RADARBONANG.ID – Seorang pria bernama Gunawan (33), korban pembacokan di kawasan Tomang, Jakarta Barat, memilih pulang dari rumah sakit setelah mendapatkan sekitar 100 jahitan akibat luka serius yang dialaminya.
Keputusan tersebut diambil karena ia mengaku tidak sanggup menanggung biaya operasi yang diperkirakan mencapai Rp150 juta.
Meski mengalami luka cukup parah, Gunawan memilih hanya menjalani penanganan awal berupa jahitan luka sebelum akhirnya pulang dan menjalani rawat jalan.
Ia mengaku takut biaya rumah sakit terus bertambah apabila harus menjalani rawat inap dan operasi lanjutan.
Baca Juga: Ketika Dolar Menguat dan Harga Naik, Mana yang Lebih Aman: Emas, Deposito, atau Tabungan?
Korban Mengaku Tak Mampu Menanggung Biaya Operasi
Menurut pengakuannya, perkiraan biaya operasi yang sangat besar membuat dirinya memilih penanganan seadanya dibanding harus menanggung beban finansial yang tidak mampu dibayar.
Gunawan mengatakan dirinya hanya meminta dokter untuk menjahit luka-lukanya tanpa melanjutkan tindakan operasi besar yang disarankan.
Saat ini ia masih menjalani masa pemulihan pascakejadian tersebut.
Meski telah pulang dari rumah sakit, kondisi tubuhnya disebut masih mengalami luka di sejumlah bagian akibat sabetan senjata tajam.
Kejadian Terjadi di Kamar Indekos Kawasan Tomang
Peristiwa pembacokan tersebut terjadi di sebuah kamar indekos di Jalan Tomang Utara I, kawasan Grogol Petamburan, Jakarta, pada Rabu malam (20/5).
Berdasarkan informasi yang beredar, insiden bermula ketika Gunawan didatangi dua orang tak dikenal saat berada di kamar indekosnya.
Dalam kejadian itu, korban mengalami luka serius akibat serangan senjata tajam.
Hingga kini belum dijelaskan secara rinci mengenai motif maupun kronologi lengkap peristiwa tersebut.
Korban Sempat Membutuhkan Penanganan Intensif
Akibat luka yang cukup berat, Gunawan sempat membutuhkan penanganan medis intensif di rumah sakit.
Dokter melakukan tindakan penjahitan pada sejumlah luka yang dialami korban hingga mencapai sekitar 100 jahitan.
Namun karena pertimbangan biaya, korban akhirnya memutuskan tidak melanjutkan perawatan inap.
Kasus ini kembali menjadi perhatian publik karena tingginya biaya penanganan medis yang harus dihadapi korban dalam situasi darurat.
Baca Juga: Saat Dolar Menguat, Ini Cara Menjaga Keuangan Tetap Aman agar Tidak Panik di Tengah Harga Naik
Kondisi Korban Masih Dalam Pemulihan
Saat ini Gunawan disebut masih menjalani proses pemulihan secara mandiri setelah keluar dari rumah sakit.
Ia berharap kondisinya dapat berangsur membaik meski tidak menjalani operasi lanjutan.
Sementara itu, peristiwa pembacokan yang dialaminya masih menjadi perhatian aparat kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Sumber : megapolitan.kompas.com