.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa tantangan berikutnya bukan hanya mencapai angka 90 persen pengobatan.
Pemerintah juga harus memastikan pasien yang tersisa tidak terlewatkan.
Kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi perlu mendapatkan akses pemeriksaan, diagnosis dan terapi yang memadai.
Mengapa Pencapaian Ini Penting?
Hepatitis C bukan sekadar masalah infeksi sementara.
Jika tidak ditangani, infeksi kronis dapat menyebabkan kerusakan hati serius, termasuk sirosis dan kanker hati.
Karena itu, semakin banyak pasien yang berhasil disembuhkan, semakin besar pula potensi penurunan komplikasi dan kematian pada masa mendatang.
Kemajuan Inggris juga menunjukkan bagaimana investasi dalam sistem kesehatan dapat menghasilkan perubahan besar.
Obat yang semakin efektif harus dibarengi sistem pencarian kasus yang kuat, akses pemeriksaan yang mudah, serta layanan kesehatan yang mampu menghubungkan pasien dari tahap diagnosis hingga pengobatan.
Dunia Masih Menghadapi Tantangan Hepatitis
Keberhasilan Inggris tidak berarti persoalan hepatitis secara global telah selesai.
WHO masih mencatat hepatitis sebagai salah satu tantangan kesehatan dunia.
Di kawasan Eropa saja, jutaan orang masih hidup dengan hepatitis B dan C, sementara sebagian penderita belum mengetahui status infeksinya.
Karena itu, pengalaman Inggris dapat menjadi contoh bahwa eliminasi penyakit membutuhkan strategi yang konsisten dan berkelanjutan.
Pencegahan, skrining, diagnosis dan pengobatan harus berjalan bersamaan.
Selangkah Lagi Menuju Sejarah
Dengan tingkat pengobatan yang telah mencapai 84,6 persen dan target 90 persen pada 2030, Inggris kini semakin dekat dengan ambisinya.
Perjalanan tersebut belum selesai.
Masih ada pasien yang harus ditemukan, diobati dan dipantau. Penularan baru juga harus terus dicegah agar pencapaian yang sudah diraih tidak kembali mundur.
Namun, kemajuan tersebut menunjukkan bahwa eliminasi hepatitis C dari suatu populasi bukan lagi sekadar impian.
Jika Inggris berhasil mempertahankan lajunya, negara tersebut berpeluang menjadi contoh dunia dalam bagaimana penyakit infeksi yang sebelumnya sulit dikendalikan dapat ditekan melalui deteksi dini, pengobatan modern dan sistem kesehatan yang konsisten.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : kompas.com