Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Waspadai Weight Faltering, dr. Meta Herdiana: Jangan Terjebak Mitos Anak Aktif Pasti Sehat

Muhammad Azlan Syah • 2026-03-30 15:30:55
Dokter anak mengingatkan bahwa anak aktif belum tentu sehat jika berat badan tidak naik dan bisa menjadi tanda awal weight faltering. (Sumber: detikHealth)
Dokter anak mengingatkan bahwa anak aktif belum tentu sehat jika berat badan tidak naik dan bisa menjadi tanda awal weight faltering. (Sumber: detikHealth)

 

RADARBONANG.ID – Kekhawatiran orang tua terhadap tumbuh kembang anak kerap terjebak pada anggapan bahwa anak yang aktif dan ceria pasti dalam kondisi sehat. Padahal, kondisi ini belum tentu mencerminkan pertumbuhan yang optimal.

Dokter spesialis anak sekaligus ahli nutrisi, Meta Haninda, menegaskan bahwa kesehatan anak tidak hanya dilihat dari aktivitas fisik semata, tetapi juga dari pertumbuhan yang sesuai dengan grafik usianya.

Menurutnya, berat badan anak yang tidak mengalami kenaikan atau cenderung stagnan bisa menjadi tanda awal masalah serius, termasuk risiko stunting.


Mengenal Weight Faltering

Kondisi ini dikenal sebagai Weight Faltering, yaitu perlambatan atau kegagalan kenaikan berat badan yang seharusnya terjadi sesuai usia anak.

“Banyak orang tua merasa aman karena anaknya aktif, padahal kenaikan berat badan yang tidak adekuat itu tanda awal gagal tumbuh,” jelas dr. Meta dalam sebuah bincang edukatif.

Ia menekankan bahwa kondisi ini merupakan sinyal peringatan yang tidak boleh diabaikan dan harus segera ditelusuri penyebabnya.


Tiga Faktor Utama Penyebab

Menurut dr. Meta, terdapat tiga faktor utama yang umumnya menyebabkan weight faltering pada anak.

Pertama adalah asupan nutrisi yang tidak mencukupi kebutuhan harian. Anak yang tidak mendapatkan kalori dan zat gizi yang cukup akan mengalami hambatan pertumbuhan.

Kedua, adanya gangguan penyerapan nutrisi dalam tubuh. Kondisi ini bisa dipicu oleh alergi makanan atau alergi susu sapi yang membuat nutrisi tidak terserap secara optimal.

Ketiga, peningkatan metabolisme akibat penyakit tertentu. Beberapa penyakit seperti infeksi saluran kemih, penyakit jantung bawaan, hingga tuberkulosis dapat membuat tubuh anak membutuhkan energi lebih besar, sehingga berat badan sulit naik.

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Periode emas dalam tumbuh kembang anak dikenal sebagai 1000 Hari Pertama Kehidupan, yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Pada fase ini, sekitar 80 persen perkembangan otak terjadi. Kekurangan nutrisi pada periode ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga kemampuan kognitif di masa depan.

Dr. Meta mengibaratkan otak seperti komputer, di mana nutrisi berperan sebagai perangkat keras, sedangkan stimulasi dan imunisasi menjadi perangkat lunaknya.

Jika salah satu tidak optimal, maka fungsi perkembangan anak juga bisa terganggu.

Jangan Bergantung pada Faktor Genetik

Masih banyak orang tua yang beranggapan bahwa tinggi badan anak sepenuhnya ditentukan oleh faktor keturunan.

Padahal, menurut dr. Meta, nutrisi dan stimulasi yang tepat dapat membantu anak tumbuh lebih optimal, bahkan melampaui tinggi orang tuanya.

 

Atasi GTM dengan Pola Makan yang Tepat

Masalah lain yang sering dihadapi orang tua adalah Gerakan Tutup Mulut atau GTM. Kondisi ini sering dipicu oleh praktik pemberian makan yang tidak tepat.

Dr. Meta menyarankan agar orang tua menerapkan aturan makan sejak anak mulai mengonsumsi MPASI pada usia enam bulan.

Beberapa aturan penting yang perlu diperhatikan antara lain jadwal makan yang teratur, durasi makan maksimal 30 menit, serta menghindari distraksi seperti televisi atau gawai saat makan.

Selain itu, orang tua juga perlu konsisten dalam mengenalkan makanan baru.

Berdasarkan berbagai literatur, anak perlu dikenalkan pada satu jenis makanan hingga 10–15 kali, bahkan sampai 20 kali, sebelum dapat disimpulkan bahwa ia benar-benar tidak menyukainya.

Kesimpulan: Waspada Sejak Dini

Weight faltering merupakan tanda awal gangguan pertumbuhan yang tidak boleh dianggap sepele.

 

Anak yang terlihat aktif belum tentu memiliki kondisi kesehatan yang optimal.

Dengan pemantauan rutin, pemenuhan nutrisi yang tepat, serta pola asuh yang baik, risiko gangguan tumbuh kembang seperti stunting dapat dicegah sejak dini.

Peran orang tua menjadi kunci utama dalam memastikan anak tumbuh sehat, tidak hanya dari segi aktivitas, tetapi juga dari pertumbuhan yang sesuai standar.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#weight faltering anak #berat badan anak tidak naik #stunting anak #nutrisi anak #1000 hari pertama kehidupan #GTM anak