Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Sering Mengantuk Meski Sudah Tidur Cukup? Ini 10 Penyebab yang Diam-Diam Bisa Ganggu Kesehatan

Cicik Nur Latifah • Senin, 11 Mei 2026 | 10:33 WIB
Sudah tidur lama tapi masih ngantuk terus?, Bisa jadi bukan karena kurang tidur, tapi tanda tubuh sedang bermasalah mulai dari anemia hingga sleep apnea. (Ilustrasi tidur-magnific)
Sudah tidur lama tapi masih ngantuk terus?, Bisa jadi bukan karena kurang tidur, tapi tanda tubuh sedang bermasalah mulai dari anemia hingga sleep apnea. (Ilustrasi tidur-magnific)

RADARBONANG.ID – Banyak orang mengira tidur selama tujuh hingga delapan jam sudah cukup untuk membuat tubuh kembali segar.

Namun kenyataannya, tidak sedikit orang yang masih merasa lelah dan mengantuk sepanjang hari meski sudah tidur cukup di malam hari.

Kondisi ini sering dianggap sepele, padahal rasa kantuk berlebih dapat menjadi sinyal bahwa tubuh sedang mengalami gangguan tertentu, mulai dari kualitas tidur yang buruk hingga masalah kesehatan serius.

Jika terus dibiarkan, rasa kantuk berlebih dapat mengganggu konsentrasi, menurunkan produktivitas, hingga meningkatkan risiko kecelakaan saat berkendara atau bekerja.

Baca Juga: Google Diam-Diam Tutup Project Mariner, AI yang Bisa Menjelajah Internet Sendiri Kini Resmi Dihentikan

Dilansir dari Alodokter dan Hello Sehat, berikut beberapa penyebab seseorang sering mengantuk meski merasa sudah tidur cukup.

1. Kualitas Tidur yang Buruk

Durasi tidur yang panjang tidak selalu menjamin tubuh mendapatkan istirahat optimal.

Tidur yang sering terganggu akibat suara bising, cahaya terlalu terang, suhu ruangan yang tidak nyaman, atau kebiasaan sering terbangun di malam hari dapat membuat tubuh tetap lelah saat bangun.

Akibatnya, tubuh terasa kurang segar dan rasa kantuk muncul sepanjang hari.

2. Kurang Aktivitas Fisik

Jarang bergerak atau terlalu lama duduk ternyata juga bisa membuat tubuh lebih mudah mengantuk.

Kurangnya aktivitas fisik menyebabkan sirkulasi darah dan metabolisme tubuh menjadi kurang optimal.

Olahraga ringan secara rutin dapat membantu tubuh terasa lebih bertenaga dan meningkatkan kualitas tidur.

3. Efek Samping Obat-obatan

Beberapa jenis obat memiliki efek samping berupa rasa kantuk.

Obat antihistamin, obat penenang, antidepresan, hingga obat tekanan darah tertentu dapat memicu tubuh menjadi lebih mudah lelah dan mengantuk.

Jika rasa kantuk muncul setelah mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis.

4. Anemia atau Kekurangan Zat Besi

Anemia dapat menyebabkan tubuh kekurangan oksigen karena jumlah sel darah merah tidak mencukupi.

Kondisi ini membuat tubuh mudah lelah, pusing, lemas, dan mengantuk sepanjang hari.

Anemia sering kali dipicu kekurangan zat besi, pola makan tidak seimbang, atau kondisi kesehatan tertentu.

5. Terlalu Banyak Screen Time

Kebiasaan bermain gadget sebelum tidur juga dapat memengaruhi kualitas istirahat.

Paparan cahaya biru dari layar ponsel atau laptop dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang membantu mengatur siklus tidur.

Akibatnya, tidur menjadi kurang nyenyak meski durasinya cukup panjang.

6. Gangguan Tidur Sleep Apnea

Sleep Apnea merupakan gangguan tidur serius yang menyebabkan seseorang berhenti bernapas sementara saat tidur.

Kondisi ini membuat tidur menjadi tidak berkualitas karena tubuh terus-menerus “terbangun” tanpa disadari.

Gejalanya bisa berupa mendengkur keras, sakit kepala saat bangun tidur, hingga sulit fokus di siang hari.

7. Stres dan Masalah Psikologis

Stres, kecemasan, dan depresi dapat memengaruhi kualitas tidur secara signifikan.

Pikiran yang terus aktif membuat tubuh sulit rileks sehingga tidur terasa kurang nyenyak.

Akibatnya, tubuh tetap merasa lelah dan mengantuk keesokan harinya.

8. Sindrom Kaki Gelisah

Restless Legs Syndrome membuat seseorang memiliki dorongan untuk terus menggerakkan kaki saat sedang beristirahat atau tidur.

Gangguan ini dapat menyebabkan tidur terputus-putus sehingga tubuh tidak mendapatkan istirahat maksimal.

9. Narkolepsi

Narcolepsy adalah gangguan neurologis yang menyebabkan seseorang bisa tertidur mendadak di waktu yang tidak terduga.

Meski sudah tidur cukup di malam hari, pengidap narkolepsi tetap mengalami rasa kantuk ekstrem pada siang hari.

10. Pola Makan yang Tidak Seimbang

Makanan tinggi gula, lemak, dan karbohidrat sederhana dapat memicu rasa kantuk setelah makan.

Selain itu, pola makan yang tidak teratur serta konsumsi kafein berlebihan juga dapat mengganggu kualitas tidur di malam hari.

Tubuh akhirnya tetap terasa lelah meski waktu tidur cukup.

Baca Juga: Snapdragon 4 Gen 5 dan 6 Gen 5 Meluncur, HP Mid Range Kini Bisa Gaming Lebih Kencang dan Kamera AI Lebih Pintar

Jangan Abaikan Rasa Kantuk Berlebih

Mengantuk sesekali sebenarnya masih tergolong normal, terutama setelah aktivitas berat atau kurang istirahat.

Namun jika rasa kantuk terus terjadi selama berminggu-minggu, sulit fokus, atau bahkan membuat seseorang sering tertidur tiba-tiba, kondisi ini perlu diwaspadai.

Karena pada beberapa kasus, rasa kantuk berlebih bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang membutuhkan penanganan medis.

Menjaga pola tidur, rutin berolahraga, mengurangi screen time, dan mengatur pola makan sehat dapat menjadi langkah awal untuk membantu memperbaiki kualitas tidur dan menjaga tubuh tetap bertenaga sepanjang hari.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#penyebab sering mengantuk #kualitas tidur buruk #gejala anemia #rasa kantuk berlebih #sleep apnea