RADARBONANG.ID – Pernah merasa tubuh tetap lelah meski sudah tidur selama tujuh hingga delapan jam? Kondisi ini ternyata cukup sering dialami banyak orang dan tidak selalu disebabkan oleh kurangnya waktu istirahat.
Rasa lelah yang muncul terus-menerus dapat memengaruhi produktivitas, konsentrasi, hingga suasana hati. Jika berlangsung dalam waktu lama,
kondisi ini juga bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang mengalami gangguan kesehatan yang perlu diperhatikan.
Tidur memang penting, tetapi kualitas tidur, pola hidup, hingga kondisi medis tertentu juga berperan besar dalam menentukan tingkat energi seseorang.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Sederhana yang Terbukti Bisa Meningkatkan Kecerdasan Emosional, Menurut Psikologi
Berikut beberapa penyebab tubuh tetap mudah lelah meski waktu tidur sudah cukup.
Kualitas Tidur Belum Tentu Baik
Durasi tidur bukan satu-satunya penentu tubuh menjadi segar saat bangun.
Seseorang bisa saja tidur selama delapan jam, tetapi kualitas tidurnya buruk karena sering terbangun, mendengkur, atau mengalami gangguan tidur seperti insomnia maupun sleep apnea.
Akibatnya, tubuh tidak sempat memasuki fase tidur dalam yang berfungsi memperbaiki jaringan dan memulihkan energi.
Jika setiap pagi masih merasa mengantuk meski tidur cukup lama, kualitas tidur patut menjadi perhatian.
Tubuh Kekurangan Zat Besi atau Vitamin
Kekurangan nutrisi tertentu dapat membuat tubuh mudah kehilangan energi.
Salah satu penyebab paling umum adalah anemia akibat kekurangan zat besi. Saat jumlah sel darah merah menurun, distribusi oksigen ke seluruh tubuh menjadi kurang optimal sehingga tubuh terasa cepat lelah.
Selain zat besi, kekurangan vitamin B12, vitamin D, dan asam folat juga dapat memengaruhi produksi energi serta fungsi saraf.
Pola makan yang kurang seimbang menjadi salah satu faktor yang sering memicu kondisi ini.
Stres Berkepanjangan Menguras Energi
Kelelahan tidak selalu berasal dari aktivitas fisik.
Tekanan pekerjaan, masalah keluarga, atau beban pikiran yang terus berlangsung dapat menyebabkan stres kronis.
Saat stres, tubuh memproduksi hormon kortisol secara terus-menerus sehingga energi cepat terkuras.
Tak heran jika seseorang merasa lelah sepanjang hari meski tidak melakukan aktivitas berat.
Selain rasa lelah, stres juga sering disertai sulit berkonsentrasi, mudah marah, hingga gangguan tidur.
Kurang Bergerak Justru Membuat Tubuh Cepat Lelah
Banyak orang mengira beristirahat sepanjang hari dapat mengembalikan energi.
Faktanya, terlalu jarang bergerak justru membuat tubuh terasa semakin lemas.
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, atau olahraga selama 30 menit setiap hari dapat meningkatkan sirkulasi darah dan membantu tubuh memproduksi energi secara lebih efisien.
Olahraga juga merangsang pelepasan hormon endorfin yang membuat tubuh terasa lebih segar.
Kurang Minum Air Putih
Dehidrasi ringan sering kali tidak disadari.
Padahal, kekurangan cairan dapat menurunkan volume darah sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh.
Akibatnya, tubuh menjadi cepat lelah, sulit berkonsentrasi, bahkan mudah mengantuk.
Biasakan memenuhi kebutuhan cairan setiap hari, terutama saat cuaca panas atau setelah beraktivitas.
Gangguan Tiroid Dapat Menjadi Penyebab
Kelenjar tiroid memiliki peran penting dalam mengatur metabolisme tubuh.
Jika produksi hormon tiroid menurun atau terjadi hipotiroidisme, metabolisme menjadi lebih lambat sehingga tubuh mudah lelah, berat badan bertambah, kulit menjadi kering, dan mudah merasa kedinginan.
Kondisi ini memerlukan pemeriksaan serta penanganan medis agar tidak mengganggu kesehatan dalam jangka panjang.
Diabetes Juga Dapat Menyebabkan Tubuh Lemas
Kadar gula darah yang tidak terkontrol membuat sel-sel tubuh kesulitan menggunakan glukosa sebagai sumber energi.
Akibatnya, tubuh tetap merasa lelah meski kebutuhan tidur sudah terpenuhi.
Gejala lain yang sering menyertai antara lain rasa haus berlebihan, sering buang air kecil, luka yang sulit sembuh, dan berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
Pola Makan Tidak Seimbang
Tubuh membutuhkan karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral untuk menghasilkan energi.
Jika terlalu sering melewatkan sarapan atau mengonsumsi makanan tinggi gula, energi memang meningkat dengan cepat, tetapi juga mudah turun sehingga tubuh terasa lemas.
Memilih menu bergizi seimbang membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sepanjang hari.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Rasa lelah yang muncul sesekali umumnya masih tergolong normal, terutama setelah aktivitas berat.
Namun, jika kelelahan berlangsung lebih dari dua minggu, tidak membaik meski sudah cukup tidur, atau disertai gejala lain seperti sesak napas, nyeri dada, berat badan turun drastis, pusing, atau demam berkepanjangan, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.
Pemeriksaan laboratorium mungkin diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat anemia, gangguan hormon, diabetes, atau penyakit lainnya.
Cara Mengembalikan Energi Tubuh
Menjaga pola tidur yang teratur, mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, mengelola stres, dan memenuhi kebutuhan cairan merupakan langkah sederhana yang dapat membantu meningkatkan energi.
Selain itu, batasi konsumsi makanan tinggi gula, kurangi begadang, dan luangkan waktu untuk beristirahat dari aktivitas yang padat.
Tubuh yang terus-menerus merasa lelah sebaiknya tidak dianggap sebagai hal biasa.
Mengenali penyebabnya sejak dini dapat membantu mencegah gangguan kesehatan yang lebih serius.
Jika keluhan tidak kunjung membaik, jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga medis agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : Radar Bonang