RADARBONANG.ID – Waktu berbuka puasa sering kali dimanfaatkan banyak orang untuk langsung menyantap berbagai hidangan setelah seharian menahan lapar dan haus.
Namun kebiasaan makan dalam porsi besar secara tiba-tiba saat berbuka justru dapat memicu berbagai gangguan pada sistem pencernaan.
Banyak orang tidak menyadari bahwa lambung membutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali setelah beristirahat selama berjam-jam ketika berpuasa.
Jika tubuh langsung menerima asupan makanan dalam jumlah besar, kondisi ini dapat menyebabkan berbagai keluhan seperti perut kembung, rasa begah, meningkatnya kadar asam lambung, hingga kambuhnya gejala maag.
Baca Juga: Biji Semangka 6.000 Tahun Ungkap Fakta Mengejutkan tentang Asal-Usulnya
Para ahli kesehatan menyarankan agar proses makan saat berbuka dilakukan secara bertahap. Cara ini bertujuan untuk membantu lambung beradaptasi secara perlahan saat kembali mencerna makanan setelah seharian tidak menerima asupan.
Dengan menerapkan pola makan bertahap, sistem pencernaan dapat bekerja lebih optimal sehingga risiko gangguan lambung saat berbuka puasa dapat diminimalkan.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan agar proses berbuka puasa tetap sehat dan nyaman bagi sistem pencernaan.
Memulai dengan Air Mineral
Langkah pertama yang dianjurkan saat berbuka puasa adalah mengonsumsi air mineral. Setelah berpuasa sepanjang hari, tubuh biasanya mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi ringan.
Meminum satu hingga dua gelas air mineral dapat membantu mengembalikan cairan tubuh sekaligus menyiapkan sistem pencernaan sebelum menerima makanan.
Selain itu, air mineral juga dapat membantu menahan keinginan makan secara berlebihan yang sering muncul saat berbuka.
Mengonsumsi Makanan Manis Alami
Setelah kebutuhan cairan terpenuhi, langkah berikutnya adalah mengonsumsi makanan ringan yang memiliki rasa manis alami.
Makanan manis berfungsi untuk mengembalikan energi tubuh dengan cepat karena mengandung glukosa yang mudah diserap.
Salah satu makanan yang paling sering dianjurkan untuk berbuka puasa adalah kurma. Buah ini dikenal memiliki kandungan gula alami yang mampu memberikan energi secara cepat tanpa menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis.
Selain kurma, buah-buahan segar yang kaya kandungan air seperti semangka, melon, atau pepaya juga dapat menjadi pilihan yang baik untuk membantu tubuh kembali segar setelah berpuasa.
Memilih Menu yang Bergizi
Setelah mengonsumsi makanan ringan, penting untuk memilih menu utama yang memiliki kandungan gizi seimbang.
Banyaknya pilihan hidangan saat berbuka sering kali membuat seseorang tergoda untuk mengonsumsi makanan secara berlebihan tanpa memperhatikan nilai nutrisinya.
Idealnya, menu berbuka puasa mengandung karbohidrat kompleks, protein, serta serat yang cukup.
Kombinasi nutrisi tersebut dapat membantu tubuh mendapatkan energi secara bertahap sekaligus menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Mengonsumsi sayuran, sumber protein seperti ikan atau ayam, serta karbohidrat sehat dapat membantu tubuh tetap bertenaga tanpa memberikan beban berlebih pada lambung.
Makan Secara Bertahap
Salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan lambung saat berbuka puasa adalah dengan makan secara bertahap.
Setelah menyantap makanan ringan, sebaiknya beri jeda beberapa menit sebelum melanjutkan ke makanan utama.
Banyak orang memanfaatkan waktu jeda tersebut untuk melaksanakan salat Maghrib terlebih dahulu.
Cara ini memberikan waktu bagi lambung untuk mulai memproses makanan ringan yang telah dikonsumsi sebelumnya.
Dengan memberi jeda sebelum makan besar, lambung tidak akan langsung menerima beban makanan dalam jumlah besar sekaligus sehingga risiko perut terasa penuh dan begah dapat dikurangi.
Mengunyah Makanan Secara Perlahan
Rasa lapar yang kuat sering kali membuat seseorang makan dengan sangat cepat saat berbuka. Padahal kebiasaan tersebut dapat membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat.
Mengunyah makanan secara perlahan dapat membantu proses pencernaan berlangsung lebih baik karena makanan sudah lebih halus sebelum masuk ke lambung.
Selain itu, makan dengan perlahan juga membantu tubuh mengenali sinyal kenyang sehingga dapat mencegah konsumsi makanan berlebihan.
Baca Juga: Dino Patti Djalal Sentil Pemerintah: Ali Khamenei Tewas, Kok Indonesia Tak Ucapkan Belasungkawa?
Makan dengan Posisi Duduk
Hal sederhana yang sering diabaikan saat berbuka puasa adalah posisi tubuh ketika makan. Para ahli menyarankan agar makan dilakukan dalam posisi duduk tegak.
Posisi ini dapat membantu tubuh lebih fokus saat makan sekaligus mendukung proses pencernaan berjalan dengan baik.
Selain itu, makan dalam posisi duduk juga dapat membantu mengontrol porsi makanan sehingga risiko makan berlebihan dapat dihindari.
Dengan menerapkan pola makan yang bertahap dan teratur saat berbuka puasa, kesehatan sistem pencernaan dapat tetap terjaga.
Kebiasaan ini juga membantu mencegah berbagai gangguan seperti asam lambung naik, perut kembung, maupun rasa tidak nyaman setelah makan.
Editor : Muhammad Azlan Syah