Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Jarang Disadari, Ini Cara Simpel Cegah Obesitas Sejak Dini

Siti Rohmah • Kamis, 5 Maret 2026 | 09:30 WIB

Obesitas tak datang tiba-tiba. Mulai dari baca label gizi hingga rutin bergerak, kebiasaan kecil ini bisa jadi kunci hidup lebih sehat.
Obesitas tak datang tiba-tiba. Mulai dari baca label gizi hingga rutin bergerak, kebiasaan kecil ini bisa jadi kunci hidup lebih sehat.

RADARBONANG.ID – Pencegahan obesitas sebenarnya tidak selalu membutuhkan cara yang rumit atau mahal. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten justru menjadi kunci utama untuk menjaga berat badan tetap ideal dan menekan risiko penyakit tidak menular.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi, mengungkapkan sekitar 28,7 persen masyarakat Indonesia masih mengonsumsi gula, garam, dan lemak melebihi batas yang dianjurkan. Angka tersebut menunjukkan bahwa pola konsumsi harian masih menjadi tantangan besar dalam upaya pengendalian obesitas.

Menurut Nadia, kelebihan asupan gula, garam, dan lemak sering terjadi tanpa disadari. Banyak orang tidak menghitung total konsumsi harian, terutama dari makanan dan minuman kemasan yang kini semakin mudah diakses.

Baca Juga: Dua Mobil Hybrid dan Satu Mobil Listrik Honda Akan Rilis di Indonesia Tahun Ini, Intip Bocoran Spesifikasinya

“Masyarakat perlu membiasakan diri membaca label gizi. Di sana tercantum informasi nilai gizi per sajian, termasuk kandungan gula, garam, dan lemak,” ujarnya dalam kegiatan media briefing di Jakarta Pusat.

Perhatikan Batas Aman Harian

Nadia menjelaskan bahwa batas konsumsi harian untuk orang dewasa adalah maksimal 50 gram gula atau setara empat sendok makan, 5 gram garam, serta 67 gram lemak per hari. Jika dikonsumsi berlebihan secara terus-menerus, risiko obesitas hingga penyakit metabolik akan meningkat.

Membaca tabel nilai gizi menjadi langkah awal yang penting. Konsumen juga disarankan mencari logo “Pilihan Lebih Sehat” pada kemasan produk. Logo tersebut menunjukkan bahwa produk telah memenuhi kriteria batas kandungan gula, garam, dan lemak sesuai ketentuan pemerintah.

Dengan membandingkan beberapa produk sejenis, masyarakat dapat memilih pangan olahan dengan kandungan gula atau lemak yang lebih rendah. Langkah ini terlihat sederhana, tetapi berdampak besar jika dilakukan secara rutin.

Jangan Lupa Aktivitas Fisik

Namun, pengaturan asupan saja tidak cukup. Pencegahan obesitas harus dibarengi dengan keseimbangan energi melalui aktivitas fisik yang konsisten.

Kebiasaan ringan seperti berjalan kaki lebih sering, menggunakan tangga dibanding lift, atau melakukan peregangan di sela pekerjaan dapat membantu meningkatkan pembakaran kalori harian. Aktivitas fisik tidak selalu harus berupa olahraga berat di pusat kebugaran. Yang terpenting adalah dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

“Obesitas tidak terjadi secara instan, melainkan akibat pola makan dan gaya hidup dalam jangka panjang. Karena itu, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten justru lebih efektif,” tegas Nadia.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization juga merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu untuk menjaga kesehatan dan mencegah penumpukan lemak berlebih.

Manfaatkan Momentum Ramadan

Momentum Ramadan dapat dimanfaatkan sebagai titik awal membangun kebiasaan sehat. Saat berpuasa, tubuh belajar mengatur pola makan dan waktu konsumsi. Namun, tantangan justru muncul ketika berbuka puasa sering diiringi minuman dan makanan manis berlebihan.

Mengurangi konsumsi gula secara bertahap saat berbuka dapat membantu mengendalikan asupan kalori. Memilih air putih atau buah segar dibanding minuman tinggi gula menjadi langkah bijak. Selain itu, tetap aktif bergerak setelah berbuka atau sebelum sahur juga membantu menjaga keseimbangan energi.

Baca Juga: Arsenal Dijuluki “Corner FC” karena Dominasi Bola Mati, Guardiola Tegas Menolak Anggapan Tak Pantas Juara Premier League

Cegah Penyakit Tidak Menular

Langkah sederhana seperti membaca label gizi dan rutin bergerak sangat penting untuk menekan risiko penyakit tidak menular, seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Ketiga penyakit tersebut memiliki keterkaitan erat dengan obesitas.

Mencegah obesitas bukan sekadar soal penampilan, melainkan investasi jangka panjang bagi kesehatan. Perubahan kecil yang dilakukan hari ini akan memberikan dampak besar di masa depan.

Kuncinya bukan pada diet ekstrem atau tren sesaat, melainkan konsistensi. Mulai dari memilih produk yang lebih sehat, mengontrol porsi makan, hingga meluangkan waktu untuk bergerak setiap hari. Karena pada akhirnya, hidup sehat dibangun dari kebiasaan sederhana yang dilakukan terus-menerus.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#obesitas #asupan gula #kemenkes ri #Konsisten #pencegahan