RADARBONANG.ID – Memiliki tubuh ramping sering kali dianggap sebagai tanda kesehatan yang baik. Namun, kondisi “kurus tapi buncit” justru bisa menjadi sinyal bahaya tersembunyi.
Salah satu penyebabnya adalah penumpukan lemak viseral, yakni lemak yang berada di dalam rongga perut dan mengelilingi organ-organ vital.
Berbeda dengan lemak subkutan yang berada di bawah kulit, lemak viseral bersifat lebih aktif secara metabolik.
Artinya, lemak ini dapat memengaruhi berbagai proses dalam tubuh dan berpotensi memicu gangguan kesehatan serius tanpa disadari.
Baca Juga: Sering Jalan Cepat Meski Tak Terburu-buru? Ini 7 Ciri Kepribadian Unik Menurut Psikologi
Lemak Viseral Mengintai Organ Vital
Lemak viseral tersimpan di dalam rongga perut dan melapisi organ penting seperti hati, pankreas, dan usus.
Karena letaknya yang tersembunyi, banyak orang tidak menyadari keberadaannya meski secara fisik terlihat kurus.
Dalam jumlah berlebih, lemak ini dapat mengganggu fungsi organ dan memicu peradangan dalam tubuh.
Hal ini yang kemudian meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.
Menurut penjelasan Grace Tahir melalui kanal YouTube edukasi kesehatan, lemak viseral memiliki kaitan erat dengan meningkatnya risiko penyakit tidak menular.
“Kondisi ini berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, hingga gangguan metabolisme,” jelasnya.
Risiko Penyakit yang Mengintai
Penumpukan lemak viseral tidak bisa dianggap sepele. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius seperti Penyakit Jantung, Diabetes Tipe 2, hingga Hipertensi.
Selain itu, lemak viseral juga berkontribusi terhadap sindrom metabolik, yaitu kumpulan kondisi yang meningkatkan risiko penyakit kronis.
Dampaknya tidak hanya pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.
Yang menjadi tantangan, kondisi ini sering tidak terdeteksi karena berat badan tetap terlihat normal. Oleh karena itu, penting untuk memahami indikator lain selain angka di timbangan.
Kenali Batas Aman Lemak Perut
Untuk mengetahui kadar lemak viseral, salah satu metode yang bisa digunakan adalah pemeriksaan dengan alat body composition.
Skala lemak viseral umumnya berada di angka 1 hingga 9 untuk kategori sehat.
Namun, jika angka sudah mencapai 10 atau lebih, maka kondisi tersebut tergolong tinggi dan perlu penanganan lebih lanjut.
Selain itu, cara sederhana yang bisa dilakukan adalah mengukur lingkar pinggang.
Sebagai panduan umum, pria disarankan memiliki lingkar pinggang di bawah 90 cm, sedangkan perempuan di bawah 80 cm.
Pengukuran ini dapat menjadi indikator awal untuk menilai risiko kesehatan, terutama terkait penumpukan lemak di area perut.
Gaya Hidup Jadi Penentu Utama
Penumpukan lemak viseral tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada berbagai faktor yang memengaruhi, mulai dari pola makan tinggi gula, konsumsi makanan olahan, hingga kurangnya aktivitas fisik.
Selain itu, stres kronis, kurang tidur, serta perubahan hormon akibat usia juga dapat mempercepat penumpukan lemak di perut.
Kombinasi faktor-faktor ini membuat tubuh lebih mudah menyimpan lemak di area visceral.
Untuk mengatasinya, diperlukan perubahan gaya hidup secara menyeluruh.
Tidak cukup hanya menurunkan berat badan, tetapi juga memperbaiki pola makan dan meningkatkan aktivitas fisik.
Olahraga rutin, konsumsi makanan bergizi seimbang, tidur yang cukup, serta manajemen stres menjadi kunci utama dalam menjaga kadar lemak viseral tetap normal.
Baca Juga: Mengenal Diri Saja Tidak Cukup, Ada Bagian Sunyi yang Harus Dihadapi untuk Benar-Benar Berubah
Pentingnya Menjaga Komposisi Tubuh
Kesadaran akan lemak viseral perlu ditingkatkan, terutama bagi mereka yang merasa sudah cukup sehat hanya karena memiliki tubuh ramping.
Padahal, komposisi tubuh yang sehat jauh lebih penting dibanding sekadar angka berat badan.
Menjaga keseimbangan antara massa otot dan lemak tubuh menjadi langkah penting untuk mencegah berbagai penyakit di masa depan. Dengan pola hidup yang tepat, risiko akibat lemak viseral dapat ditekan secara signifikan.
Pesan penting yang perlu diingat adalah bahwa kesehatan tidak hanya dilihat dari penampilan luar, tetapi juga dari kondisi di dalam tubuh.
Editor : Muhammad Azlan Syah