Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Jangan Diabaikan, Menatap Layar HP Terlalu Lama Bisa Sebabkan Digital Eye Strain, Ini Gejala dan Cara Mencegahnya

Muhammad Azlan Syah • Kamis, 9 Juli 2026 | 13:54 WIB
Main HP seharian memang sudah jadi kebiasaan. Tapi jika mata mulai perih, buram, atau sering sakit kepala, bisa jadi itu tanda Digital Eye Strain. Simak penyebab dan cara mencegahnya. (ilustrasi)
Main HP seharian memang sudah jadi kebiasaan. Tapi jika mata mulai perih, buram, atau sering sakit kepala, bisa jadi itu tanda Digital Eye Strain. Simak penyebab dan cara mencegahnya. (ilustrasi)

RADARBONANG.ID – Smartphone, laptop, dan tablet telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Mulai dari belajar, bekerja, berkomunikasi, hingga mencari hiburan, hampir semua aktivitas kini dilakukan melalui layar digital.

Di balik kemudahan tersebut, terdapat masalah kesehatan yang semakin banyak dialami masyarakat, khususnya Generasi Z, yaitu Digital Eye Strain atau ketegangan mata akibat penggunaan perangkat digital dalam waktu lama.

Kondisi ini sering dianggap sepele karena hanya menimbulkan rasa lelah pada mata.

Padahal, jika terus dibiarkan tanpa perubahan kebiasaan, Digital Eye Strain dapat mengganggu produktivitas, kualitas hidup, hingga kesehatan mata secara keseluruhan.

Karena itu, penting untuk mengenali gejala, penyebab, serta cara mencegah Digital Eye Strain sebelum kondisinya semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Watchlist Akhir Pekan! Ini 8 Drama Korea Terbaru Juli 2026 dengan Cerita Paling Menarik dan Bertabur Bintang

Digital Eye Strain Makin Sering Dialami Pengguna Gadget

Digital Eye Strain merupakan kumpulan keluhan pada mata yang muncul setelah seseorang menatap layar komputer, laptop, tablet, atau telepon genggam dalam waktu lama.

Fenomena ini semakin sering terjadi karena rata-rata masyarakat menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar setiap hari.

Bagi Gen Z, durasi penggunaan gadget bahkan bisa mencapai lebih dari delapan jam, baik untuk kuliah, bekerja, bermain gim, hingga berselancar di media sosial.

Saat menatap layar, mata bekerja lebih keras dibandingkan ketika melihat objek secara langsung. Selain itu, seseorang cenderung berkedip lebih sedikit sehingga permukaan mata menjadi lebih cepat kering.

Inilah yang membuat rasa tidak nyaman mulai muncul setelah menggunakan perangkat digital dalam waktu lama.

Kenali Gejala Digital Eye Strain Sejak Awal

Gejala Digital Eye Strain dapat berbeda pada setiap orang, tetapi beberapa keluhan paling umum adalah mata terasa lelah, perih, panas, atau kering.

Sebagian orang juga mengeluhkan pandangan menjadi buram setelah lama menggunakan gadget. Bahkan, ada yang mengalami mata berair sebagai respons alami terhadap iritasi.

Selain gangguan pada mata, kondisi ini sering disertai sakit kepala, nyeri pada leher, bahu, dan punggung akibat posisi duduk yang kurang baik ketika menggunakan laptop atau ponsel.

Kesulitan untuk kembali fokus setelah menatap layar dalam waktu lama juga menjadi salah satu tanda yang cukup sering dialami.

Apabila keluhan tersebut muncul hampir setiap hari, kemungkinan besar mata membutuhkan waktu istirahat yang lebih banyak.

Mengapa Menatap Layar Membuat Mata Cepat Lelah?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan mata bekerja lebih berat saat melihat layar digital.

Pertama, cahaya yang dipancarkan layar membuat mata harus terus menyesuaikan fokus.

Kedua, ukuran huruf yang terlalu kecil membuat mata bekerja lebih keras untuk membaca.

Selain itu, posisi layar yang terlalu dekat atau terlalu jauh juga meningkatkan ketegangan pada otot mata.

Faktor lainnya adalah berkurangnya frekuensi berkedip. Dalam kondisi normal, manusia berkedip sekitar 15 hingga 20 kali setiap menit. Namun saat fokus melihat layar, jumlah kedipan bisa berkurang hingga setengahnya.

Akibatnya, air mata lebih cepat menguap sehingga mata terasa kering, gatal, dan mudah mengalami iritasi.

Aturan 20-20-20 yang Mudah Dilakukan

Salah satu cara paling sederhana untuk mencegah Digital Eye Strain adalah menerapkan aturan 20-20-20.

Artinya, setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan selama 20 detik ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau sekitar enam meter.

Kebiasaan sederhana ini membantu otot mata menjadi lebih rileks dan mengurangi kelelahan akibat fokus dalam waktu lama.

Selain itu, jangan lupa untuk berkedip secara sadar ketika menggunakan gadget agar permukaan mata tetap lembap.

Cara Menjaga Mata Tetap Sehat Meski Sering Menggunakan Gadget

Selain menerapkan aturan 20-20-20, ada beberapa kebiasaan lain yang dapat membantu menjaga kesehatan mata.

Pastikan pencahayaan ruangan cukup sehingga mata tidak bekerja terlalu keras.

Hindari menggunakan ponsel di ruangan yang gelap karena kontras cahaya yang tinggi dapat meningkatkan ketegangan mata.

Atur tingkat kecerahan layar agar tidak terlalu terang maupun terlalu redup. Gunakan ukuran huruf yang nyaman sehingga mata tidak dipaksa terus-menerus fokus pada tulisan kecil.

Jika bekerja menggunakan laptop, posisikan layar sekitar 50 hingga 70 sentimeter dari mata dengan bagian atas layar sejajar atau sedikit di bawah pandangan mata.

Menggunakan tetes mata sesuai anjuran tenaga kesehatan juga dapat membantu apabila mata sering terasa kering.

Tidak kalah penting, batasi waktu penggunaan gadget untuk aktivitas yang tidak terlalu penting, terutama sebelum tidur.

Kapan Harus Memeriksakan Mata ke Dokter?

Meskipun sebagian besar Digital Eye Strain dapat membaik setelah mata beristirahat, ada beberapa kondisi yang perlu mendapatkan perhatian medis.

Segera berkonsultasi dengan dokter mata apabila penglihatan buram tidak kunjung membaik, mata terasa sangat nyeri, muncul penglihatan ganda, atau sakit kepala terjadi berulang kali setiap selesai menggunakan gadget.

Pemeriksaan mata juga penting dilakukan secara berkala, terutama bagi mereka yang menggunakan komputer atau laptop sebagai alat kerja utama setiap hari.

Baca Juga: Rumah Tak Lagi Sekadar Tempat Tinggal, Smart Home Hadir sebagai Solusi Praktis untuk Gaya Hidup Modern Gen Z

Menjaga Mata Berarti Menjaga Produktivitas

Di era digital, menghindari penggunaan gadget hampir tidak mungkin dilakukan. Namun, bukan berarti kesehatan mata harus dikorbankan.

Dengan menerapkan kebiasaan sederhana seperti memberi waktu istirahat pada mata, menjaga posisi layar, mengatur pencahayaan, dan membatasi penggunaan gadget di luar kebutuhan penting, risiko Digital Eye Strain dapat dikurangi secara signifikan.

Bagi Gen Z yang hampir setiap hari beraktivitas di depan layar, menjaga kesehatan mata merupakan investasi jangka panjang.

Mata yang sehat bukan hanya membuat aktivitas lebih nyaman, tetapi juga membantu menjaga konsentrasi, meningkatkan produktivitas, dan mencegah gangguan penglihatan di kemudian hari.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#cara menjaga kesehatan mata #mata lelah akibat HP #kesehatan mata Gen Z #layar gadget #digital eye strain