RADARBONANG.ID - Kanker ginjal merupakan salah satu jenis kanker yang dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Meski menyerang organ yang sama, karakteristik serta jenis kanker ginjal yang paling sering ditemukan pada kedua kelompok usia tersebut ternyata berbeda.
Dokter menjelaskan bahwa kanker pada anak biasanya berkaitan dengan gangguan perkembangan sel sejak awal kehidupan, sementara kanker pada orang dewasa lebih sering dipicu oleh faktor risiko yang berkembang dalam jangka panjang, seperti gaya hidup dan paparan lingkungan.
Menurut para ahli, jenis kanker ginjal yang paling banyak ditemukan pada orang dewasa adalah renal cell carcinoma (RCC) atau karsinoma sel ginjal.
Jenis kanker ini berkembang pada sel-sel yang melapisi saluran kecil di dalam ginjal yang berfungsi menyaring darah dan menghasilkan urine.
Renal Cell Carcinoma Paling Umum
Renal cell carcinoma diketahui menjadi bentuk kanker ginjal yang paling sering terjadi pada orang dewasa.
Bahkan berbagai penelitian menunjukkan bahwa sekitar 80–90 persen kasus kanker ginjal pada orang dewasa termasuk dalam kategori ini.
Kanker jenis ini umumnya berkembang secara perlahan dan sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.
Banyak kasus bahkan baru terdeteksi ketika pasien menjalani pemeriksaan medis seperti USG atau CT scan untuk masalah kesehatan lain.
Ketika mulai berkembang, kanker ini dapat membentuk tumor di dalam ginjal. Jika tidak segera ditangani, sel kanker berpotensi menyebar ke organ lain melalui sistem limfatik maupun aliran darah.
Beberapa gejala yang kadang muncul pada penderita kanker ginjal antara lain:
-
Darah dalam urine
-
Nyeri di punggung atau pinggang bagian bawah
-
Benjolan pada area perut atau punggung
-
Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
-
Kelelahan berkepanjangan
Namun para dokter mengingatkan bahwa banyak pasien tidak mengalami gejala yang jelas pada tahap awal penyakit.
Faktor Risiko Kanker Ginjal pada Dewasa
Berbeda dengan kanker pada anak yang sering berkaitan dengan faktor genetik, kanker ginjal pada orang dewasa umumnya dipicu oleh berbagai faktor risiko yang terjadi dalam jangka panjang.
Beberapa faktor yang diketahui meningkatkan risiko kanker ginjal antara lain:
-
Merokok
-
Obesitas atau kelebihan berat badan
-
Hipertensi (tekanan darah tinggi)
-
Penyakit ginjal kronis
-
Penggunaan obat tertentu dalam jangka panjang
-
Faktor genetik dan usia yang semakin tua
Kombinasi faktor-faktor tersebut dapat memicu perubahan atau mutasi pada sel-sel ginjal sehingga berkembang menjadi kanker.
Selain itu, para ahli juga menyoroti bahwa gaya hidup modern, seperti konsumsi makanan olahan berlebihan dan kurangnya aktivitas fisik, dapat memperbesar risiko terjadinya berbagai penyakit kronis, termasuk kanker ginjal.
Kanker Ginjal pada Anak Berbeda
Sementara itu, jenis kanker ginjal yang paling sering ditemukan pada anak-anak adalah nephroblastoma, yang juga dikenal sebagai tumor Wilms.
Jenis kanker ini umumnya berkaitan dengan kelainan genetik atau gangguan perkembangan organ sejak dalam kandungan, bukan karena faktor gaya hidup seperti yang sering terjadi pada orang dewasa.
Beberapa sindrom genetik tertentu juga diketahui dapat meningkatkan risiko tumor Wilms pada anak, seperti WAGR syndrome, Beckwith-Wiedemann syndrome, dan Denys-Drash syndrome.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa mekanisme terjadinya kanker pada anak dan orang dewasa sangat berbeda, sehingga pendekatan pengobatan dan pencegahannya pun tidak bisa disamakan.
Pentingnya Deteksi Dini
Para dokter menekankan pentingnya deteksi dini terhadap kanker ginjal, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko tinggi.
Baca Juga: Ramadan Jadi “Bootcamp” Frugal Living: Saat Puasa Diam-Diam Mengajarkan Hidup Lebih Hemat
Pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat membantu menemukan tumor pada tahap awal sebelum menyebar ke organ lain.
Dalam banyak kasus, kanker ginjal yang ditemukan lebih awal memiliki peluang pengobatan yang lebih baik.
Selain itu, menjaga pola hidup sehat seperti berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, serta memperbanyak konsumsi makanan alami seperti sayur dan buah dapat membantu menurunkan risiko penyakit ini.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang gejala dan faktor risiko kanker ginjal, diharapkan lebih banyak kasus dapat terdeteksi sejak dini sehingga peluang kesembuhan pasien menjadi lebih besar.
Editor : Muhammad Azlan Syah