RADARBONANG.ID – Begitu azan Magrib berkumandang, sebagian orang punya satu ritual yang tak boleh terlewat: langsung menyeruput kopi. Entah itu kopi hitam panas, kopi susu, atau es kopi kekinian, sensasi “melek seketika” setelah seharian menahan lapar dan haus memang terasa nikmat.
Namun di balik kenikmatan tersebut, ada respons tubuh yang sering tak disadari. Minum kopi saat perut benar-benar kosong ternyata bisa memicu reaksi yang membuat tubuh terasa seperti “kaget”.
Tubuh Kosong, Tiba-Tiba Disiram Kafein
Selama berpuasa sekitar 12–14 jam, lambung berada dalam kondisi kosong. Meski tidak ada makanan yang masuk, produksi asam lambung tetap berlangsung.
Tubuh juga berada dalam mode hemat energi, dengan kadar gula darah dan cairan yang lebih rendah dibanding kondisi normal.
Ketika azan Magrib tiba dan kopi langsung masuk, kafein akan cepat diserap oleh tubuh. Sebagai zat stimulan, kafein memiliki beberapa efek fisiologis, seperti:
-
Merangsang peningkatan produksi asam lambung
-
Meningkatkan detak jantung
-
Memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol
-
Memberi efek penyempitan ringan pada pembuluh darah
Akibatnya, sebagian orang bisa merasakan jantung berdebar, perut perih, mual, gemetar ringan, atau kepala terasa agak pusing. Inilah yang kerap disebut sebagai tubuh “kaget”.
Bukan berarti langsung berbahaya, tetapi tubuh perlu beradaptasi secara mendadak setelah seharian dalam kondisi puasa.
Kenapa Efeknya Terasa Lebih “Nendang”?
Kafein bekerja lebih cepat saat lambung kosong. Tanpa makanan sebagai penyangga, penyerapannya menjadi lebih optimal sehingga efeknya terasa lebih kuat.
Itulah sebabnya secangkir kopi saat berbuka bisa terasa jauh lebih “nendang” dibanding kopi pagi setelah sarapan.
Bagi sebagian orang, efek ini justru terasa menyenangkan. Namun untuk mereka yang memiliki riwayat gangguan lambung seperti GERD atau maag, kebiasaan ini bisa memperparah gejala.
Sensitivitas terhadap kafein juga berbeda-beda pada setiap orang.
Potensi Dampak Jika Dilakukan Terus-Menerus
Jika hanya sesekali dan tubuh dalam kondisi sehat, tidak ada larangan mutlak untuk minum kopi saat berbuka.
Namun bila dilakukan setiap hari tanpa jeda makanan, beberapa risiko bisa meningkat, antara lain:
-
Nyeri atau rasa perih pada lambung berulang
-
Gangguan tidur, karena kafein dapat bertahan 4–6 jam dalam tubuh
-
Dehidrasi ringan, mengingat kopi memiliki efek diuretik ringan
Padahal setelah seharian berpuasa, tubuh sebenarnya lebih membutuhkan cairan dan nutrisi yang stabil untuk mengembalikan keseimbangan energi.
Cara Lebih Aman Tetap Ngopi Saat Buka
Kabar baiknya, Anda tidak harus “putus hubungan” dengan kopi selama Ramadan. Ada cara yang lebih ramah untuk tubuh:
1. Awali dengan air putih dan kurma
Berikan waktu bagi tubuh untuk menyesuaikan diri. Cairan dan gula alami membantu menaikkan kadar energi secara bertahap.
2. Beri jeda 10–15 menit sebelum ngopi
Waktu singkat ini membantu lambung tidak langsung menerima kafein dalam kondisi kosong total.
3. Konsumsi makanan ringan terlebih dahulu
Sedikit makanan bisa menjadi penyangga agar asam lambung lebih stabil.
4. Pilih kopi rendah asam dan tidak terlalu manis
Kombinasi gula berlebih dan kafein dapat memicu lonjakan energi mendadak yang cepat turun kembali.
Bukan Soal Haram, Tapi Respons Tubuh
Perlu dipahami, ini bukan soal boleh atau tidak secara hukum agama. Ini murni tentang respons biologis tubuh.
Banyak orang tetap merasa baik-baik saja meski langsung minum kopi saat azan Magrib. Namun memahami cara kerja tubuh membantu kita mengambil keputusan yang lebih bijak.
Ramadan bukan hanya momen menahan lapar dan haus, tetapi juga kesempatan mengatur ulang kebiasaan. Termasuk kebiasaan kecil yang selama ini dianggap sepele.
Minum kopi saat buka puasa memang menggoda. Tetapi ketika lambung kosong dan tubuh baru saja keluar dari fase puasa panjang, kafein bisa memberikan efek yang terasa lebih kuat dan memicu reaksi tidak nyaman.
Tubuh Anda sudah bekerja keras seharian. Mungkin bukan soal berhenti ngopi, tapi soal memberi jeda agar ia tidak “kaget” di menit pertama berbuka. (*)
Editor : Muhammad Azlan Syah