Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Pipi Bengkak Bukan Sekadar Masuk Angin: Kenali Gondongan, Gejala, dan Cara Menanganinya

Widodo • Rabu, 25 Februari 2026 | 07:15 WIB

Pipi bengkak jangan langsung dianggap masuk angin. Bisa jadi itu gondongan yang perlu penanganan dan perhatian serius.
Pipi bengkak jangan langsung dianggap masuk angin. Bisa jadi itu gondongan yang perlu penanganan dan perhatian serius.

RADARBONANG.ID – Bangun tidur dengan pipi terasa nyeri dan tampak bengkak di satu sisi tentu membuat panik. Aktivitas sederhana seperti makan dan berbicara pun jadi tidak nyaman.

Banyak orang langsung menyebutnya “masuk angin” atau menganggapnya sekadar gondongan biasa. Padahal, kondisi ini memiliki penjelasan medis yang jelas dan tidak boleh dianggap remeh.

Gondongan adalah penyakit infeksi virus yang dalam dunia medis dikenal sebagai mumps.

Penyakit ini disebabkan oleh virus paramyxovirus yang menyerang kelenjar ludah, terutama kelenjar parotis yang terletak di area dekat telinga dan pipi. Ketika kelenjar tersebut meradang, terjadilah pembengkakan yang khas di bagian wajah.

Baca Juga: Daftar Artis Tanah Air yang Pernah Dapat Beasiswa LPDP, dari Tasya Kamila hingga Maudy Ayunda

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization, gondongan termasuk penyakit menular yang menyebar melalui droplet atau percikan air liur saat seseorang batuk, bersin, maupun berbicara.

Artinya, penularan bisa terjadi dengan mudah, terutama di lingkungan padat seperti sekolah, kampus, atau tempat kerja.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala gondongan umumnya tidak langsung muncul secara drastis. Pada tahap awal, penderita biasanya mengalami demam ringan hingga sedang, sakit kepala, nyeri otot, tubuh terasa lemas, dan nafsu makan menurun. Setelah beberapa hari, barulah pembengkakan di satu atau kedua sisi pipi terlihat jelas.

Selain itu, penderita juga dapat merasakan nyeri saat mengunyah atau menelan, mulut terasa kering, serta nyeri di sekitar telinga. Berdasarkan keterangan dari Centers for Disease Control and Prevention, pembengkakan kelenjar ludah biasanya muncul dua hingga tiga hari setelah gejala awal seperti demam dan pegal-pegal.

Pada sebagian orang, terutama anak-anak, gejalanya bisa tergolong ringan. Namun pada remaja dan orang dewasa, keluhan cenderung lebih berat dan berisiko menimbulkan komplikasi.

Mengapa Gondongan Tidak Boleh Diremehkan?

Banyak orang menganggap gondongan sebagai penyakit biasa yang bisa sembuh sendiri tanpa risiko. Padahal, dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius.

Pada pria yang telah memasuki masa pubertas, gondongan dapat menyebabkan peradangan pada testis atau orchitis. Kondisi ini memicu nyeri hebat dan pembengkakan pada salah satu atau kedua testis.

Sementara pada perempuan, komplikasi dapat berupa peradangan ovarium. Selain itu, gondongan juga berpotensi menyebabkan radang pankreas, bahkan radang selaput otak (meningitis) meski kasusnya jarang terjadi.

Risiko komplikasi diketahui lebih tinggi pada individu yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Karena itu, status vaksinasi menjadi faktor penting dalam pencegahan.

Penanganan Gondongan yang Tepat

Hingga saat ini belum ada obat khusus yang dapat membunuh virus penyebab gondongan. Penanganan yang dilakukan bersifat suportif atau meredakan gejala, sembari menunggu sistem imun tubuh melawan virus secara alami.

Beberapa langkah yang dianjurkan tenaga medis antara lain istirahat cukup, memperbanyak konsumsi air putih, serta mengonsumsi makanan lunak agar tidak memperparah nyeri saat mengunyah.

Kompres hangat atau dingin di area yang bengkak juga dapat membantu mengurangi rasa sakit. Jika demam atau nyeri terasa mengganggu, obat penurun demam dan pereda nyeri bisa digunakan sesuai anjuran dokter.

Penderita juga disarankan untuk menghindari kontak dekat dengan orang lain selama beberapa hari pertama setelah pembengkakan muncul guna mencegah penularan.

Pencegahan Melalui Imunisasi

Cara paling efektif untuk mencegah gondongan adalah melalui vaksinasi MMR (Measles, Mumps, Rubella).

Vaksin ini telah lama digunakan dan terbukti menurunkan angka penularan serta risiko komplikasi serius.

Bagi remaja dan dewasa muda, penting memastikan riwayat imunisasi, terutama sebelum memasuki lingkungan dengan interaksi sosial tinggi.

Konsultasi dengan fasilitas kesehatan dapat membantu memastikan apakah vaksinasi sudah lengkap atau perlu penguat.

Baca Juga: Ramadhan Bukan Cuma Soal Ibadah, Tapi Strategi Finansial: Cara Cerdas Atur Zakat, Infak, dan Sedekah Tanpa Bikin Kantong Jebol

Tidak Perlu Panik, Tapi Tetap Waspada

Kabar baiknya, sebagian besar kasus gondongan dapat sembuh total dalam waktu satu hingga dua minggu dengan perawatan yang tepat.

Kunci utamanya adalah tidak panik, memahami gejala sejak dini, serta melakukan penanganan yang benar.

Pipi bengkak mungkin hanya berlangsung sementara, tetapi menjaga kesehatan jangka panjang tetap menjadi prioritas.

Jika pembengkakan disertai nyeri hebat, demam tinggi, atau gejala lain yang mengkhawatirkan, segera periksakan diri ke tenaga medis untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#cara mengatasi gondongan #gondongan #penyebab pipi bengkak #gejala gondongan #vaksin MMR