RADARBONAG.ID – Nyeri punggung, leher kaku, hingga pinggang pegal kini tidak lagi identik dengan orang lanjut usia.
Semakin banyak anak muda berusia 20-an yang mengeluhkan rasa tidak nyaman pada tulang belakang, bahkan setelah menjalani aktivitas yang terlihat ringan seperti bekerja di depan laptop atau bermain ponsel.
Fenomena ini sering menjadi bahan candaan di media sosial dengan istilah "badan jompo di usia muda".
Namun di balik guyonan tersebut, para ahli kesehatan menyebut ada perubahan gaya hidup yang membuat keluhan muskuloskeletal semakin sering dialami oleh Generasi Z dan milenial.
Dua faktor yang paling banyak disorot adalah tech neck dan gaya hidup sedentari, yakni kebiasaan duduk terlalu lama dengan aktivitas fisik yang minim.
Apa Itu Tech Neck?
Tech neck adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan nyeri atau gangguan pada leher dan punggung akibat kebiasaan menundukkan kepala terlalu lama saat menggunakan perangkat elektronik seperti ponsel, tablet, maupun laptop.
Secara alami, kepala orang dewasa memiliki berat sekitar 4,5 hingga 5,5 kilogram ketika berada pada posisi tegak.
Namun ketika kepala menunduk sekitar 60 derajat untuk melihat layar ponsel, tekanan yang diterima tulang leher meningkat berkali-kali lipat.
Beberapa penelitian biomekanik menunjukkan beban tersebut dapat mencapai sekitar 27 kilogram.
Semakin lama posisi ini dipertahankan setiap hari, semakin besar pula tekanan pada otot leher, bahu, dan tulang belakang bagian atas.
Akibatnya, rasa pegal yang awalnya hanya sesekali bisa berubah menjadi keluhan kronis.
Duduk Terlalu Lama Juga Menjadi Pemicu
Selain kebiasaan menunduk, gaya hidup yang minim aktivitas fisik atau sedentari juga berperan besar.
Banyak pekerja kantoran, mahasiswa, maupun pelajar menghabiskan waktu berjam-jam duduk di depan komputer.
Setelah selesai bekerja atau belajar, aktivitas sering dilanjutkan dengan rebahan sambil bermain media sosial atau menonton video.
Kebiasaan tersebut membuat otot inti (core muscles) yang berfungsi menopang tulang belakang menjadi kurang aktif.
Jika berlangsung dalam waktu lama, kekuatan otot dapat menurun sehingga beban tubuh lebih banyak ditopang oleh struktur tulang dan bantalan antarruas tulang belakang.
Kondisi inilah yang dapat memicu munculnya nyeri punggung maupun leher.
Mengapa Anak Muda Kini Lebih Sering Mengalaminya?
Banyak ahli menilai perubahan pola hidup menjadi penyebab utama meningkatnya keluhan nyeri punggung pada usia produktif.
Pandemi COVID-19 juga mempercepat kebiasaan bekerja dan belajar dari rumah yang membuat waktu duduk semakin panjang.
Kurangnya olahraga, postur tubuh yang kurang baik, serta penggunaan gawai selama berjam-jam tanpa jeda membuat tekanan pada sistem muskuloskeletal terus meningkat.
Meski tidak berarti tulang belakang anak muda benar-benar "setara usia 50 tahun", kebiasaan tersebut memang dapat meningkatkan risiko gangguan pada otot, sendi, dan tulang belakang jika tidak segera diperbaiki.
Gejala yang Jangan Diabaikan
Keluhan akibat tech neck maupun gaya hidup sedentari biasanya muncul secara bertahap.
Beberapa gejala yang sering dirasakan antara lain:
- Leher terasa kaku terutama setelah bekerja atau bermain ponsel.
- Bahu dan punggung bagian atas mudah pegal.
- Nyeri punggung bawah setelah duduk dalam waktu lama.
- Sakit kepala yang berawal dari area leher.
- Kesemutan atau rasa baal yang menjalar ke bahu hingga lengan.
Apabila keluhan berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau disertai kelemahan pada tangan maupun kaki, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis agar penyebabnya dapat diketahui lebih lanjut.
Cara Mengurangi Risiko Tech Neck
Kabar baiknya, sebagian besar keluhan akibat postur tubuh yang kurang baik dapat diperbaiki melalui perubahan kebiasaan sehari-hari.
Berikut beberapa langkah yang disarankan:
1. Batasi duduk terlalu lama
Usahakan berdiri dan bergerak setiap 30–60 menit.
Lakukan peregangan ringan selama beberapa menit untuk mengurangi ketegangan otot.
2. Atur posisi layar
Letakkan monitor komputer sejajar dengan tinggi mata.
Saat menggunakan ponsel, usahakan mengangkat perangkat mendekati wajah daripada terus menundukkan kepala.
3. Perkuat otot inti
Olahraga seperti plank, yoga, pilates, berenang, atau latihan kekuatan dapat membantu memperkuat otot penyangga tulang belakang.
4. Perhatikan posisi duduk
Gunakan kursi yang menopang punggung dengan baik.
Pastikan kedua kaki menapak lantai dan bahu tetap rileks saat bekerja.
5. Kurangi waktu menatap layar
Selain bermanfaat bagi mata, mengurangi penggunaan gawai juga membantu mengurangi tekanan pada leher dan bahu.
Jangan Anggap Sepele Nyeri Punggung
Rasa pegal sesekali memang umum terjadi setelah beraktivitas.
Namun jika keluhan muncul hampir setiap hari, mengganggu pekerjaan, atau membuat aktivitas menjadi terbatas, kondisi tersebut tidak boleh diabaikan.
Perubahan kecil seperti memperbaiki postur, rutin berolahraga, dan memberi waktu tubuh untuk bergerak dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan tulang belakang dalam jangka panjang.
Menjaga postur tubuh sejak usia muda bukan hanya membantu mengurangi nyeri hari ini, tetapi juga menjadi investasi penting agar kualitas hidup tetap baik di masa mendatang.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : Radar Bonang