RADARBONAG.ID – Gurah telah lama dikenal sebagai salah satu pengobatan tradisional yang dipercaya mampu mengatasi berbagai gangguan pada saluran pernapasan, terutama sinusitis.
Prosedur ini bahkan masih banyak diminati masyarakat karena diyakini dapat mengeluarkan lendir yang menumpuk di rongga hidung sehingga napas terasa lebih lega.
Namun, apakah gurah benar-benar efektif untuk mengobati sinusitis? Atau justru memiliki risiko yang perlu diwaspadai?
Sejumlah ahli kesehatan menilai bahwa meski gurah memiliki sejarah panjang sebagai pengobatan tradisional, bukti ilmiah mengenai efektivitasnya masih terbatas.
Karena itu, masyarakat disarankan tidak menjadikan gurah sebagai satu-satunya pilihan terapi tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Apa Itu Gurah?
Gurah merupakan metode pengobatan tradisional yang dilakukan dengan meneteskan cairan herbal ke dalam hidung. Bahan utamanya berasal dari tanaman srigunggu atau senggugu (Clerodendrum serratum).
Setelah cairan diteteskan, tubuh akan merespons dengan memproduksi lendir dalam jumlah banyak yang kemudian keluar melalui hidung maupun mulut.
Banyak orang menganggap proses keluarnya lendir tersebut sebagai tanda bahwa rongga hidung dan sinus sedang dibersihkan.
Tanaman srigunggu sendiri diketahui mengandung beberapa senyawa aktif, seperti flavonoid, asam ursolat, apigenin, dan beta-sitosterol yang memiliki sifat antiradang dan antioksidan.
Meski demikian, manfaat tersebut belum otomatis membuktikan bahwa gurah mampu menyembuhkan sinusitis secara efektif.
Apakah Gurah Terbukti Ampuh Mengatasi Sinusitis?
Hingga saat ini, dunia medis masih menilai efektivitas gurah dalam mengatasi sinusitis memerlukan penelitian lebih lanjut.
Beberapa studi memang menunjukkan adanya perbaikan gejala pada penderita rinitis kronis, seperti berkurangnya lendir, frekuensi bersin, dan hidung tersumbat setelah menjalani gurah.
Namun, penelitian tersebut masih terbatas dan belum cukup kuat untuk menjadikan gurah sebagai terapi utama bagi penderita sinusitis.
Sinusitis sendiri merupakan peradangan pada rongga sinus yang umumnya disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, alergi, polip hidung, atau gangguan struktur hidung. Karena penyebabnya beragam, penanganannya pun harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Risiko Gurah yang Tidak Boleh Diabaikan
Di balik popularitasnya, gurah juga memiliki sejumlah risiko apabila dilakukan tanpa prosedur yang benar atau menggunakan cairan yang tidak steril.
Menurut berbagai referensi medis, cairan gurah yang terkontaminasi bakteri atau mengandung bahan iritan dapat memicu infeksi baru pada telinga, hidung, tenggorokan, maupun rongga sinus.
Beberapa komplikasi yang pernah dilaporkan antara lain:
- Otitis media atau infeksi telinga tengah.
- Rinosinusitis akut.
- Tonsilofaringitis akut.
- Peritonsilitis.
- Gangguan fungsi saluran telinga (tuba Eustachius).
Selain itu, pada beberapa kasus juga dilaporkan muncul keluhan berupa hidung kering, penurunan kemampuan penciuman, hingga iritasi akibat teknik pelaksanaan yang kurang tepat.
Cara yang Lebih Aman Meredakan Gejala Sinusitis
Bila mengalami gejala sinusitis, ada beberapa langkah yang lebih direkomendasikan secara medis untuk membantu meredakan keluhan.
Di antaranya adalah menghirup uap hangat, memperbanyak minum air putih agar lendir lebih encer, menggunakan humidifier untuk menjaga kelembapan udara, serta melakukan irigasi hidung menggunakan larutan garam steril.
Selain itu, istirahat yang cukup dan menghindari paparan asap rokok maupun polusi juga dapat membantu mempercepat pemulihan.
Jika sinusitis disebabkan oleh infeksi bakteri atau kondisi tertentu, dokter dapat memberikan obat sesuai penyebabnya, termasuk antibiotik bila memang diperlukan.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Meski sebagian kasus sinusitis dapat membaik sendiri, ada beberapa kondisi yang tidak boleh diabaikan.
Segera periksa ke dokter apabila hidung tersumbat berlangsung lebih dari 10 hari tanpa membaik, muncul nyeri hebat di area wajah, demam tinggi, pembengkakan di sekitar mata, gangguan penglihatan, atau gejala sering kambuh.
Dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab sinusitis dan menentukan terapi yang paling sesuai sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan.
Jangan Mudah Percaya Klaim Pengobatan Instan
Gurah merupakan bagian dari warisan pengobatan tradisional Indonesia yang masih digunakan hingga sekarang.
Namun, bukan berarti terapi ini dapat menggantikan pemeriksaan dan pengobatan medis, terutama pada kasus sinusitis yang berat atau berulang.
Sebelum memutuskan menjalani gurah, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis THT.
Dengan begitu, Anda dapat mengetahui apakah kondisi yang dialami memang cocok ditangani dengan terapi pendukung atau justru membutuhkan penanganan medis yang lebih tepat.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : alodokter.com