RADARBONANG.ID – Di tengah rutinitas padat pekerja kantoran dengan pola kerja 9 to 5, olahraga sering kali menjadi hal yang sulit dijadwalkan.
Pertanyaan yang kerap muncul adalah: lebih baik olahraga di pagi hari sebelum kerja atau malam hari setelah pulang kantor?
Jawabannya tidak hitam-putih. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa waktu terbaik untuk berolahraga sangat bergantung pada kondisi tubuh, gaya hidup, dan ritme biologis masing-masing individu.
Baca Juga: 7 Kebiasaan Pagi Orang Super Sukses yang Jarang Disadari namun Terbukti Efektif Ubah Hidup Anda
Peran Jam Biologis Tubuh
Tubuh manusia bekerja mengikuti circadian rhythm atau jam biologis yang mengatur energi, metabolisme, hingga pola tidur.
Ritme ini membuat respons tubuh terhadap aktivitas fisik berbeda antara pagi dan malam hari. Karena itu, waktu olahraga bisa memberikan efek yang tidak sama pada setiap orang.
Keunggulan Olahraga Pagi
Olahraga di pagi hari sering dianggap lebih ideal, terutama bagi pekerja kantoran yang ingin menjaga konsistensi.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa olahraga pagi membantu meningkatkan metabolisme sejak awal hari, sehingga tubuh lebih siap menjalani aktivitas.
Selain itu, pagi hari cenderung minim gangguan. Tidak ada rapat mendadak atau lembur, sehingga peluang untuk rutin berolahraga menjadi lebih besar.
Studi yang dipublikasikan dalam Nutrients (2022) juga menyebutkan bahwa olahraga pagi berperan dalam menjaga keseimbangan energi dan mendukung kebugaran jangka panjang.
Kelebihan Olahraga Malam
Di sisi lain, olahraga malam juga memiliki keunggulan tersendiri.
Pada sore hingga malam hari, suhu tubuh berada di titik optimal, sehingga kekuatan otot dan fungsi kardiovaskular cenderung lebih baik.
Kondisi ini membuat olahraga malam cocok untuk latihan dengan intensitas lebih tinggi, seperti angkat beban atau cardio berat.
Bagi sebagian orang, olahraga malam juga menjadi cara efektif untuk melepas stres setelah seharian bekerja.
Risiko Gangguan Tidur
Meski memiliki manfaat, olahraga malam perlu dilakukan dengan bijak. Aktivitas fisik yang terlalu dekat dengan waktu tidur dapat mengganggu kualitas istirahat.
Tubuh yang masih dalam kondisi aktif akan lebih sulit rileks, sehingga waktu tidur bisa tertunda.
Para ahli menyarankan memberi jeda beberapa jam antara olahraga dan waktu tidur, terutama jika melakukan latihan intens.
Tidak Ada Jawaban Mutlak
Menariknya, beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara olahraga pagi dan malam dalam aspek performa tertentu.
Artinya, faktor terpenting bukanlah waktu, melainkan konsistensi dalam berolahraga.
Pilih yang Paling Realistis
Bagi pekerja kantoran, memilih waktu olahraga sebaiknya disesuaikan dengan rutinitas harian.
Jika pagi hari terasa lebih segar dan mudah konsisten, maka itu pilihan terbaik.
Namun jika energi justru muncul setelah bekerja, olahraga malam tetap efektif selama tidak mengganggu tidur.
Konsistensi Jadi Kunci Utama
Pada akhirnya, olahraga tidak harus sempurna waktunya—yang terpenting adalah dilakukan secara rutin.
Baik pagi maupun malam, manfaat kesehatan akan tetap dirasakan selama aktivitas tersebut menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Editor : Muhammad Azlan Syah