Bukan Sekadar Umbi Biasa, Kimpul Viral di Media Sosial karena Khasiatnya untuk Pencernaan dan Kesehatan Tubuh

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 15:38 WIB
Kimpul mendadak viral di media sosial dan membuat banyak orang penasaran. Di balik tampilannya yang sederhana, umbi lokal ini ternyata menyimpan banyak manfaat kesehatan jika dikonsumsi dengan cara yang tepat. (shopee.co.id)
Kimpul mendadak viral di media sosial dan membuat banyak orang penasaran. Di balik tampilannya yang sederhana, umbi lokal ini ternyata menyimpan banyak manfaat kesehatan jika dikonsumsi dengan cara yang tepat. (shopee.co.id)

RADARBONAG.ID – Nama kimpul belakangan menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Banyak warganet yang membagikan pengalaman mengonsumsi umbi tradisional tersebut, sementara sebagian lainnya justru baru mengetahui bahwa kimpul merupakan salah satu pangan lokal yang kaya nutrisi.

Di tengah ramainya pembahasan itu, kalangan tenaga medis mengingatkan bahwa kimpul bukan sekadar makanan tradisional.

Jika diolah dengan benar dan dikonsumsi dalam jumlah yang wajar, umbi ini dapat menjadi sumber karbohidrat alternatif yang memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh.

Baca Juga: Kejagung Janji Bongkar Pemilik Emas 74 Kg dalam Sidang Kasus Febrie Adriansyah, Fakta Lengkap Akan Dibuka di Pengadilan

Apa Itu Kimpul?

Kimpul merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang masih satu keluarga dengan talas.

Tanaman ini banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia dan sejak lama menjadi bahan pangan masyarakat, baik direbus, dikukus, digoreng, maupun diolah menjadi aneka makanan.

Meski sempat kalah populer dibanding singkong atau ubi jalar, kimpul kini kembali mendapat perhatian setelah banyak warganet membahas cita rasa maupun manfaat kesehatannya.

Menurut berbagai ahli gizi, kimpul memiliki kandungan karbohidrat kompleks, serat, vitamin, serta sejumlah mineral yang bermanfaat bagi tubuh.

Menjadi Sumber Energi yang Lebih Tahan Lama

Salah satu keunggulan kimpul adalah kandungan karbohidrat kompleksnya.

Jenis karbohidrat ini dicerna tubuh lebih lambat dibanding karbohidrat sederhana sehingga mampu memberikan rasa kenyang lebih lama.

Karena proses pencernaannya berlangsung bertahap, energi yang dihasilkan juga dilepaskan secara perlahan sehingga dapat membantu menjaga stamina selama beraktivitas.

Baik untuk Kesehatan Pencernaan

Kimpul juga dikenal mengandung serat pangan yang cukup tinggi.

Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran cerna karena membantu memperlancar proses pencernaan serta mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus.

Selain itu, talas kimpul mengandung pati resisten yang dapat berfungsi sebagai prebiotik.

Kandungan ini diketahui membantu menjaga kesehatan mikrobiota usus dan mendukung fungsi pencernaan secara keseluruhan.

Berpotensi Membantu Mengontrol Gula Darah

Manfaat lain yang banyak disoroti adalah indeks glikemik kimpul yang relatif rendah dibanding beberapa sumber karbohidrat lain.

Dengan indeks glikemik yang lebih rendah, kenaikan kadar gula darah setelah mengonsumsi kimpul cenderung lebih terkendali.

Meski demikian, penderita diabetes tetap dianjurkan mengatur porsi makan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai pola makan yang sesuai.

Mengandung Beragam Nutrisi Penting

Selain karbohidrat dan serat, kimpul juga mengandung berbagai zat gizi seperti kalium, tembaga, vitamin B, serta senyawa bioaktif seperti flavonoid dan diosgenin.

Senyawa-senyawa tersebut diketahui memiliki sifat antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Antioksidan juga berperan dalam menjaga kesehatan secara umum apabila dikombinasikan dengan pola hidup sehat.

Bisa Menjadi Alternatif Pengganti Tepung Terigu

Guru Besar Ilmu Gizi IPB University sebelumnya menjelaskan bahwa talas kimpul memiliki potensi besar sebagai bahan pangan alternatif karena bebas gluten dan dapat diolah menjadi tepung.

Tepung kimpul bahkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk makanan, mulai dari mi, roti, brownies, bakso hingga aneka camilan.

Potensi tersebut dinilai dapat mendukung diversifikasi pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tepung terigu impor.

Konsumsi Tetap Harus Diolah dengan Benar

Meski memiliki banyak manfaat, kimpul sebaiknya tidak dikonsumsi mentah.

Baca Juga: Kenapa Kalimat 'Usahain Dulu' Ramai Dipakai Gen Z? Ternyata Mindset Ini Bisa Bantu Bangun Karier dan Mental Tangguh

Umbi ini mengandung kristal kalsium oksalat yang dapat menimbulkan rasa gatal di mulut maupun tenggorokan apabila tidak diolah dengan benar.

Karena itu, kimpul perlu dimasak hingga matang melalui proses perebusan, pengukusan, atau pengolahan lainnya sebelum dikonsumsi.

Selain itu, manfaat kesehatan dari kimpul tetap perlu diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik yang cukup, serta gaya hidup sehat secara keseluruhan.

Mengonsumsi satu jenis makanan saja tidak dapat menggantikan kebutuhan nutrisi harian maupun mencegah penyakit secara langsung.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : health.detik.com
kimpul manfaat kimpul umbi kimpul manfaat talas kimpul makanan sehat