RADARBONANG.ID – Keinginan memiliki tubuh atletis dan otot kaki yang kuat membuat seorang mahasiswa berusia 23 tahun di Henan, China, menjalani latihan leg day dengan intensitas tinggi.
Namun siapa sangka, ambisi tersebut justru membawanya ke ruang gawat darurat dan membuatnya harus menjalani cuci darah darurat akibat gagal ginjal akut.
Kasus ini menjadi peringatan serius bagi para pencinta kebugaran bahwa olahraga yang dilakukan secara berlebihan tanpa memperhatikan kemampuan tubuh dapat menimbulkan dampak yang sangat berbahaya.
Dokter yang menangani pasien tersebut, dr. Liu Haofei dari First Affiliated Hospital of Henan University of Chinese Medicine, mengungkapkan bahwa kondisi pasien dipicu oleh latihan kaki yang terlalu berat hingga menyebabkan rhabdomyolysis, yakni kondisi ketika jaringan otot mengalami kerusakan parah dan hancur dengan cepat.
Leg Day Berubah Menjadi Bencana Kesehatan
Banyak orang menganggap nyeri otot setelah berolahraga sebagai hal yang normal.
Namun pada kasus ini, kerusakan otot yang terjadi jauh melampaui batas normal.
Setelah menjalani sesi latihan kaki yang sangat intens, pemuda tersebut mulai mengalami gejala yang tidak biasa.
Urinenya berubah menjadi sangat gelap menyerupai warna darah. Tidak lama kemudian, kondisinya semakin memburuk hingga ia tidak mampu buang air kecil sama sekali.
Rasa nyeri pada otot kaki juga meningkat drastis. Bahkan, ia kesulitan berjalan sendiri karena rasa sakit yang luar biasa.
Keluarganya kemudian membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kerusakan otot yang sangat parah akibat olahraga berlebihan.
Kadar Kerusakan Otot Mencapai Lebih dari 100 Kali Lipat Normal
Saat menjalani pemeriksaan laboratorium, dokter menemukan kadar creatine kinase (CK) dalam tubuh pasien mencapai lebih dari 20.000 unit per liter.
Creatine kinase merupakan enzim yang menjadi indikator kerusakan jaringan otot.
Dalam kondisi normal, kadar enzim ini jauh lebih rendah. Angka yang ditemukan pada pasien tersebut menunjukkan kerusakan otot yang sangat ekstrem.
Akibat kerusakan otot tersebut, berbagai zat berbahaya masuk ke dalam aliran darah dan membebani kerja ginjal.
Organ yang seharusnya menyaring limbah tubuh akhirnya tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik sehingga terjadi gagal ginjal akut.
Mengenal Rhabdomyolysis, Kondisi yang Bisa Mengancam Nyawa
Rhabdomyolysis merupakan kondisi medis serius ketika serat-serat otot rangka mengalami kerusakan dan pecah secara masif.
Saat otot hancur, protein dan zat kimia tertentu dilepaskan ke dalam aliran darah.
Salah satu zat yang paling berbahaya adalah myoglobin yang dapat menyumbat dan merusak ginjal.
Apabila tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan gagal ginjal akut, gangguan elektrolit, gangguan irama jantung, hingga kematian.
Menurut berbagai laporan medis, kasus rhabdomyolysis akibat olahraga kini semakin sering ditemukan seiring meningkatnya tren latihan ekstrem dan tantangan kebugaran di media sosial.
Banyak orang memaksakan tubuh untuk berlatih melebihi kapasitas fisik yang dimiliki demi mendapatkan hasil instan.
Tren Latihan Ekstrem Jadi Sorotan
Kasus mahasiswa asal Henan ini bukan yang pertama.
Beberapa laporan sebelumnya mencatat adanya individu yang mengalami rhabdomyolysis setelah melakukan ratusan crunches dalam satu sesi demi mendapatkan perut six-pack.
Ada pula yang langsung menjalani latihan berat selama berminggu-minggu setelah lama tidak berolahraga.
Pakar kesehatan menjelaskan bahwa risiko terbesar biasanya dialami oleh orang yang mendadak melakukan latihan berat yang belum terbiasa dilakukan tubuhnya.
Otot yang belum siap menerima beban ekstrem lebih rentan mengalami kerusakan serius dibandingkan mereka yang meningkatkan intensitas latihan secara bertahap.
Dokter Ingatkan Pentingnya Mengenali Batas Tubuh
Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa olahraga memang sangat bermanfaat bagi tubuh, tetapi harus dilakukan secara bertahap dan terukur.
Pemula disarankan tidak langsung mengikuti program latihan berat hanya karena melihat tren di media sosial atau ingin memperoleh hasil cepat. Tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi terhadap peningkatan beban latihan.
Selain itu, hidrasi juga menjadi faktor penting. Dokter menyarankan konsumsi air putih secara cukup selama berolahraga, sekitar 200 hingga 300 mililiter setiap 30 menit, guna membantu ginjal bekerja optimal dalam menyaring zat sisa metabolisme.
Jangan Abaikan Tanda-Tanda Bahaya Setelah Berolahraga
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai setelah melakukan aktivitas fisik berat antara lain:
- Nyeri otot yang sangat hebat.
- Pembengkakan otot yang tidak biasa.
- Kelemahan ekstrem pada anggota tubuh.
- Urine berwarna gelap seperti teh atau cola.
- Berkurangnya frekuensi buang air kecil.
- Mual dan rasa lemas berlebihan.
Jika gejala-gejala tersebut muncul setelah berolahraga, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Kasus pemuda 23 tahun ini menjadi pengingat bahwa olahraga bukan soal seberapa keras seseorang berlatih, melainkan bagaimana melatih tubuh secara aman, bertahap, dan sesuai kemampuan.
Keinginan mendapatkan tubuh ideal memang penting, tetapi kesehatan organ vital seperti ginjal tetap harus menjadi prioritas utama.
Editor : Muhammad Azlan Syah