Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Benarkah Menu Makanan Harus Disesuaikan dengan Golongan Darah? Ini Penjelasan dan Panduan Pola Makannya

Bihan Mokodompit • Senin, 6 Juli 2026 | 08:59 WIB
Diet golongan darah masih sering dibahas sebagai cara memilih makanan yang lebih sesuai dengan tubuh. (sumber foto : magnific)
Diet golongan darah masih sering dibahas sebagai cara memilih makanan yang lebih sesuai dengan tubuh. (sumber foto : magnific)

RADARBONANG.ID – Menjalani pola makan sehat kini semakin beragam. Selain menghitung kalori atau memperbanyak konsumsi sayur dan buah, sebagian orang juga tertarik menerapkan diet berdasarkan golongan darah.

Konsep ini pertama kali dipopulerkan oleh Dr. Peter D'Adamo melalui bukunya Eat Right 4 Your Type, yang menyebut bahwa setiap golongan darah memiliki kebutuhan makanan yang berbeda.

Menurut teori tersebut, memilih makanan yang sesuai dengan golongan darah dipercaya dapat membantu meningkatkan metabolisme, menjaga kesehatan pencernaan, hingga mendukung daya tahan tubuh.

Namun, meski cukup populer, penting diketahui bahwa hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang kuat yang membuktikan bahwa diet golongan darah memberikan manfaat kesehatan secara spesifik dibandingkan pola makan sehat pada umumnya.

Sejumlah penelitian menyimpulkan bahwa manfaat yang dirasakan kemungkinan berasal dari perbaikan kualitas pola makan, bukan karena kesesuaian dengan golongan darah.

Baca Juga: X Luncurkan Live Studio untuk Pengguna Premium, Siapkan Insentif Rp16 Miliar demi Gaet Kreator Live Streaming

Lantas, seperti apa rekomendasi menu pada diet golongan darah?

Apa Itu Diet Golongan Darah?

Diet golongan darah merupakan pola makan yang membagi rekomendasi makanan berdasarkan empat jenis golongan darah, yaitu O, A, B, dan AB.

Konsep ini didasarkan pada teori bahwa setiap golongan darah memiliki respons yang berbeda terhadap protein tertentu dalam makanan, termasuk lektin.

Menurut teori tersebut, konsumsi makanan yang dianggap tidak sesuai dapat memengaruhi proses metabolisme dan pencernaan.

Meski demikian, para ahli gizi menegaskan bahwa teori tersebut masih membutuhkan lebih banyak penelitian untuk dapat dijadikan dasar rekomendasi medis.

Golongan Darah O: Dianjurkan Mengonsumsi Protein Lebih Banyak

Dalam konsep diet golongan darah, pemilik golongan darah O disebut memiliki sistem pencernaan yang lebih baik dalam mengolah protein hewani.

Karena itu, makanan yang dianjurkan antara lain:

Sementara itu, konsumsi produk berbahan gandum, jagung, dan sebagian produk susu dianjurkan untuk dibatasi dalam teori ini.

Meski begitu, pembatasan kelompok makanan tertentu sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan kecukupan nutrisi secara keseluruhan.

Golongan Darah A: Lebih Banyak Makanan Nabati

Menurut teori diet golongan darah, individu dengan golongan darah A lebih cocok menjalani pola makan yang didominasi bahan pangan nabati.

Menu yang sering direkomendasikan meliputi:

Pola makan ini cenderung menyerupai pola makan berbasis tumbuhan yang memang telah banyak diteliti memiliki manfaat bagi kesehatan jantung dan membantu menjaga berat badan apabila diterapkan secara seimbang.

Golongan Darah B: Pola Makan Lebih Fleksibel

Golongan darah B disebut memiliki sistem pencernaan yang lebih adaptif dibandingkan golongan lainnya.

Dalam teori ini, pemilik golongan darah B dianjurkan mengonsumsi:

Sementara beberapa jenis makanan seperti gandum, jagung, kacang tanah, dan wijen disebut sebaiknya dibatasi.

Namun, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa makanan tersebut benar-benar memberikan efek berbeda hanya berdasarkan golongan darah seseorang.

Golongan Darah AB: Kombinasi Pola Makan A dan B

Golongan darah AB merupakan kombinasi dari golongan darah A dan B sehingga rekomendasi makanannya juga menggabungkan kedua pola tersebut.

Beberapa makanan yang sering dianjurkan meliputi:

Sementara konsumsi daging merah biasanya dianjurkan dalam jumlah yang lebih terbatas menurut konsep diet ini.

Apa Kata Penelitian?

Meskipun diet golongan darah masih memiliki banyak penggemar, berbagai penelitian hingga saat ini belum menemukan bukti yang cukup untuk mendukung klaim bahwa pola makan berdasarkan golongan darah mampu meningkatkan kesehatan secara khusus.

Beberapa studi justru menunjukkan bahwa manfaat yang dirasakan peserta lebih berkaitan dengan perubahan pola makan menjadi lebih sehat, seperti meningkatkan konsumsi sayuran, buah, dan mengurangi makanan olahan.

Artinya, siapa pun dapat memperoleh manfaat kesehatan dari pola makan bergizi seimbang tanpa harus menyesuaikannya dengan golongan darah.

Pola Makan Sehat Tetap Menjadi Kunci

Para ahli gizi menyarankan agar masyarakat lebih fokus pada prinsip gizi seimbang dibandingkan hanya mengikuti satu metode diet tertentu.

Baca Juga: Wisuda Sekolah Kini Makin Mewah, Benarkah Esensi Kelulusan Mulai Tergeser oleh Tren Media Sosial?

Penuhi kebutuhan tubuh dengan mengonsumsi beragam makanan bergizi, seperti sayur, buah, protein tanpa lemak, biji-bijian utuh, serta membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak jenuh.

Selain itu, menjaga pola tidur yang cukup, rutin berolahraga, mengelola stres, serta memenuhi kebutuhan cairan harian juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan.

Jika ingin mencoba diet golongan darah, tidak ada salahnya selama pola makan tersebut tetap memenuhi kebutuhan nutrisi dan tidak menghilangkan kelompok makanan penting tanpa alasan medis.

Bagi orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi tetap disarankan agar pola makan yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#diet golongan darah #makanan sesuai golongan darah #nutrisi sehat #gaya hidup sehat #pola makan sehat