Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Jangan Asal Beli Skincare! Dermatolog Jelaskan Risiko Etiket Biru Tanpa Resep dan Cara Aman Memilih Produk Perawatan Kulit

Muhammad Azlan Syah • Rabu, 25 Februari 2026 | 12:10 WIB

Ilustrasi penggunaan skincare — pentingnya memilih produk yang aman dan sesuai rekomendasi dokter untuk mencegah kerusakan kulit.
Ilustrasi penggunaan skincare — pentingnya memilih produk yang aman dan sesuai rekomendasi dokter untuk mencegah kerusakan kulit.

RADARBONANG.ID – Seorang perempuan berusia 34 tahun di Jakarta Selatan menjadi contoh nyata risiko serius akibat penggunaan skincare beretiket biru secara sembarangan.

Desty (nama samaran) telah memakai krim etiket biru selama 10 tahun tanpa pengawasan dokter, dan dampaknya jauh lebih berat dari sekadar breakout.

Pengalaman ini menjadi peringatan keras dari para dokter kulit tentang bahaya memilih produk perawatan kulit yang tidak sesuai aturan.

Pengalaman Nyata: Ketergantungan dan Efek Negatif

Desty mulai menggunakan krim etiket biru sejak tahun 2013 setelah berkonsultasi di sebuah klinik di Malang saat masih mahasiswa.

Tujuan awalnya adalah mengatasi jerawat yang membuatnya kurang percaya diri. Tanpa ia sadari, krim tersebut mengandung steroid — bahan yang seharusnya hanya boleh dipakai dengan resep dokter dan di bawah pengawasan medis.

Menurut pengakuannya, krim itu awalnya membuat wajah “lebih bersih.” Namun setelah dihentikan, kulitnya justru mengalami breakout parah: terasa perih, kemerahan, urat-urat merah nampak jelas, serta kulit menjadi sangat tipis dan sensitif.

Hal ini memengaruhi kehidupannya, sampai Desty harus mengurangi aktivitas karena kondisi wajah yang tidak stabil.

Apa Itu “Etiket Biru”?

Produk dengan etiket biru sering diartikan oleh masyarakat sebagai krim atau salep yang memiliki kekuatan lebih dari kosmetik biasa.

Sayangnya, banyak orang tidak tahu bahwa etiket ini sering kali menandakan produk yang mengandung steroid atau bahan aktif lain yang termasuk dalam kategori obat, bukan kosmetik biasa.

Produk semacam ini seharusnya hanya tersedia melalui resep dokter dan dengan pemantauan kulit secara berkala.

Di pasaran, krim beretiket biru banyak dijual bebas tanpa resep, khususnya melalui apotek tradisional atau platform daring.

Banyak konsumen yang tergiur dengan harga yang relatif murah dibandingkan skincare legal lainnya, tanpa sadar potensi risiko yang menyertainya.

Saran Ahli: Dermatolog Ingatkan Risiko Serius

Spesialis kulit, dr. I Nyoman Darma, SpKK(K), menegaskan bahwa steroid dan bahan seperti hidrokuinon hanya aman jika digunakan sesuai dosis dan durasi yang diresepkan oleh dokter.

Hidrokuinon, misalnya, dapat digunakan sebagai agen pencerah, tetapi dalam konsentrasi tinggi dan pemakaian jangka panjang berisiko menyebabkan iritasi dan bahkan perubahan pigmen kulit.

Menurutnya, penggunaan bahan aktif tanpa pengawasan dapat menyebabkan kulit menjadi tipis, sangat sensitif, serta mengalami rebound negatif ketika dihentikan secara tiba-tiba — seperti yang dialami Desty.

“Efeknya bisa fatal,” kata dr. Darma, mengingatkan pentingnya konsultasi dokter sebelum memakai produk dengan bahan kuat.

Dampak Berbeda Jika Dihentikan Secara Mendadak

Salah satu risiko terbesar dari steroid topikal adalah ketergantungan kulit. Ketika dipakai terus-menerus, kulit akan terbiasa pada efek anti-inflamasi yang kuat.

Setelah berhenti, reaksinya bisa berupa kemerahan ekstrem, rasa perih, dan gangguan fungsi kulit lainnya.

Ini bukan sekadar efek samping ringan, tetapi bisa memerlukan perawatan dermatologis intensif untuk pulih.

Pentingnya Edukasi Konsumen

Kasus Desty membuka tabir tentang minimnya edukasi konsumen soal skincare. Sering kali produk berlabel “aman” atau “berhasil cepat” dijual dengan klaim berlebihan, tanpa informasi jelas soal bahan aktif, dosis, dan efek samping.

Mengingat perkembangan pasar yang begitu cepat dan banyaknya produk yang beredar, khususnya online, konsumen perlu lebih kritis dan selalu mengecek izin BPOM dan resep dokter sebelum memakai produk tertentu.

Dokter kulit menyarankan langkah berikut kepada masyarakat:

Editor : Muhammad Azlan Syah
#skincare #risiko #Ketergantungan #etiket #efek negatif