RADARBONANG.ID – Tren kecantikan Korea selalu mampu mencuri perhatian, dari kulit cerah hingga tampilan mulus bak kaca.
Tahun 2026 ini, salah satu tren yang tengah populer adalah bloom skin, atau kulit “berbunga”.
Tidak seperti tren kulit kaca yang menekankan kilau sempurna, bloom skin lebih menyoroti kesehatan kulit dari dalam sehingga wajah tampak kenyal, terhidrasi, dan warna kulit lebih merata.
Baca Juga: Project Pan Lagi Viral: Tantang Budaya Kalap Belanja di Dunia Kecantikan
Bloom skin mendorong perawatan kulit yang sederhana namun konsisten. Tren ini menekankan rutinitas skincare yang disiplin, tanpa mengandalkan produk “ajaib” yang menjanjikan perubahan instan.
Faktor seperti kurang tidur, stres, dan pola makan tetap dianggap memengaruhi kondisi kulit, sehingga fokus bloom skin adalah menjaga kulit agar lebih sehat alami.
Cara menerapkan bloom skin pun cukup sederhana
Pembersihan lembut
Hindari sabun wajah yang keras. Gunakan cleansing oil atau sabun muka ringan untuk membersihkan kotoran dan makeup tanpa merusak lapisan lipid kulit.
Pelembap berlapis tipis
Gunakan toner atau pelembap ringan secara bertahap untuk menjaga hidrasi tanpa menyumbat pori. Tekstur jeli menjadi favorit untuk menambah kelembapan tanpa berat.
Perawatan dengan tujuan jelas
Pilih produk skincare sesuai kebutuhan, seperti peptide untuk garis halus atau formula yang mengecilkan pori-pori.
Sunscreen setiap hari
Lindungi kulit dari sinar matahari dengan sunscreen ringan berkualitas tinggi agar barrier kulit tetap kuat dan sehat.
Dengan bloom skin, fokusnya bukan sekadar kulit cerah atau glowing, tetapi merawat kulit sebagai bagian tubuh yang harus dijaga kesehatannya.
Tren ini mendorong perawatan yang alami, sehat, dan menonjolkan kecantikan dari dalam, sehingga kulit tampak lebih segar dan bercahaya secara alami.
Jika Insertizen ingin mencoba tren ini, kunci utamanya adalah konsistensi, kesabaran, dan pemilihan produk yang tepat. Kulit sehat bukan hasil instan, tapi investasi jangka panjang untuk tampil menawan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni