RADARBONANG.ID – Bangun dini hari untuk sahur bukan perkara mudah. Setelah makan dan minum, rasa kantuk sering datang tak tertahankan.
Tak sedikit orang memilih langsung rebahan, bahkan tertidur pulas sebelum waktu Subuh benar-benar berlalu. Sekilas terasa wajar—apalagi jika malam sebelumnya kurang tidur.
Namun, kebiasaan tidur setelah sahur ternyata tidak selalu aman bagi kesehatan. Jika dilakukan terus-menerus selama Ramadan, dampaknya bisa mengganggu pencernaan, metabolisme, hingga kualitas aktivitas sepanjang hari.
Kenapa Tidur Setelah Sahur Jadi Kebiasaan?
Secara biologis, tubuh memang berada dalam kondisi mengantuk pada dini hari. Ritme sirkadian—jam biologis alami—mengatur bahwa pukul 02.00–05.00 adalah waktu paling rendah tingkat kewaspadaan seseorang. Ditambah lagi, perut yang kenyang membuat tubuh lebih rileks dan ingin beristirahat.
Bagi pekerja dan pelajar yang harus memulai aktivitas pagi, tidur setelah sahur dianggap sebagai “cicilan” waktu istirahat.
Sayangnya, solusi instan ini bisa membawa efek samping jika tidak dilakukan dengan cara yang tepat.
Dampak Kesehatan yang Perlu Diwaspadai
1. Gangguan Pencernaan dan Asam Lambung
Langsung berbaring setelah makan dapat memperlambat proses pencernaan. Posisi tidur membuat gravitasi tidak lagi membantu makanan turun ke lambung dengan optimal.
Kondisi ini bisa memicu naiknya asam lambung dan memperparah gejala GERD (gastroesophageal reflux disease).
Dalam jangka panjang, keluhan seperti dada terasa panas, mual, atau tenggorokan perih bisa muncul.
2. Berat Badan Lebih Mudah Naik
Saat tidur, metabolisme tubuh melambat. Jika langsung tertidur setelah sahur—terutama setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula—kalori tidak terbakar secara maksimal. Kebiasaan ini berpotensi menyebabkan penumpukan lemak jika berlangsung terus-menerus.
3. Tubuh Terasa Lebih Lemas
Alih-alih merasa segar, banyak orang justru bangun dalam kondisi lebih lelah. Hal ini terjadi karena siklus tidur terganggu.
Tidur singkat setelah sahur sering tidak mencapai fase tidur dalam (deep sleep), sehingga tubuh tidak mendapatkan kualitas istirahat yang optimal.
Menurut rekomendasi dari World Health Organization, orang dewasa idealnya membutuhkan 7–9 jam tidur berkualitas per malam.
Tidur terputus-putus dan tidak teratur dapat berdampak pada konsentrasi dan daya tahan tubuh.
4. Risiko Kesehatan Jantung
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan tidur segera setelah makan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular, terutama bila disertai pola makan tidak sehat dan kurang aktivitas fisik.
Bukan Cuma Fisik, Produktivitas Ikut Terganggu
Efek tidur setelah sahur tidak berhenti pada tubuh. Produktivitas juga bisa terdampak. Banyak orang merasa “setengah sadar” ketika memulai aktivitas pagi. Fokus menurun, mood tidak stabil, bahkan lebih mudah mengantuk di siang hari.
Padahal Ramadan seharusnya menjadi momentum memperbaiki pola hidup—termasuk pola tidur.
Tips Aman Agar Tetap Sehat Selama Ramadan
Agar tetap nyaman tanpa mengorbankan kesehatan, beberapa langkah sederhana bisa diterapkan:
-
Tunggu 1–2 jam sebelum tidur setelah sahur
-
Pilih menu sahur bergizi seimbang, hindari terlalu berminyak dan berlemak
-
Perbanyak air putih untuk membantu proses metabolisme
-
Lakukan aktivitas ringan seperti duduk santai, membaca, atau berjalan ringan setelah makan
-
Atur jadwal tidur lebih awal di malam hari agar kebutuhan istirahat tercukupi
Jika memang harus tidur kembali, usahakan posisi kepala lebih tinggi untuk mengurangi risiko asam lambung naik.
Baca Juga: Bangun SDM Berkualitas, Kunci Peningkatan Pendidikan di Indonesia
Intinya: Nyaman Belum Tentu Aman
Tidur setelah sahur memang terasa nikmat, terutama saat mata masih berat dan tubuh ingin kembali rebahan.
Namun, jika menjadi kebiasaan tanpa pengaturan yang tepat, dampaknya bisa mengganggu kesehatan dalam jangka panjang.
Ramadan adalah momen memperbaiki pola hidup, bukan sebaliknya. Dengan manajemen waktu tidur yang lebih baik dan pola makan yang seimbang, tubuh tetap bugar dan ibadah pun lebih maksimal. Jadi, masih ingin langsung tidur setelah sahur?(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah