RADARBONANG.ID – Banyak orang mengira bangun di tengah malam merupakan hal yang wajar, terutama jika hanya terjadi sesekali.
Namun, jika kondisi tersebut terjadi berulang hingga mengganggu kualitas istirahat, bisa jadi ada penyebab tertentu yang perlu diperhatikan.
Tidur bukan hanya sekadar waktu bagi tubuh untuk beristirahat. Saat tidur, tubuh memperbaiki sel-sel yang rusak, memperkuat sistem kekebalan tubuh, hingga mengoptimalkan fungsi otak.
Karena itu, tidur yang sering terputus dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun mental.
Lalu, apa saja yang menyebabkan seseorang sering bangun di tengah malam? Berikut penjelasannya.
Stres dan Kecemasan Menjadi Penyebab yang Paling Sering
Salah satu penyebab paling umum adalah stres. Pikiran yang terus aktif membuat otak sulit memasuki fase tidur yang dalam.
Ketika seseorang sedang menghadapi tekanan pekerjaan, masalah keluarga, atau beban pikiran lainnya, tubuh memproduksi hormon kortisol dalam jumlah lebih tinggi.
Hormon ini membuat seseorang lebih mudah terbangun meski hanya mendengar suara kecil.
Tak jarang, setelah terbangun, seseorang justru semakin sulit kembali tidur karena pikirannya kembali dipenuhi berbagai kekhawatiran.
Kebiasaan Sebelum Tidur Sangat Berpengaruh
Tanpa disadari, aktivitas yang dilakukan sebelum tidur juga menentukan kualitas istirahat.
Menggunakan ponsel terlalu lama, bermain media sosial, menonton video, atau bekerja menggunakan laptop dapat membuat otak tetap aktif.
Paparan cahaya biru dari layar gawai juga menghambat produksi hormon melatonin yang berfungsi mengatur siklus tidur.
Selain itu, mengonsumsi kopi, teh, minuman berenergi, atau makanan berat menjelang waktu tidur juga dapat menyebabkan seseorang lebih mudah terbangun pada malam hari.
Terlalu Sering Buang Air Kecil Saat Malam
Sebagian orang terbangun karena harus ke kamar mandi.
Kondisi ini bisa dipicu oleh kebiasaan minum terlalu banyak sebelum tidur.
Namun apabila terjadi hampir setiap malam, kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan diabetes, infeksi saluran kemih, pembesaran prostat pada pria, atau gangguan kandung kemih.
Karena itu, apabila frekuensi buang air kecil meningkat tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.
Gangguan Tidur Bisa Menjadi Penyebab Utama
Ada beberapa gangguan tidur yang membuat seseorang terus terbangun sepanjang malam.
Salah satunya adalah insomnia, yaitu kondisi ketika seseorang sulit mempertahankan tidur meskipun sudah merasa mengantuk.
Selain insomnia, sleep apnea juga menjadi penyebab yang cukup sering ditemukan.
Pada kondisi ini, saluran napas menyempit sehingga pernapasan berhenti beberapa detik saat tidur. Otak kemudian membangunkan tubuh agar kembali bernapas.
Penderita sleep apnea biasanya mendengkur cukup keras, merasa mengantuk sepanjang hari, serta sering bangun tanpa mengetahui penyebabnya.
Faktor Usia Juga Memengaruhi Pola Tidur
Semakin bertambah usia, pola tidur seseorang memang mengalami perubahan.
Orang lanjut usia cenderung memiliki fase tidur yang lebih ringan sehingga lebih mudah terbangun akibat suara, cahaya, maupun perubahan suhu ruangan.
Meski demikian, sering terbangun bukan berarti harus dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan apabila sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kondisi Ruangan Tidur yang Kurang Nyaman
Lingkungan tidur memiliki pengaruh besar terhadap kualitas istirahat.
Ruangan yang terlalu panas, terlalu dingin, terlalu terang, atau terlalu bising membuat tubuh sulit mempertahankan tidur yang nyenyak.
Kasur yang sudah tidak nyaman maupun bantal yang kurang menopang leher juga dapat menyebabkan seseorang beberapa kali terbangun karena posisi tubuh terasa tidak nyaman.
Cara Mengatasi Kebiasaan Sering Bangun Tengah Malam
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.
Mulailah dengan tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, termasuk saat akhir pekan. Kebiasaan ini membantu tubuh membentuk ritme sirkadian yang lebih stabil.
Hindari penggunaan ponsel setidaknya 30 hingga 60 menit sebelum tidur.
Sebagai gantinya, lakukan aktivitas yang menenangkan seperti membaca buku, mendengarkan musik yang lembut, atau latihan pernapasan.
Batasi konsumsi kafein pada sore hingga malam hari. Jika memungkinkan, hindari makan dalam porsi besar menjelang waktu tidur.
Pastikan kamar tidur memiliki suhu yang nyaman, pencahayaan redup, serta minim suara yang mengganggu.
Olahraga secara rutin juga terbukti membantu meningkatkan kualitas tidur.
Namun, hindari olahraga dengan intensitas tinggi tepat sebelum tidur karena justru membuat tubuh lebih segar.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Apabila kondisi sering bangun tengah malam berlangsung lebih dari beberapa minggu, disertai rasa lelah sepanjang hari, sulit berkonsentrasi, mendengkur keras, sesak napas saat tidur, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat gangguan tidur, masalah hormonal, atau penyakit tertentu yang menjadi penyebabnya.
Tidur yang berkualitas merupakan salah satu fondasi utama kesehatan. Karena itu, jangan menganggap sepele kebiasaan sering bangun tengah malam.
Mengenali penyebabnya sejak dini dan menerapkan pola hidup sehat dapat membantu tubuh mendapatkan waktu istirahat yang optimal sehingga aktivitas sehari-hari dapat dijalani dengan lebih produktif dan penuh energi.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : Radar Bonang