Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Jangan Asal Beri Paracetamol pada Anak! Dokter Ingatkan Dosis Harus Berdasarkan Berat Badan, Bukan Usia

Bihan Mokodompit • Minggu, 28 Juni 2026 | 12:37 WIB
Masih memberi paracetamol berdasarkan usia anak? Dokter mengingatkan bahwa dosis yang tepat harus dihitung dari berat badan. Kesalahan dosis bisa membuat obat kurang efektif, bahkan berisiko bagi kesehatan. (Sumber Foto : Parentune)
Masih memberi paracetamol berdasarkan usia anak? Dokter mengingatkan bahwa dosis yang tepat harus dihitung dari berat badan. Kesalahan dosis bisa membuat obat kurang efektif, bahkan berisiko bagi kesehatan. (Sumber Foto : Parentune)

RADARBONANG.ID – Saat anak mengalami demam atau mengeluh nyeri, banyak orang tua langsung memberikan paracetamol sebagai pertolongan pertama di rumah.

Obat ini memang menjadi salah satu pilihan yang paling umum digunakan karena efektif membantu menurunkan suhu tubuh dan meredakan rasa sakit ringan hingga sedang.

Namun, di balik penggunaannya yang sudah sangat akrab di masyarakat, masih banyak orang tua yang belum memahami cara pemberian paracetamol yang benar.

Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi adalah menentukan dosis hanya berdasarkan usia anak, padahal acuan utama yang dianjurkan tenaga medis adalah berat badan.

Pemberian dosis yang terlalu sedikit dapat membuat obat tidak bekerja secara optimal, sedangkan dosis yang berlebihan berpotensi menimbulkan efek samping serius, terutama pada organ hati.

Baca Juga: Tanjung Verde Bikin Kejutan Besar di Piala Dunia 2026, Vozinha Tampil Gemilang dan Siap Tantang Argentina

Karena itu, memahami aturan penggunaan paracetamol menjadi langkah penting agar manfaat obat dapat diperoleh secara maksimal tanpa meningkatkan risiko bagi kesehatan anak.

Dosis Paracetamol Harus Mengacu pada Berat Badan

Dokter menjelaskan bahwa dosis paracetamol yang dianjurkan untuk anak adalah 10 hingga 15 miligram per kilogram berat badan (mg/kgBB) dalam setiap kali pemberian.

Sebagai contoh, apabila seorang anak memiliki berat badan 20 kilogram, maka dosis yang diberikan berkisar antara 200 hingga 300 miligram dalam satu kali minum.

Paracetamol dapat diberikan kembali setiap 4 hingga 6 jam apabila demam atau nyeri masih dirasakan.

Namun, pemberiannya tidak boleh melebihi empat hingga lima kali dalam waktu 24 jam.

Dengan menghitung dosis berdasarkan berat badan, jumlah obat yang diterima anak akan lebih sesuai dengan kebutuhan tubuhnya.

Jangan Mengandalkan Perkiraan atau Usia Anak

Masih banyak orang tua yang memilih dosis berdasarkan usia karena dianggap lebih praktis.

Padahal, anak dengan usia yang sama belum tentu memiliki berat badan yang sama pula.

Perbedaan berat badan dapat memengaruhi jumlah obat yang dibutuhkan.

Misalnya, dua anak berusia lima tahun bisa memiliki selisih berat badan beberapa kilogram.

Jika keduanya diberi dosis yang sama hanya berdasarkan usia, salah satu anak berisiko menerima obat terlalu sedikit atau justru terlalu banyak.

Karena itu, mengetahui berat badan terbaru anak menjadi langkah penting sebelum memberikan paracetamol.

Gunakan Alat Takar yang Disediakan

Untuk paracetamol dalam bentuk sirup atau tetes, penggunaan alat takar yang tepat sangat dianjurkan.

Orang tua sebaiknya menggunakan pipet, gelas ukur, atau sendok takar yang tersedia di dalam kemasan obat.

Sebaliknya, penggunaan sendok makan atau sendok teh di rumah sebaiknya dihindari karena ukurannya tidak selalu sama.

Perbedaan volume yang tampak kecil dapat menyebabkan dosis yang diberikan menjadi kurang akurat.

Ketelitian dalam mengukur obat menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga keamanan penggunaan paracetamol pada anak.

Hindari Memberikan Dosis Berlebihan

Meski termasuk obat yang relatif aman bila digunakan sesuai aturan, paracetamol tetap memiliki risiko apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Salah satu efek yang paling dikhawatirkan adalah gangguan pada fungsi hati.

Risiko ini dapat meningkat apabila orang tua tanpa sadar memberikan lebih dari satu jenis obat yang sama-sama mengandung paracetamol, misalnya obat demam dan obat flu secara bersamaan.

Oleh karena itu, sebelum memberikan obat tambahan, penting untuk membaca kandungan yang tertera pada kemasan atau berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Paracetamol Bukan Obat untuk Menyembuhkan Penyebab Demam

Perlu dipahami bahwa paracetamol berfungsi membantu menurunkan demam dan meredakan nyeri, tetapi tidak mengatasi penyebab utama penyakit.

Demam sendiri merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi virus, bakteri, atau kondisi medis lainnya.

Karena itu, apabila suhu tubuh anak sudah turun setelah minum obat tetapi penyebab penyakit belum ditangani, demam dapat muncul kembali.

Selain memberikan obat sesuai kebutuhan, orang tua juga dianjurkan memastikan anak cukup minum, beristirahat, dan tetap mendapatkan asupan nutrisi yang baik selama masa pemulihan.

Kenali Tanda-Tanda yang Memerlukan Penanganan Dokter

Tidak semua demam dapat ditangani sendiri di rumah.

Orang tua perlu segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila demam berlangsung lebih dari dua hari tanpa menunjukkan perbaikan, suhu tubuh sangat tinggi, atau disertai gejala lain seperti kejang, sesak napas, muntah terus-menerus, sulit minum, tampak sangat lemas, atau mengalami penurunan kesadaran.

Pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab demam sehingga anak bisa mendapatkan penanganan yang sesuai.

Semakin cepat penyebab penyakit diketahui, semakin besar pula peluang anak untuk pulih tanpa mengalami komplikasi.

Baca Juga: Mengapa Tim Bertabur Bintang Tidak Selalu Menjadi Juara Piala Dunia? Ini Faktor yang Sering Terlupakan

Penggunaan Obat yang Tepat Membantu Anak Pulih Lebih Cepat

Paracetamol tetap menjadi salah satu obat yang aman dan efektif untuk membantu meredakan demam maupun nyeri pada anak, asalkan digunakan sesuai aturan.

Kunci utamanya adalah menghitung dosis berdasarkan berat badan, menggunakan alat takar yang tepat, tidak melebihi dosis harian yang dianjurkan, serta menghindari penggunaan bersamaan dengan obat lain yang juga mengandung paracetamol.

Selain itu, orang tua juga perlu mengingat bahwa tujuan utama penanganan demam bukan sekadar menurunkan suhu tubuh, tetapi memastikan kondisi anak tetap nyaman sambil mencari penyebab penyakit yang mendasarinya.

Dengan penggunaan obat yang tepat dan pemantauan kondisi anak secara cermat, proses pemulihan dapat berlangsung lebih aman, efektif, dan memberikan perlindungan terbaik bagi kesehatan si kecil.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#dosis paracetamol anak #paracetamol untuk anak #demam pada anak #obat penurun demam #kesehatan anak