Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Nekat Workout Saat Puasa? Ini Panduan Aman untuk Pemula Biar Nggak Tumbang di Tengah Ramadan!

Arinie Khaqqo • Jumat, 27 Februari 2026 | 07:30 WIB

Workout saat puasa itu aman kok—asal tahu waktu, jenis latihan, dan batas tubuhmu. Jangan cuma rebahan, yuk gerak cerdas selama Ramadan!
Workout saat puasa itu aman kok—asal tahu waktu, jenis latihan, dan batas tubuhmu. Jangan cuma rebahan, yuk gerak cerdas selama Ramadan!

RADARBONANG.ID – Setiap Ramadan, pertanyaan yang sama selalu muncul: olahraga saat puasa itu aman atau justru berbahaya? Tak sedikit orang memilih rebahan seharian karena takut lemas dan kehilangan energi.

Namun di sisi lain, tren workout saat puasa justru makin populer, terutama di kalangan Gen Z yang ingin tetap bugar sekaligus produktif selama bulan suci.

Sebenarnya, olahraga saat puasa bukanlah hal yang terlarang atau otomatis berisiko.

Aktivitas fisik tetap bisa dilakukan selama Ramadan, asalkan disesuaikan dengan kondisi tubuh dan waktu yang tepat. Kuncinya bukan pada seberapa berat latihannya, tetapi bagaimana kita mengatur strategi.

Baca Juga: Puasa Bukan Alasan Buat Mager! Ini 7 Strategi Rahasia agar Tetap Produktif Selama Ramadhan

Olahraga Saat Puasa: Antara Manfaat dan Risiko

Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama kurang lebih 12–14 jam. Cadangan energi yang biasanya berasal dari glukosa akan berkurang, sehingga tubuh mulai menggunakan simpanan lemak sebagai sumber energi.

Jika dilakukan dengan benar, olahraga saat puasa justru memiliki sejumlah manfaat, seperti:

Namun, risiko tetap ada jika dilakukan secara sembarangan. Beberapa dampak yang bisa muncul antara lain dehidrasi, pusing, lemas berlebihan, hingga penurunan performa fisik. Karena itu, penting memahami batas kemampuan tubuh sendiri.

Waktu Terbaik untuk Workout Saat Ramadan

Pemilihan waktu menjadi faktor paling krusial bagi pemula. Berikut waktu yang relatif aman untuk berolahraga:

1. Menjelang berbuka (30–60 menit sebelum maghrib)
Ini adalah waktu favorit banyak orang. Jika tubuh mulai terasa lelah, kamu bisa segera mengganti energi dengan makanan dan minuman saat berbuka.

2. Setelah berbuka (1–2 jam setelah makan)
Cocok untuk latihan dengan intensitas sedikit lebih tinggi karena tubuh sudah mendapat asupan energi. Pastikan tidak langsung olahraga setelah makan berat.

3. Setelah tarawih
Pilihan aman untuk latihan ringan hingga sedang, terutama bagi yang ingin lebih santai tanpa khawatir dehidrasi.

Sebaliknya, hindari olahraga berat di siang hari saat cuaca panas karena risiko kehilangan cairan lebih tinggi.

Jenis Olahraga yang Aman untuk Pemula

Bagi yang baru memulai, tidak perlu langsung mencoba latihan ekstrem. Fokuslah pada aktivitas ringan hingga sedang, seperti:

Sebaiknya hindari dulu latihan seperti HIIT berintensitas tinggi, angkat beban berat, atau kardio ekstrem yang menguras energi.

Atur Intensitas, Jangan Sok Kuat

Kesalahan klasik pemula adalah memaksakan diri demi mengejar target. Padahal saat puasa, tubuh memiliki keterbatasan energi.

Batasi durasi olahraga sekitar 20–40 menit dengan intensitas ringan hingga sedang. Jika mulai merasa pusing, mual, atau jantung berdebar tidak normal, segera hentikan aktivitas.

Ingat, tujuan utama adalah menjaga konsistensi, bukan membuktikan diri paling kuat.

Sahur dan Buka Jadi Penentu

Workout saat puasa tidak akan optimal tanpa pola makan yang tepat.

Saat sahur, pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau oatmeal agar energi bertahan lebih lama.

Tambahkan protein dari telur, ayam, ikan, atau tempe untuk menjaga massa otot. Jangan lupa minum air putih yang cukup.

Saat berbuka, awali dengan makanan ringan seperti kurma dan air putih. Hindari langsung makan berat berlebihan. Setelah berolahraga, pastikan kebutuhan cairan terpenuhi agar tubuh kembali segar.

Tanda Kamu Harus Berhenti

Segera hentikan olahraga jika mengalami:

Lebih baik beristirahat daripada memaksakan diri dan berujung tumbang di tengah Ramadan.

Baca Juga: Quarter-life crisis Makin Menghantui Gen Z, Kenapa Usia 20-an Justru Penuh Overthinking?

Tren atau Kebutuhan?

Fenomena workout saat puasa kini juga dipengaruhi tren media sosial. Banyak yang membagikan rutinitas olahraga mereka sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Namun penting diingat, jangan sampai ikut-ikutan tanpa memahami kondisi tubuh sendiri.

Pada akhirnya, olahraga saat puasa bukanlah hal berbahaya. Justru bisa menjadi kebiasaan positif jika dilakukan dengan cerdas.

Kuncinya ada pada pengaturan waktu, pemilihan jenis latihan, intensitas, serta pola makan yang seimbang.

Jadi, masih mau rebahan terus selama Ramadan? Atau mulai bergerak dengan cara yang lebih aman dan terencana?

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Beresiko #puasa ramadan #workout #berbahaya #olahraga #sahur