RADARBONANG.ID – Nyeri haid atau dismenore sering menjadi keluhan yang mengganggu aktivitas sehari-hari, baik bagi remaja putri maupun perempuan dewasa.
Tidak sedikit yang mengandalkan obat pereda nyeri, padahal ada solusi alami yang telah digunakan turun-temurun, yakni ramuan kunyit asam.
Ahli herbal medik, Dian Elco Nora, menjelaskan bahwa kombinasi kunyit dan asam bukan sekadar tradisi, melainkan formulasi yang memiliki dasar ilmiah.
Menurutnya, kunyit mengandung senyawa aktif kurkumin yang berperan sebagai antiinflamasi.
Baca Juga: Iran Ancam Serangan Balasan Besar Jika AS dan Israel Targetkan Infrastruktur
Namun, zat ini cenderung tidak stabil dalam kondisi basa. Di sinilah peran asam sebagai asidulan yang menjaga pH tetap asam agar kurkumin tidak mudah rusak.
“Dengan kombinasi ini, manfaat kunyit bisa lebih maksimal karena zat aktifnya tetap terjaga,” ujarnya dalam program Hidup Sehat.
Efektif Redakan Nyeri Secara Alami
Selain membantu melancarkan menstruasi, kunyit asam juga dikenal mampu meredakan nyeri.
Secara ilmiah, kurkumin bekerja dengan menghambat senyawa pemicu peradangan seperti interleukin-6 dan TNF alfa.
Kedua senyawa tersebut berperan dalam memicu kontraksi berlebihan pada rahim yang menyebabkan rasa nyeri saat haid.
Dengan sifat antiinflamasi yang dimiliki, kunyit asam dapat menjadi alternatif alami untuk mengurangi keluhan tersebut.
Cara Mengolah yang Tepat
Untuk mendapatkan manfaat maksimal, proses pengolahan kunyit menjadi hal yang sangat penting. Berbeda dengan bahan herbal lain, kunyit tidak cukup hanya diiris.
Menurut dr. Dian, kunyit sebaiknya diparut atau diblender hingga halus.
Cara ini terbukti menghasilkan ekstrak kurkumin yang lebih tinggi dibandingkan metode iris biasa.
Selain itu, waktu perebusan juga harus diperhatikan. Setelah air mendidih, ramuan cukup direbus selama 5 hingga 7,5 menit.
Jika terlalu lama, panas berlebih justru dapat merusak kandungan kurkumin sehingga manfaatnya berkurang.
Bahan-Bahan Kunyit Asam
Untuk membuat ramuan kunyit asam di rumah, berikut bahan yang diperlukan:
- Asam jawa (Tamarindus indica): 45 gram
- Kunyit segar: 85 gram
- Kapulaga: 5 buah
- Kayu manis: 2 ruas batang
- Cengkeh: 5 buah
- Jeruk nipis: 1 buah (ambil airnya)
- Gula aren/gula jawa: 80 gram
- Garam: secukupnya
- Air: 750 ml
Cara Membuat
- Cuci bersih semua bahan.
- Kupas kunyit, lalu parut atau blender dengan sedikit air, kemudian saring.
- Buang biji asam dan lumatkan dagingnya.
- Masukkan air ke dalam panci hingga mendidih.
- Tambahkan sari kunyit, asam, serta bahan lainnya.
- Masukkan gula aren dan sedikit garam.
- Rebus selama 2,5 hingga 5 menit setelah mendidih.
- Angkat, saring, dan sajikan hangat.
Ramuan ini dianjurkan dikonsumsi satu hingga dua kali sehari setelah makan saat mengalami nyeri haid.
Bisa untuk Pencegahan dan Kesehatan Umum
Tidak hanya untuk meredakan nyeri, kunyit asam juga dapat dikonsumsi sebagai pencegahan. Cukup diminum tiga kali seminggu, terutama menjelang menstruasi.
Menariknya, minuman herbal ini tidak hanya bermanfaat bagi perempuan.
Pria juga dapat mengonsumsinya untuk membantu menjaga kesehatan tubuh, termasuk mengontrol berat badan dan menjaga kesehatan pembuluh darah.
Warisan Herbal yang Tetap Relevan
Kunyit asam menjadi bukti bahwa warisan herbal tradisional tetap relevan di era modern.
Dengan pengolahan yang tepat dan pemahaman ilmiah, ramuan ini dapat menjadi alternatif alami yang aman dan efektif.
Menggabungkan kearifan lokal dengan pendekatan ilmiah, kunyit asam tidak hanya sekadar minuman tradisional, tetapi juga solusi kesehatan yang mudah diakses oleh siapa saja. (*)
Editor : Muhammad Azlan Syah