RADARBONANG.ID – Kanker dikenal sebagai penyakit yang dapat menyerang hampir seluruh bagian tubuh manusia.
Mulai dari paru-paru, usus, payudara, hingga tulang bisa menjadi tempat berkembangnya sel kanker.
Namun ada satu fakta medis yang cukup menarik: kanker yang berasal langsung dari jantung sangat jarang terjadi.
Dibandingkan jenis kanker lain, kasus kanker jantung termasuk sangat langka. Secara statistik, dari setiap 100.000 orang di dunia, hanya sekitar dua orang yang terdiagnosis kanker pada organ jantung.
Baca Juga: Déjà Vu: Mengapa Kita Sering Merasa Pernah Mengalami Suatu Kejadian?
Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan kanker paru-paru yang dapat mencapai puluhan kasus per 100.000 penduduk.
Fenomena ini membuat banyak peneliti bertanya-tanya, mengapa jantung tampak seperti memiliki “perlindungan alami” terhadap perkembangan sel kanker.
Menurut para ahli di bidang Oncology dan Cardiology, ada beberapa alasan ilmiah yang menjelaskan mengapa organ vital ini sangat jarang diserang kanker.
1. Sel Jantung Hampir Tidak Membelah Diri
Salah satu faktor utama yang membuat jantung jarang terkena kanker adalah kemampuan pembelahan selnya yang sangat rendah.
Kanker biasanya muncul ketika sel tubuh terus membelah dan mengalami kesalahan genetik atau mutasi DNA. Semakin sering sel membelah, semakin besar peluang terjadinya mutasi yang dapat memicu kanker.
Pada banyak organ tubuh seperti usus atau kulit, sel terus beregenerasi sepanjang hidup. Misalnya sel usus yang dapat berganti setiap beberapa hari.
Namun berbeda dengan jantung. Sel otot jantung atau cardiomyocytes sebagian besar berhenti membelah setelah seseorang mencapai usia dewasa.
Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sel jantung manusia sudah terbentuk sejak lahir dan hanya mengalami pergantian dalam jumlah sangat kecil sepanjang hidup.
Karena proses pembelahan sel sangat jarang terjadi, risiko mutasi yang memicu kanker juga menjadi jauh lebih kecil.
2. Lokasi Jantung Lebih Terlindungi
Alasan lain adalah posisi organ jantung yang relatif terlindungi di dalam tubuh.
Jantung terletak di bagian tengah dada dan dilindungi oleh tulang rusuk serta jaringan tubuh lainnya. Hal ini membuat organ tersebut tidak banyak terpapar langsung oleh faktor eksternal yang dapat memicu kanker.
Sebagai perbandingan:
-
Kulit sering terpapar radiasi ultraviolet dari matahari
-
Paru-paru bersentuhan langsung dengan polusi udara dan asap rokok
-
Sistem pencernaan terpapar berbagai zat dari makanan
Paparan zat karsinogenik tersebut dapat meningkatkan risiko mutasi sel yang berujung pada kanker.
Sementara itu, jantung tidak berhubungan langsung dengan lingkungan luar, sehingga peluang terpapar zat berbahaya menjadi jauh lebih kecil.
3. Sebagian Besar Tumor Jantung Bersifat Sekunder
Meski kanker primer pada jantung sangat jarang, bukan berarti organ ini tidak pernah mengalami tumor.
Sebagian besar tumor yang ditemukan di jantung sebenarnya merupakan kanker sekunder, yaitu kanker yang berasal dari organ lain lalu menyebar ke jantung melalui aliran darah.
Proses penyebaran ini dikenal sebagai metastasis dalam dunia medis.
Beberapa jenis kanker seperti kanker paru-paru, kanker payudara, atau melanoma dapat menyebar ke berbagai organ tubuh, termasuk jantung.
Namun kasus seperti ini tetap tergolong jarang dibandingkan penyebaran ke organ lain seperti hati atau tulang.
Pedang Bermata Dua bagi Jantung
Menariknya, kemampuan sel jantung yang jarang membelah diri juga memiliki sisi lain yang kurang menguntungkan.
Karena kemampuan regenerasinya terbatas, sel jantung tidak mudah memperbaiki kerusakan.
Jika terjadi kerusakan pada jaringan jantung, misalnya akibat serangan jantung atau gaya hidup tidak sehat, sel yang rusak biasanya tidak dapat digantikan sepenuhnya oleh sel baru.
Akibatnya, kerusakan tersebut bisa bersifat permanen dan memengaruhi fungsi jantung dalam jangka panjang.
Risiko Penyakit Jantung Tetap Tinggi
Meski risiko kanker jantung sangat rendah, organ ini justru lebih rentan terhadap berbagai penyakit kardiovaskular.
Beberapa di antaranya adalah penyumbatan pembuluh darah akibat penumpukan lemak, tekanan darah tinggi, hingga gangguan irama jantung.
Baca Juga: Lebaran Tak Harus Ikuti Tren Fashion, Tampil dengan Gaya Sendiri Bisa Lebih Percaya Diri
Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke yang masih menjadi penyebab kematian utama di banyak negara.
Karena itu, menjaga kesehatan jantung tetap menjadi hal yang sangat penting.
Beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
-
Mengonsumsi makanan sehat dan seimbang
-
Rutin berolahraga
-
Menghindari rokok
-
Mengelola stres
-
Tidur yang cukup
Dengan menjaga gaya hidup sehat, organ pemompa darah ini dapat bekerja secara optimal dan membantu tubuh tetap bugar sepanjang hidup.
Editor : Muhammad Azlan Syah