Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Jangan Langsung Masak Mie Instan, Ahli Gizi Ungkap Telur Lebih Baik untuk Makanan Cepat dan Praktis

Amaliya Syafithri • Minggu, 10 Mei 2026 | 09:04 WIB
Lapar tengah malam jangan langsung masak mie instan. Ahli gizi kini menyarankan telur sebagai pilihan makanan darurat yang lebih sehat dan bergizi. (Ilustrasi menu makanan telur dan mi instan - Sumber: AI)
Lapar tengah malam jangan langsung masak mie instan. Ahli gizi kini menyarankan telur sebagai pilihan makanan darurat yang lebih sehat dan bergizi. (Ilustrasi menu makanan telur dan mi instan - Sumber: AI)

RADARBONANG.ID - Saat rasa lapar datang tiba-tiba, terutama pada malam hari atau di tengah kesibukan, banyak orang langsung memilih mie instan sebagai solusi cepat.

Praktis, murah, dan mudah dibuat menjadi alasan utama makanan ini begitu populer di berbagai kalangan.

Namun kini, para ahli gizi mulai menyuarakan kebiasaan baru yang dinilai jauh lebih sehat: menjadikan telur sebagai pilihan utama makanan darurat pengganti mie instan.

Bagi sebagian orang, mie instan sudah seperti “penyelamat” ketika tidak sempat memasak.

Cukup menyeduh mie dengan air panas atau merebusnya beberapa menit, makanan hangat siap disantap.

Akan tetapi, di balik kepraktisannya, mie instan menyimpan kandungan yang perlu diperhatikan jika dikonsumsi terlalu sering.

Baca Juga: Kanada Temukan Dugaan Pelanggaran Privasi OpenAI, Data Pengguna ChatGPT Disebut Dipakai Tanpa Transparansi

Sebagian besar mie instan mengandung natrium atau garam dalam jumlah tinggi, karbohidrat rafinasi, serta bahan pengawet yang cukup banyak.

Di sisi lain, kandungan protein dan seratnya relatif rendah sehingga rasa kenyang yang dihasilkan biasanya tidak bertahan lama.

Konsumsi natrium berlebih dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan gangguan kesehatan lainnya.

Selain itu, karbohidrat sederhana pada mie instan juga bisa memicu lonjakan gula darah lebih cepat.

Karena itulah, banyak ahli gizi mulai mendorong masyarakat untuk memilih alternatif yang lebih bernutrisi, salah satunya telur.

Telur Kaya Protein dan Nutrisi Penting

Telur dikenal sebagai salah satu sumber protein berkualitas tinggi yang mudah ditemukan dan harganya relatif terjangkau.

Dalam satu butir telur, tubuh bisa mendapatkan hampir seluruh asam amino esensial yang dibutuhkan untuk memperbaiki jaringan dan menjaga fungsi tubuh.

Tidak hanya protein, telur juga mengandung berbagai vitamin dan mineral penting seperti vitamin D, vitamin B12, selenium, zat besi, hingga kolin yang berperan penting dalam mendukung fungsi otak dan kesehatan saraf.

Karena kandungan gizinya yang lengkap, telur sering dianggap sebagai salah satu makanan sederhana dengan manfaat besar bagi kesehatan tubuh.

Ahli gizi menilai mengganti kebiasaan makan mie instan dengan telur dapat membantu tubuh mendapatkan asupan nutrisi yang lebih seimbang, terutama saat sedang lapar mendadak.

Praktis dan Cepat Dimasak

Salah satu alasan utama orang memilih mie instan adalah faktor kepraktisan. Namun sebenarnya, telur juga bisa diolah dengan sangat cepat dan mudah.

Dalam waktu kurang dari lima menit, telur bisa diubah menjadi berbagai menu sederhana seperti telur ceplok, telur dadar, hingga telur rebus.

Bahkan banyak orang kini mulai menjadikan telur setengah matang atau scrambled egg sebagai menu andalan saat membutuhkan makanan cepat.

Selain lebih sehat, telur juga memberikan rasa kenyang yang cenderung bertahan lebih lama karena kandungan proteinnya lebih tinggi dibanding mie instan.

Banyak ahli kesehatan menyebut protein membantu mengontrol rasa lapar dan menjaga energi tubuh tetap stabil lebih lama.

Hal ini membuat telur menjadi pilihan yang lebih baik, terutama bagi orang yang sering begadang atau memiliki aktivitas padat.

Bisa Dipadukan dengan Menu Sehat Lain

Keunggulan lain dari telur adalah fleksibilitasnya dalam diolah bersama bahan makanan lain.

Telur dapat dipadukan dengan sayuran, nasi, roti gandum, atau makanan sehat lainnya tanpa membutuhkan proses memasak yang rumit.

Misalnya, telur dadar dengan tambahan daun bawang atau sayur sederhana bisa menjadi menu cepat yang jauh lebih bergizi dibanding hanya mengonsumsi mie instan.

Meski demikian, para ahli tetap mengingatkan bahwa mie instan sebenarnya boleh saja dikonsumsi sesekali selama tidak berlebihan.

Masalah muncul ketika makanan ini dijadikan kebiasaan harian tanpa diimbangi pola makan sehat lainnya.

Karena itu, perubahan kecil seperti mengganti mie instan dengan telur saat lapar tengah malam bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Followers Instagram Mendadak Hilang Massal, Meta Akui Sedang Bersihkan Akun Bot dan Spam

Mulai Mengubah Pola Makan Sehari-hari

Kebiasaan makan praktis memang sulit dihindari di tengah gaya hidup modern yang serba cepat.

Namun memilih makanan yang lebih bernutrisi dapat memberikan dampak besar bagi tubuh dalam jangka panjang.

Telur menjadi contoh bahwa makanan sehat tidak selalu mahal atau sulit dibuat.

Dengan waktu memasak yang singkat dan kandungan nutrisi yang lengkap, telur dinilai lebih ideal sebagai makanan darurat sehari-hari.

Mengubah kebiasaan kecil mungkin terasa sederhana, tetapi bisa menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh di masa depan.

Jadi saat rasa lapar datang tiba-tiba nanti, mungkin sudah waktunya mempertimbangkan telur sebagai pilihan utama sebelum langsung mengambil mie instan dari rak dapur.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#telur pengganti mie instan #makanan darurat sehat #manfaat telur untuk kesehatan #ahli gizi telur #bahaya mie instan