RADARBONAG.ID – Banyak orang menganggap gangguan lambung hanya dipicu oleh makanan pedas atau konsumsi kopi berlebihan.
Padahal, tanpa disadari, kebiasaan makan sehari-hari juga dapat memengaruhi kesehatan sistem pencernaan, terutama lambung.
Sejumlah pola makan yang terlihat biasa justru berpotensi meningkatkan risiko munculnya keluhan seperti perut kembung, nyeri ulu hati, asam lambung naik, hingga gangguan pencernaan lainnya jika dilakukan secara terus-menerus.
Para ahli kesehatan menyebut menjaga lambung bukan hanya soal memilih jenis makanan, tetapi juga memperhatikan cara, waktu, dan porsi saat makan.
Berikut tiga kebiasaan makan yang sebaiknya mulai dihindari demi menjaga kesehatan lambung.
Makan Terlalu Cepat Membuat Lambung Bekerja Lebih Keras
Kebiasaan pertama yang sering dilakukan banyak orang adalah makan dengan tergesa-gesa.
Rutinitas yang padat membuat sebagian orang terbiasa menghabiskan makanan hanya dalam hitungan menit. Padahal, kebiasaan ini dapat memberikan beban lebih pada sistem pencernaan.
Saat makanan tidak dikunyah dengan baik, lambung harus bekerja lebih keras untuk menghancurkan makanan sebelum diproses lebih lanjut.
Selain itu, makan terlalu cepat membuat seseorang lebih banyak menelan udara yang akhirnya memicu perut terasa penuh, begah, atau kembung.
Di sisi lain, otak membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menerima sinyal kenyang.
Akibatnya, orang yang makan terlalu cepat cenderung mengonsumsi makanan dalam jumlah lebih banyak sebelum merasa kenyang.
Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan lambung, tetapi juga meningkatkan risiko kenaikan berat badan.
Langsung Berbaring Setelah Makan Bisa Memicu Asam Lambung Naik
Kebiasaan berikutnya yang sering dianggap sepele adalah langsung berbaring atau tidur setelah selesai makan.
Banyak orang melakukannya karena merasa lelah atau mengantuk, terutama setelah makan siang maupun makan malam.
Padahal, posisi tubuh yang langsung berbaring dapat memudahkan isi lambung naik kembali ke kerongkongan.
Kondisi ini dapat memicu refluks asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), yang ditandai dengan sensasi panas di dada, rasa asam di mulut, hingga nyeri ulu hati.
Para ahli menyarankan untuk memberikan jeda sekitar dua hingga tiga jam setelah makan sebelum tidur atau berbaring agar proses pencernaan berjalan lebih optimal.
Apabila ingin bersantai setelah makan, posisi duduk atau berjalan santai dinilai lebih baik dibanding langsung merebahkan tubuh.
Makan Berlebihan Sekaligus Membebani Lambung
Kebiasaan lain yang dapat mengganggu kesehatan lambung adalah makan dalam porsi terlalu besar dalam satu waktu.
Saat lambung menerima makanan dalam jumlah berlebihan, organ tersebut harus bekerja ekstra untuk mencerna seluruh isi makanan.
Akibatnya, tekanan di dalam lambung meningkat dan risiko naiknya asam lambung pun menjadi lebih besar.
Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, makan berlebihan juga dapat menyebabkan perut terasa penuh, begah, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Untuk menjaga kesehatan pencernaan, para ahli menyarankan agar makan dalam porsi secukupnya tetapi dilakukan secara teratur.
Jika diperlukan, pola makan dapat dibagi menjadi beberapa kali dengan porsi yang lebih kecil dibanding makan dalam jumlah besar sekaligus.
Menjaga Lambung Tidak Hanya Soal Pilihan Makanan
Banyak orang fokus menghindari makanan pedas atau minuman berkafein demi menjaga lambung tetap sehat.
Padahal, pola makan yang benar memiliki peran yang tidak kalah penting.
Mengunyah makanan secara perlahan, mengatur waktu makan, serta menghindari kebiasaan langsung tidur setelah makan merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi sistem pencernaan.
Selain itu, menjaga berat badan ideal, mengelola stres, serta memenuhi kebutuhan cairan juga membantu menjaga fungsi lambung tetap optimal.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Gangguan lambung sesekali memang umum terjadi.
Namun, apabila keluhan seperti nyeri ulu hati, mual, muntah, perut terasa panas, atau asam lambung naik muncul berulang dan tidak kunjung membaik, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat.
Mengabaikan gejala dalam waktu lama berpotensi menyebabkan gangguan yang lebih serius pada saluran pencernaan.
Terapkan Kebiasaan Makan Sehat Mulai Sekarang
Menjaga kesehatan lambung sebenarnya tidak selalu membutuhkan perubahan besar.
Kebiasaan sederhana seperti makan secara perlahan, menghindari makan berlebihan, dan tidak langsung berbaring setelah makan sudah dapat membantu mengurangi risiko gangguan pencernaan.
Dengan menerapkan pola makan yang lebih baik secara konsisten, fungsi lambung dapat tetap terjaga sehingga tubuh terasa lebih nyaman saat menjalani aktivitas sehari-hari.
Editor : Muhammad Azlan Syah