RADARBONANG.ID – Benarkah jalan kaki bisa mencegah kanker? Pertanyaan ini mencuat setelah laporan dari Harvard Health Publishing mengulas hasil studi besar yang mengaitkan aktivitas fisik ringan dengan penurunan risiko kanker.
Kajian tersebut merujuk pada penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah British Journal of Sports Medicine.
Studi ini melibatkan lebih dari 85 ribu orang dewasa dan dipantau selama kurang lebih enam tahun untuk melihat hubungan antara kebiasaan bergerak setiap hari dan kemungkinan terkena kanker.
Hasilnya cukup menarik. Orang yang memiliki tingkat aktivitas fisik harian lebih tinggi tercatat memiliki risiko kanker lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang bergerak.
Aktivitas yang dimaksud bukan olahraga berat, melainkan aktivitas ringan seperti berjalan kaki.
Aktivitas Ringan, Dampak Signifikan
Dalam penelitian tersebut, partisipan yang berjalan sekitar 9.000 langkah per hari memiliki risiko kanker sekitar 16 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang hanya berjalan sekitar 5.000 langkah per hari.
Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan jumlah langkah harian berkorelasi dengan perlindungan kesehatan jangka panjang.
Peneliti menilai bahwa bahkan peningkatan kecil dalam aktivitas fisik bisa memberikan manfaat. Artinya, seseorang tidak harus langsung berlari maraton untuk merasakan dampak positif.
Konsistensi berjalan kaki setiap hari sudah menjadi langkah awal yang berarti.
Meski demikian, penting untuk memahami konteksnya. Studi ini menunjukkan hubungan atau korelasi, bukan sebab-akibat langsung.
Penegasan Penting dari Peneliti
Dalam publikasi resminya, para peneliti menekankan bahwa studi ini bersifat observasional.
Artinya, penelitian hanya mengamati pola dan kaitan, bukan membuktikan secara langsung bahwa berjalan kaki menyebabkan penurunan risiko kanker.
“Studi ini bersifat observasional, sehingga tidak dapat membuktikan bahwa aktivitas fisik secara langsung menyebabkan penurunan risiko kanker,” tulis para peneliti.
Penegasan ini penting agar masyarakat tidak salah kaprah. Jalan kaki bukan jaminan seseorang akan sepenuhnya terhindar dari kanker.
Namun, kebiasaan tersebut dapat menjadi salah satu faktor pendukung dalam upaya pencegahan.
Mengapa Jalan Kaki Bisa Berpengaruh?
Para ahli menjelaskan bahwa aktivitas fisik, termasuk berjalan kaki, memiliki sejumlah efek biologis yang bermanfaat bagi tubuh.
Pertama, aktivitas fisik membantu mengurangi peradangan kronis. Peradangan yang berlangsung lama diketahui menjadi salah satu faktor risiko berbagai jenis kanker.
Dengan bergerak aktif, tubuh dapat menekan respons inflamasi yang berlebihan.
Kedua, aktivitas fisik berkontribusi dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sistem imun yang kuat mampu mendeteksi dan menghancurkan sel-sel abnormal sebelum berkembang menjadi kanker.
Ketiga, berjalan kaki membantu menjaga keseimbangan hormon dan metabolisme.
Ketidakseimbangan hormon tertentu, seperti insulin dan estrogen, sering dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker. Aktivitas fisik membantu menstabilkan kondisi tersebut.
Selain itu, berjalan kaki juga membantu menjaga berat badan ideal. Obesitas sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu faktor risiko beberapa jenis kanker.
Bagian dari Gaya Hidup Sehat
Para peneliti menekankan bahwa manfaat terbesar akan dirasakan jika aktivitas fisik dikombinasikan dengan pola hidup sehat lainnya.
Mengonsumsi makanan bergizi, tidak merokok, membatasi alkohol, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan tetap menjadi fondasi utama pencegahan kanker.
Dengan kata lain, jalan kaki bukan “tameng ajaib”, tetapi bagian dari strategi besar menjaga kesehatan.
Temuan dari penelitian yang diulas oleh Harvard Health Publishing ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa aktivitas sederhana sehari-hari memiliki dampak jangka panjang.
Kesimpulannya, berjalan kaki secara rutin memang tidak menjamin bebas kanker. Namun, kebiasaan ini terbukti berkaitan dengan penurunan risiko dan memberikan banyak manfaat kesehatan lainnya.
Mulai dari hari ini, menambah langkah harian bisa menjadi investasi sederhana untuk masa depan yang lebih sehat.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah