Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

POV: Baru Jadi Ibu, Tapi Rambut Rontok Kayak Lagi Patah Hati–Ini Bukan Drama, Ini Postpartum!

Siska Yudianti • Jumat, 10 April 2026 | 08:52 WIB
Ilustrasi rambut rontok
Ilustrasi rambut rontok

 

RADARBONANG.ID – Banyak ibu baru mengira tantangan setelah melahirkan hanya soal begadang dan mengganti popok.

Padahal, ada satu “drama diam-diam” yang sering bikin panik: rambut rontok parah hingga sisir penuh helai rambut.

Jika kamu mengalaminya, tidak perlu khawatir. Kondisi ini sangat umum terjadi dan dialami banyak ibu setelah melahirkan.

Dalam dunia medis, fenomena ini dikenal sebagai postpartum hair loss.

Yang perlu dipahami, ini bukan karena salah perawatan rambut atau tanda masalah kesehatan serius. Penyebab utamanya adalah perubahan hormon dalam tubuh.

Baca Juga: Meski Avtur Naik, Biaya Haji 2026 Justru Turun Rp2 Juta, Ini Penjelasan Pemerintah

Bukan Drama, Ini Sains

Selama masa kehamilan, tubuh mengalami peningkatan hormon estrogen yang cukup tinggi. Hormon ini membuat rambut tumbuh lebih tebal, kuat, dan tidak mudah rontok.

Namun setelah melahirkan, kadar estrogen turun drastis. Rambut yang sebelumnya “tertahan” akhirnya masuk ke fase rontok secara bersamaan. Inilah yang membuat jumlah rambut rontok terasa jauh lebih banyak dari biasanya.

Kondisi ini disebut sebagai telogen effluvium, yaitu fase ketika rambut memasuki masa istirahat dan kemudian rontok dalam jumlah besar.

Kapan Mulai Terjadi?

Rambut rontok biasanya tidak langsung muncul setelah melahirkan. Ada jeda waktu sebelum gejalanya terasa.

Umumnya, kondisi ini mulai terjadi sekitar 2 hingga 4 bulan setelah persalinan.

Puncaknya bisa terjadi pada bulan ke-4 hingga ke-6, dan dalam beberapa kasus dapat berlangsung hingga satu tahun.

Meski terdengar lama, kondisi ini bersifat sementara dan akan membaik seiring waktu.

Seberapa Parah Kondisinya?

Banyak ibu merasa panik saat melihat jumlah rambut yang rontok. Namun, ada beberapa tanda yang masih tergolong normal.

Seperti rambut rontok dalam jumlah banyak saat keramas, helai rambut yang menumpuk di bantal, atau rambut yang terasa lebih tipis terutama di bagian depan.

Selama tidak muncul gejala lain seperti kebotakan permanen atau iritasi kulit kepala, kondisi ini masih dalam batas wajar.

Faktor yang Memperparah

Selain perubahan hormon, ada beberapa faktor lain yang dapat memperburuk kerontokan rambut setelah melahirkan.

Kurang tidur menjadi salah satu penyebab utama, mengingat ibu baru sering harus terbangun di malam hari.

Stres pasca melahirkan juga berperan besar, ditambah dengan kemungkinan kurangnya asupan nutrisi.

Kondisi seperti anemia atau kekurangan zat besi juga bisa memperparah kerontokan. Artinya, gaya hidup setelah melahirkan sangat memengaruhi kondisi rambut.

Cara Mengatasi Rambut Rontok Postpartum

Meski tidak bisa dihentikan sepenuhnya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampaknya.

Pertama, perbaiki asupan nutrisi dengan mengonsumsi makanan kaya protein, zat besi, serta vitamin B dan D. Nutrisi yang cukup membantu mempercepat pemulihan rambut.

Kedua, gunakan sampo yang lembut dan bebas bahan keras agar tidak memperparah kerontokan.

Ketiga, hindari penggunaan alat styling seperti catokan atau hair dryer dengan suhu tinggi, serta jangan mengikat rambut terlalu kencang.

Keempat, kelola stres dengan baik. Luangkan waktu sejenak untuk diri sendiri, meskipun hanya beberapa menit dalam sehari.

Jika kerontokan berlangsung lebih dari satu tahun atau terasa semakin parah, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis.

Apakah Rambut Bisa Kembali Normal?

Kabar baiknya, rambut akan tumbuh kembali. Setelah hormon tubuh kembali stabil, siklus pertumbuhan rambut akan berjalan normal seperti sebelumnya.

Rambut baru akan mulai tumbuh, meskipun prosesnya membutuhkan waktu dan kesabaran. Dalam banyak kasus, kondisi rambut akan kembali seperti semula.

Baca Juga: Sistem Coretax Tuai Keluhan: Wajib Pajak Pilih “Jalan Pintas” Bayar Joki Ratusan Ribu Demi Lapor SPT

Jangan Panik, Ini Fase Alami

Rambut rontok setelah melahirkan memang bisa mengejutkan, apalagi di tengah kelelahan mengurus bayi. Namun penting untuk diingat bahwa ini adalah proses alami tubuh.

Alih-alih panik, fokuslah pada pemulihan diri. Kesehatan ibu memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi.

Pada akhirnya, kondisi ini hanyalah fase sementara. Jadi jika kamu sedang mengalaminya, ingat bahwa kamu tidak sendirian—dan kamu pasti bisa melewatinya.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#rambut rontok setelah melahirkan #postpartum hair loss #penyebab rambut rontok ibu baru #cara mengatasi rambut rontok #Telogen effluvium