RADARBONANG.ID – Sialolithiasis mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang, namun kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi.
Sialolithiasis adalah gangguan pada kelenjar air liur yang disebabkan oleh terbentuknya batu kecil di dalam saluran kelenjar tersebut, sehingga menghambat aliran air liur.
Kelenjar air liur memiliki peran penting dalam menjaga kelembapan mulut, membantu proses pencernaan, serta melindungi gigi dari kerusakan.
Ketika saluran ini tersumbat oleh batu, berbagai gejala tidak nyaman bisa muncul, bahkan berpotensi menimbulkan infeksi jika tidak ditangani dengan baik.
Baca Juga: Rekomendasi 6 Film Indonesia Terbaru yang Wajib Ditonton Saat Libur Lebaran 2026
Gejala yang Sering Muncul, Terutama Saat Makan
Salah satu ciri khas dari sialolithiasis adalah munculnya rasa nyeri yang semakin terasa saat makan.
Hal ini terjadi karena produksi air liur meningkat saat mengunyah, namun alirannya terhambat akibat adanya batu.
Selain itu, beberapa gejala lain yang kerap dialami penderita antara lain:
- Pembengkakan di area mulut, pipi, atau bawah rahang
- Benjolan yang terasa nyeri di bawah lidah atau dagu
- Mulut terasa kering
- Sulit menelan atau membuka mulut
- Dalam kondisi tertentu, muncul nanah dan demam jika terjadi infeksi
Gejala ini bisa datang dan pergi, tergantung pada ukuran batu dan tingkat penyumbatan yang terjadi.
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab pasti terbentuknya batu pada kelenjar air liur belum sepenuhnya diketahui. Namun, kondisi ini umumnya berkaitan dengan perubahan aliran air liur atau meningkatnya kekentalan cairan tersebut.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko sialolithiasis antara lain:
- Dehidrasi atau kurang minum
- Efek samping obat tertentu seperti antihistamin dan obat tekanan darah
- Kebiasaan merokok
- Penyakit tertentu seperti gout dan gangguan hormon
- Kurangnya stimulasi produksi air liur, misalnya jarang mengunyah
Selain itu, penumpukan zat mineral dalam air liur juga dapat membentuk kristal yang lama-kelamaan menjadi batu dan menyumbat saluran.
Dampak Jika Tidak Ditangani
Jika tidak segera diobati, sialolithiasis dapat menyebabkan komplikasi berupa infeksi pada kelenjar air liur.
Kondisi ini ditandai dengan pembengkakan yang semakin parah, nyeri hebat, hingga keluarnya nanah dari dalam mulut.
Dalam beberapa kasus, gangguan ini juga bisa memicu sialadenitis atau peradangan pada kelenjar air liur yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Cara Diagnosis dan Pengobatan
Diagnosis sialolithiasis umumnya dilakukan melalui pemeriksaan fisik oleh dokter, terutama pada area yang mengalami pembengkakan.
Untuk memastikan adanya batu, dokter dapat melakukan pemeriksaan tambahan seperti rontgen atau pencitraan lainnya.
Pengobatan yang diberikan tergantung pada tingkat keparahan kondisi. Untuk kasus ringan, beberapa langkah sederhana dapat membantu, seperti:
- Memperbanyak konsumsi air putih
- Memijat area kelenjar untuk membantu mengeluarkan batu
- Mengonsumsi makanan yang merangsang produksi air liur
Namun, jika batu berukuran besar atau menyebabkan infeksi, penanganan medis seperti pemberian antibiotik hingga tindakan operasi mungkin diperlukan.
Pentingnya Menjaga Kesehatan Mulut
Mencegah sialolithiasis dapat dimulai dengan menjaga kesehatan mulut dan memastikan tubuh tetap terhidrasi.
Kebiasaan sederhana seperti rutin minum air, menjaga kebersihan gigi, dan tidak merokok dapat membantu menurunkan risiko terbentuknya batu di kelenjar air liur.
Selain itu, penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika muncul benjolan atau nyeri di area mulut dan rahang, terutama jika gejala semakin memburuk saat makan.
Sialolithiasis merupakan kondisi yang sering tidak disadari, namun dapat menimbulkan rasa tidak nyaman hingga komplikasi serius jika diabaikan.
Dengan mengenali gejala sejak dini dan melakukan penanganan yang tepat, gangguan ini dapat diatasi sebelum berkembang menjadi lebih parah.
Editor : Muhammad Azlan Syah