Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

WHO Laporkan Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar Bertambah Jadi 12, Tiga Orang Masih Tercatat Meninggal

Siti Rohmah • Minggu, 24 Mei 2026 | 10:31 WIB
Kasus hantavirus di kapal pesiar terus bertambah. WHO kini memantau ratusan kontak erat di puluhan negara untuk cegah penyebaran lebih luas. (Ilustrasi WHO/Shutterstock/Askarim)
Kasus hantavirus di kapal pesiar terus bertambah. WHO kini memantau ratusan kontak erat di puluhan negara untuk cegah penyebaran lebih luas. (Ilustrasi WHO/Shutterstock/Askarim)

RADARBONAG.ID - World Health Organization atau WHO melaporkan jumlah kasus hantavirus yang terkait dengan kapal pesiar MV Hondius kembali bertambah.

Hingga Jumat, total kasus yang terkonfirmasi mencapai 12 orang, sementara jumlah korban meninggal dunia masih tercatat tiga orang.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan bahwa tambahan kasus terbaru dikonfirmasi oleh Belanda dan melibatkan seorang awak kapal yang sebelumnya turun di Tenerife, Spanyol.

Awak kapal tersebut diketahui telah dipulangkan ke negaranya dan kini menjalani masa isolasi setelah dinyatakan terpapar virus.

“Saat ini terdapat 12 kasus yang dilaporkan dan tiga kematian. Tidak ada tambahan korban meninggal sejak wabah pertama kali dilaporkan kepada WHO pada 2 Mei,” ujar Tedros.

Baca Juga: Bukan Soal IQ Saja, Cara Bicara dan Pilihan Kata Ini Disebut Tanda Orang Berpikiran Cerdas

MV Hondius Jadi Pusat Wabah Hantavirus

Wabah ini diketahui muncul di atas kapal pesiar MV Hondius yang melakukan perjalanan ekspedisi dari kawasan Amerika Selatan.

Virus yang teridentifikasi dalam kasus tersebut adalah Andes hantavirus, jenis hantavirus langka yang diketahui dapat menular antarmanusia melalui kontak erat dalam kondisi tertentu.

WHO sebelumnya menyebut wabah ini sebagai insiden serius, meski risiko bagi masyarakat global masih dinilai rendah karena penularannya membutuhkan kontak dekat dan berkepanjangan.

Kasus pertama kali dilaporkan kepada WHO pada awal Mei setelah sejumlah penumpang mengalami gangguan pernapasan serius selama pelayaran berlangsung.

Beberapa penumpang kemudian dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis, sementara investigasi epidemiologi dilakukan secara internasional.

Ratusan Kontak Erat Masih Dipantau

WHO kini meminta negara-negara yang terdampak untuk terus melakukan pemantauan terhadap seluruh penumpang dan awak kapal yang pernah berada di MV Hondius.

Tedros menegaskan pengawasan ketat sangat diperlukan guna mencegah penyebaran lebih luas.

Menurut data WHO, lebih dari 600 orang kontak erat saat ini masih berada dalam pemantauan di sekitar 30 negara.

Selain itu, sejumlah kecil kontak dengan kategori risiko tinggi juga masih dalam proses pelacakan lebih lanjut oleh otoritas kesehatan masing-masing negara.

Langkah tersebut dilakukan mengingat masa inkubasi Andes hantavirus dapat berlangsung cukup lama, bahkan mencapai beberapa minggu.

Karena itulah banyak penumpang dan awak kapal masih diminta menjalani karantina serta observasi kesehatan meskipun belum menunjukkan gejala.

Kapal Sudah Tiba di Rotterdam

WHO mencatat kapal pesiar MV Hondius telah tiba di Rotterdam, Belanda, pada 18 Mei 2026 setelah sebelumnya menjalani berbagai prosedur kesehatan dan pembatasan perjalanan.

Setelah tiba di pelabuhan, proses pembersihan dan disinfeksi kapal langsung dilakukan untuk memastikan tidak ada potensi penyebaran virus lebih lanjut.

Sejumlah awak kapal yang masih berada di atas kapal juga menjalani karantina ketat sambil dipantau kondisi kesehatannya.

WHO bersama otoritas kesehatan internasional kini terus melakukan koordinasi lintas negara untuk memastikan seluruh kontak erat dapat teridentifikasi dan dipantau dengan baik.

WHO Apresiasi Kerja Sama Internasional

Dalam keterangannya, Tedros Adhanom Ghebreyesus turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai negara yang terlibat dalam penanganan wabah tersebut.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Belum Mau Pensiun, Target 1.000 Gol Disebut Tinggal Butuh Satu Musim Lagi

Menurutnya, investigasi epidemiologi dan pelacakan kontak lintas negara berjalan berkat kerja sama internasional yang cepat dan solid.

WHO menilai kolaborasi global menjadi faktor penting dalam mencegah penyebaran wabah penyakit menular, terutama yang melibatkan perjalanan internasional seperti kapal pesiar.

Meski jumlah kasus masih terus bertambah, WHO menegaskan situasi saat ini masih terkendali dan risiko penularan terhadap masyarakat umum tetap rendah.

Namun demikian, pengawasan dan langkah pencegahan tetap diperketat hingga seluruh masa pemantauan selesai dilakukan di berbagai negara terdampak.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#hantavirus #MV Hondius #wabah kapal pesiar #Tedros Adhanom Ghebreyesus #who