Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Tak Sekadar Liburan, Berkemah di Hutan Ternyata Dapat Membantu Menguatkan Sistem Imun Menurut Penelitian

Amaliya Syafithri • Senin, 29 Juni 2026 | 10:19 WIB
Ilustrasi berkemah di alam bebas  (Sumber: AI)
Ilustrasi berkemah di alam bebas (Sumber: AI)

RADARBONANG.ID – Berkemah di alam terbuka selama ini identik dengan kegiatan rekreasi yang menyenangkan sekaligus menjadi cara untuk melepas penat dari rutinitas sehari-hari.

Namun, manfaatnya ternyata tidak berhenti pada kesehatan mental semata.

Sejumlah penelitian di bidang kesehatan menunjukkan bahwa menghabiskan waktu di kawasan hutan atau lingkungan hijau dapat memberikan dampak positif terhadap sistem kekebalan tubuh.

Salah satu konsep yang banyak diteliti adalah forest bathing atau Shinrin-yoku, praktik menikmati suasana hutan yang berasal dari Jepang.

Beberapa studi menemukan bahwa aktivitas tersebut berkaitan dengan peningkatan aktivitas Natural Killer (NK) cells, yaitu salah satu jenis sel imun yang berperan penting dalam pertahanan alami tubuh.

Baca Juga: Konferensi Republik Batal Digelar di Kampus UI Salemba, Panitia Sebut Izin Dicabut Mendadak Jelang Pelaksanaan

Perlu dipahami, peningkatan aktivitas sel NK bukan berarti berkemah dapat mencegah atau mengobati kanker.

Manfaat yang ditemukan dalam penelitian menunjukkan adanya pengaruh terhadap fungsi sistem imun, sementara pencegahan kanker tetap dipengaruhi banyak faktor, seperti gaya hidup, pola makan, aktivitas fisik, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Apa Itu Forest Bathing?

Forest bathing atau Shinrin-yoku bukan berarti mandi di hutan.

Istilah ini merujuk pada aktivitas berjalan santai, duduk, atau menghabiskan waktu di kawasan hutan sambil menikmati udara segar, suara alam, dan suasana yang tenang.

Praktik ini mulai populer di Jepang sejak dekade 1980-an sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pendekatan yang lebih alami.

Kini, forest bathing telah menjadi objek berbagai penelitian ilmiah yang menyoroti manfaatnya terhadap kesehatan fisik maupun mental.

Peran Senyawa Alami dari Pepohonan

Salah satu alasan mengapa berada di hutan dianggap bermanfaat adalah keberadaan senyawa alami yang dilepaskan tumbuhan, dikenal sebagai phytoncides.

Phytoncides merupakan senyawa organik yang diproduksi pohon untuk melindungi diri dari bakteri, jamur, dan berbagai mikroorganisme lainnya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ketika senyawa ini terhirup manusia selama berada di kawasan hutan, terdapat kaitan dengan peningkatan aktivitas sejumlah komponen sistem kekebalan tubuh, termasuk sel NK.

Meski demikian, para peneliti masih terus mempelajari mekanisme biologis secara lebih mendalam untuk memahami hubungan tersebut.

Mengenal Sel Natural Killer (NK)

Natural Killer Cells atau sel NK merupakan bagian dari sistem imun bawaan tubuh.

Sel ini berfungsi mengenali dan membantu menghancurkan sel-sel tubuh yang mengalami perubahan abnormal maupun sel yang terinfeksi virus.

Karena kemampuannya tersebut, sel NK menjadi salah satu komponen penting dalam sistem pertahanan alami tubuh.

Beberapa penelitian melaporkan bahwa aktivitas forest bathing selama beberapa hari berkaitan dengan meningkatnya aktivitas sel NK pada sebagian peserta penelitian. Namun, hasil tersebut tidak boleh diartikan sebagai bukti bahwa berkemah dapat menjadi terapi kanker.

Alam Juga Membantu Mengurangi Stres

Selain berkaitan dengan sistem imun, berada di alam juga diketahui memberikan manfaat terhadap kesehatan mental.

Lingkungan yang tenang, udara segar, serta minimnya paparan kebisingan dapat membantu menurunkan tingkat stres.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa berada di ruang hijau berhubungan dengan penurunan hormon stres seperti kortisol pada sebagian orang.

Ketika tingkat stres lebih terkendali, tubuh memiliki kesempatan lebih baik untuk menjalankan berbagai fungsi fisiologis secara optimal, termasuk menjaga keseimbangan sistem kekebalan tubuh.

Berkemah Mendorong Gaya Hidup Sehat

Kegiatan berkemah umumnya juga melibatkan berbagai aktivitas fisik ringan hingga sedang.

Mulai dari berjalan kaki, mendirikan tenda, menyiapkan perlengkapan, hingga menjelajahi jalur pendakian ringan membuat tubuh tetap aktif bergerak.

Selain itu, berkemah sering kali membuat seseorang mengurangi paparan gawai, meningkatkan kualitas interaksi sosial, dan memperoleh waktu istirahat yang lebih berkualitas.

Kombinasi berbagai faktor tersebut turut berkontribusi terhadap kesehatan secara menyeluruh.

Tetap Perhatikan Keselamatan Saat Berkemah

Meski memiliki berbagai manfaat, aktivitas berkemah tetap perlu dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan.

Pastikan memilih lokasi yang aman, membawa perlengkapan yang memadai, menjaga kebersihan lingkungan, serta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Baca Juga: Mahasiswa UIN SATU Tulungagung Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Sempat Begadang Kerjakan Skripsi hingga Dini Hari

Bagi orang yang memiliki penyakit tertentu, konsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum melakukan aktivitas luar ruangan yang cukup berat juga menjadi langkah yang bijak.

Menjaga Kesehatan dengan Pendekatan Holistik

Menghabiskan waktu di alam dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.

Berbagai penelitian memang menunjukkan adanya hubungan antara forest bathing dengan peningkatan aktivitas sistem imun, termasuk sel NK, serta penurunan tingkat stres.

Namun, manfaat tersebut sebaiknya dipandang sebagai bagian dari gaya hidup sehat secara keseluruhan, bukan sebagai pengganti pengobatan medis atau jaminan pencegahan penyakit tertentu.

Tetap menerapkan pola makan bergizi, rutin berolahraga, tidur yang cukup, menghindari rokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan berkala tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga kesehatan jangka panjang.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#sistem imun #manfaat berkemah #forest bathing #sel NK #manfaat alam bagi kesehatan