Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Stop ‘Sugar Rush’ Saat Berbuka! Cara Cerdas Buka Puasa Sehat Tanpa Kebanyakan Gula, Dijamin Energi Stabil Sampai Tarawih

Siska Yudianti • Minggu, 22 Februari 2026 | 14:55 WIB

Takjil manis memang menggoda, tapi kebanyakan gula bisa bikin energi drop saat tarawih. Yuk buka puasa lebih sehat dan seimbang!
Takjil manis memang menggoda, tapi kebanyakan gula bisa bikin energi drop saat tarawih. Yuk buka puasa lebih sehat dan seimbang!

RADARBONANG.ID – Ramadan identik dengan takjil manis. Kolak, es buah, sirup dingin, hingga aneka dessert kekinian terasa begitu menggoda setelah hampir 13 jam menahan lapar dan haus.

Namun hati-hati, sensasi “bahagia” sesaat itu bisa berubah menjadi lemas, mengantuk, bahkan pusing hanya dalam beberapa jam.

Fenomena ini dikenal dengan istilah sugar rush, yakni lonjakan gula darah yang terjadi sangat cepat setelah mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula sederhana. Masalahnya, setelah melonjak, gula darah juga bisa turun drastis.

Akibatnya, energi justru drop saat tubuh membutuhkan stamina untuk salat tarawih atau aktivitas malam lainnya.

Baca Juga: Jangan Iri dengan Pengguna Android! BI Minta Apple User Bersabar Menunggu Fitur QRIS Tap Dapat Digunakan

Kenapa Sugar Rush Berbahaya Saat Puasa?

Saat berpuasa, kadar gula darah cenderung menurun secara alami. Ketika berbuka dengan minuman atau makanan tinggi gula sederhana, tubuh menyerapnya dengan sangat cepat. Proses ini memicu beberapa reaksi:

Menurut World Health Organization, konsumsi gula tambahan berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko obesitas dan gangguan metabolisme.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga merekomendasikan pembatasan asupan gula harian agar tidak melebihi 50 gram atau sekitar 4 sendok makan per hari.

Ironisnya, niat “balas dendam” saat berbuka justru membuat tubuh semakin kelelahan dan berisiko mengalami resistensi insulin jika dilakukan terus-menerus selama Ramadan.

Cara Cerdas Buka Puasa Tanpa Kebanyakan Gula

Tenang, kamu tetap bisa menikmati momen berbuka tanpa mengorbankan kesehatan. Berikut strategi praktis yang bisa langsung diterapkan:

1. Awali dengan Air Putih dan Kurma Secukupnya

Kurma memang manis, tetapi kandungan seratnya membantu memperlambat penyerapan gula. Cukup konsumsi 1–3 butir saja. Tambahkan segelas air putih untuk menghidrasi tubuh secara bertahap.

Langkah sederhana ini membantu sistem pencernaan “bangun” dengan lebih stabil.

2. Hindari Minuman Sirup Berlebihan

Sirup dan minuman manis kemasan mengandung gula sederhana yang tinggi. Jika ingin tetap menikmati rasa manis, kamu bisa:

Ingat, rasa haus tidak selalu berarti tubuh membutuhkan gula.

3. Jangan Langsung Makan Besar

Setelah takjil ringan, beri jeda 10–15 menit sebelum menyantap makanan utama. Tujuannya untuk:

Saat makan utama, pilih kombinasi:

Kombinasi ini membantu menjaga energi lebih stabil hingga waktu sahur.

4. Waspadai Gula Tersembunyi

Banyak produk yang tampak “aman” ternyata mengandung gula tambahan cukup tinggi, seperti:

Membaca label nutrisi sebelum membeli bisa membantu mengontrol asupan gula harian, terutama saat kebiasaan ngemil meningkat di malam hari.

Buka Puasa Sehat, Ibadah Lebih Maksimal

Energi yang stabil membuat tubuh tidak mudah mengantuk saat tarawih, fokus beribadah meningkat, dan bangun sahur terasa lebih ringan. Berat badan pun lebih terkontrol setelah Ramadan usai.

Baca Juga: Inovasi Anak Bangsa! Kacamata AI “RunSight” Bantu Difabel Visual Berlari Mandiri dan Mendunia

Menariknya, tren Ramadan belakangan mulai bergeser. Banyak anak muda kini memilih dessert rendah gula, kopi tanpa tambahan gula, menu homemade dengan pemanis alami, serta takjil berbasis buah segar. Kesadaran hidup sehat perlahan menggantikan budaya “balas dendam” saat berbuka.

Jika setelah berbuka kamu sering merasa lemas berlebihan, mengantuk parah, sakit kepala, atau jantung berdebar, bisa jadi itu tanda sugar rush.

Ramadan seharusnya membuat hati tenang dan tubuh ringan, bukan sebaliknya. Mulai hari ini, coba ubah pola berbukamu. Kurangi gula, tambah serat, dan jaga porsi makan.

Karena buka puasa sehat bukan soal menahan diri—melainkan soal memilih yang terbaik untuk tubuh.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#tips berbuka puasa sehat #takjil rendah gula #sugar rush saat puasa #buka puasa sehat #bahaya kebanyakan gula Ramadan