RADARBONAG.ID – Jus buah kemasan selama ini sering dipilih sebagai alternatif minuman yang dianggap lebih sehat dibandingkan minuman bersoda.
Rasanya yang segar, praktis, dan mengandung sari buah membuat banyak orang mengonsumsinya setiap hari tanpa rasa khawatir.
Namun, sebuah penelitian jangka panjang selama 25 tahun menunjukkan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Para peneliti menemukan bahwa konsumsi rutin minuman manis, termasuk jus buah kemasan, berkaitan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi di kemudian hari.
Temuan ini menjadi pengingat bahwa label "mengandung buah" bukan berarti suatu produk otomatis baik untuk kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.
Mengapa Jus Buah Kemasan Bisa Berisiko?
Berbeda dengan buah utuh, jus buah kemasan umumnya telah melalui proses pengolahan.
Dalam proses tersebut, kandungan serat alami buah berkurang, sementara pada sebagian produk ditambahkan gula atau pemanis agar rasanya lebih menarik.
Serat memiliki peran penting dalam memperlambat penyerapan gula di dalam tubuh.
Ketika serat berkurang, kadar gula dapat lebih cepat masuk ke aliran darah sehingga memicu lonjakan gula darah yang terjadi berulang apabila minuman tersebut dikonsumsi setiap hari.
Kondisi tersebut dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme, obesitas, diabetes tipe 2, hingga penyakit kardiovaskular.
Studi Berlangsung Selama Seperempat Abad
Salah satu hal yang membuat hasil penelitian ini mendapat perhatian adalah lamanya masa pengamatan.
Dengan mengikuti peserta selama sekitar 25 tahun, peneliti dapat melihat bagaimana pola konsumsi minuman manis memengaruhi kesehatan ketika memasuki usia dewasa.
Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang lebih sering mengonsumsi minuman bergula memiliki kemungkinan lebih besar mengalami hipertensi dibandingkan mereka yang lebih jarang mengonsumsinya.
Jus buah kemasan termasuk dalam kelompok minuman yang menjadi perhatian karena kandungan gulanya dapat cukup tinggi.
Jangan Samakan Buah Utuh dengan Jus Kemasan
Banyak orang menganggap makan buah dan minum jus buah kemasan memberikan manfaat yang sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup besar.
Buah utuh masih mengandung serat, vitamin, mineral, serta berbagai senyawa alami yang membantu tubuh merasa kenyang lebih lama.
Sebaliknya, jus kemasan sering kali memiliki kandungan gula lebih tinggi dan serat yang jauh lebih sedikit.
Itulah sebabnya banyak ahli gizi lebih menyarankan masyarakat mengonsumsi buah dalam bentuk utuh dibandingkan menjadikannya minuman sehari-hari.
Tetap Boleh Minum, Asalkan Bijak
Temuan penelitian ini bukan berarti semua jus buah kemasan harus dihindari sepenuhnya.
Yang perlu diperhatikan adalah frekuensi konsumsi, ukuran porsi, dan kandungan gizi yang tertera pada label kemasan.
Pilih produk tanpa tambahan gula atau dengan kandungan gula yang lebih rendah jika memang ingin mengonsumsinya.
Selain itu, air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan cairan harian karena tidak mengandung kalori maupun gula tambahan.
Perhatikan Informasi pada Label Kemasan
Sebelum membeli minuman, biasakan membaca informasi nilai gizi.
Perhatikan jumlah gula per sajian, total kalori, serta daftar bahan yang digunakan.
Tidak sedikit produk yang menggunakan istilah seperti "minuman buah" atau "mengandung sari buah", padahal persentase buah aslinya relatif kecil.
Semakin tinggi kandungan gula tambahan, semakin besar pula potensi dampaknya jika dikonsumsi terus-menerus tanpa diimbangi pola makan sehat.
Gaya Hidup Sehat Tetap Menjadi Kunci
Para ahli menekankan bahwa kesehatan tidak ditentukan oleh satu jenis makanan atau minuman saja.
Pola makan seimbang, aktivitas fisik yang cukup, tidur berkualitas, dan mengurangi konsumsi makanan maupun minuman tinggi gula merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Dengan semakin banyaknya penelitian yang mengungkap dampak konsumsi gula berlebih, masyarakat diharapkan menjadi lebih bijak dalam memilih minuman sehari-hari.
Jus buah kemasan memang praktis, tetapi buah segar utuh dan air putih tetap menjadi pilihan yang lebih baik untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : health.detik.com